TIGA MUTIARATIGA MUTIARA
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaPendidikan anak usia dini memerlukan stimulasi tepat, salah satunya melalui pengenalan warna. Media balok warna, alat edukatif yang menggabungkan visual dan manipulatif, tidak hanya memperkenalkan warna tetapi juga mengenalkan bentuk geometri, angka, dan melatih pikiran serta memori anak. Penelitian ini menggunakan desain pretest‑posttest kuantitatif untuk menilai efektivitas media tersebut di KB Adduriyah 3. Hasil uji t menunjukkan p nilai 0,000, menegaskan bahwa penggunaan media balok warna secara signifikan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, membedakan, dan menyebutkan warna, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, media balok warna disarankan sebagai strategi belajar yang kreatif dan efektif bagi pendidik dan orang tua.
Implementasi media balok warna secara signifikan meningkatkan kemampuan anak usia 3‑4 tahun dalam mengenal, membedakan, dan menyebutkan warna di KB Adduriyah 3.Hasil uji t menunjukkan perubahan positif yang terukur, sehingga media tersebut terbukti efektif.Selain pengenalan warna, media ini juga mendukung perkembangan kognitif, motorik halus, dan kreativitas anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan konkret.
Pertama, bertujuan memahami lebih luas bagaimana media balok warna dapat disesuaikan dengan budaya lokal, penelitian dapat mengeksplorasi variasi warna dan bentuk yang relevan dengan konteks masyarakat setempat dan menilai pengaruhnya terhadap motivasi belajar anak. Kedua, mengkaji efektivitas integrasi media balok warna dengan teknologi digital—misalnya aplikasi interaktif berbasis tablet—untuk mendukung pembelajaran jarak jauh dan meningkatkan keterlibatan anak melalui elemen gamifikasi. Ketiga, menilai dampak jangka panjang penggunaan media balok warna pada perkembangan bahasa dan kognitif anak usia dini dengan studi longitudinal, guna menilai apakah manfaatnya berlanjut hingga tahap pendidikan formal berikutnya.
| File size | 489.19 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSIUINSI Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan validitas informasi. Penelitian ini tidak hanya menggambarkan hambatan yangKeabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan validitas informasi. Penelitian ini tidak hanya menggambarkan hambatan yang
UINSIUINSI Permainan golf mampu melatih pusat konsentrasi, koordinasi, serta pengambilan keputusan sehingga bermanfaat bagi perkembangan pola pikir logis, kritisPermainan golf mampu melatih pusat konsentrasi, koordinasi, serta pengambilan keputusan sehingga bermanfaat bagi perkembangan pola pikir logis, kritis
UINSIUINSI Namun setelah dilakukan kegiatan bermain peran dengan tema pekerjaan maka anak perlahan-lahan mulai mengembangkan kepercayaan dirinya. Sehingga disimpulkanNamun setelah dilakukan kegiatan bermain peran dengan tema pekerjaan maka anak perlahan-lahan mulai mengembangkan kepercayaan dirinya. Sehingga disimpulkan
UINSIUINSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan berhasil menguasai huruf hijaiyyah; enam anak dapat membaca Al-Quran dengan lancar, sepuluh anakHasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan berhasil menguasai huruf hijaiyyah; enam anak dapat membaca Al-Quran dengan lancar, sepuluh anak
UINSIUINSI Penggunaan Media Permainan Tembak Tutus Untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun di RA Ar-Raudhah Desa Hampalit Kabupaten Katingan, yang diterapkanPenggunaan Media Permainan Tembak Tutus Untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun di RA Ar-Raudhah Desa Hampalit Kabupaten Katingan, yang diterapkan
UINSIUINSI Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan denganMetode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan dengan
UINSIUINSI Metode pemberian tugas (resitasi) dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dalam menghafal rukun iman pada anak usia 4-6 tahun. Penerapan metode ini mampuMetode pemberian tugas (resitasi) dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dalam menghafal rukun iman pada anak usia 4-6 tahun. Penerapan metode ini mampu
UINSIUINSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana anak pada kelompok B. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi,Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana anak pada kelompok B. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi,
Useful /
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Agenda keberlanjutan yang paling banyak diterapkan adalah pengelolaan limbah dari dimensi lingkungan, sedangkan transportasi dari dimensi sosial menjadiAgenda keberlanjutan yang paling banyak diterapkan adalah pengelolaan limbah dari dimensi lingkungan, sedangkan transportasi dari dimensi sosial menjadi
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Pendekatan kuantitatif dengan desain survey digunakan, mengumpulkan data melalui kuesioner daring dengan skala Likert lima poin dari 200 responden berusiaPendekatan kuantitatif dengan desain survey digunakan, mengumpulkan data melalui kuesioner daring dengan skala Likert lima poin dari 200 responden berusia
UINSIUINSI Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ialah anak-anak dengan rentang usia 4-6 tahun di PAUD Al-HassanahAnalisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ialah anak-anak dengan rentang usia 4-6 tahun di PAUD Al-Hassanah
UINSIUINSI Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berbicara yang signifikan dengan kategori berkembang sesuai harapan.melalui metode ini,Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berbicara yang signifikan dengan kategori berkembang sesuai harapan.melalui metode ini,