POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY

Gema Lingkungan KesehatanGema Lingkungan Kesehatan

Pertumbuhan rumah sakit yang meningkat di Asia Tenggara belum sejalan dengan kesadaran dan komitmen terhadap keberlanjutan fasilitas layanan kesehatan. Rumah sakit memegang peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Namun, karena kerentanan wilayah ini terhadap dampak perubahan iklim, rumah sakit di Asia Tenggara belum sepenuhnya bertransformasi menjadi rumah sakit hijau yang sehat. Studi ini membandingkan keberlanjutan setiap rumah sakit di Asia Tenggara yang merupakan anggota Global Green Healthy Hospital (GGHH) berdasarkan sepuluh agenda keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan analisis data sekunder yang bersumber dari situs web resmi GGHH dan memanfaatkan teknik desain deskriptif kuantitatif yang mencakup perhitungan frekuensi dan persentase. Persentase tertinggi implementasi agenda keberlanjutan di kawasan Asia Tenggara adalah limbah (72,3%), energi (63,49%), dan kepemimpinan (52,48%). Persentase terendah adalah transportasi (16,77%), farmasi (24,92%), dan bahan kimia (31,20%). Rumah sakit di Asia Tenggara menunjukkan tingkat kesadaran yang rendah tentang implementasi praktik rumah sakit hijau dan sehat. Hanya dua negara, Filipina dan Indonesia, yang memiliki fasilitas layanan kesehatan yang mampu menerapkan sepuluh agenda keberlanjutan.

Rumah sakit di Asia Tenggara menunjukkan tingkat kesadaran yang rendah dalam menerapkan konsep Global Green and Healthy Hospital (GGHH), dengan hanya Filipina dan Indonesia yang memiliki rumah sakit yang mampu mengimplementasikan sepuluh agenda keberlanjutan secara penuh.Agenda keberlanjutan yang paling banyak diterapkan adalah pengelolaan limbah dari dimensi lingkungan, sedangkan transportasi dari dimensi sosial menjadi agenda yang paling sedikit diimplementasikan.Meskipun fokus dimensi keberlanjutan pemerintah di setiap negara bervariasi, dominasi pada dimensi lingkungan masih sangat terlihat, mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih seimbang.

Penelitian mendatang dapat menyelidiki secara lebih mendalam faktor-faktor spesifik yang menjadi penghambat utama dalam penerapan agenda keberlanjutan Global Green and Healthy Hospital (GGHH) di rumah sakit Asia Tenggara, terutama untuk area seperti transportasi, farmasi, dan pengelolaan bahan kimia yang masih memiliki tingkat implementasi rendah. Hal ini dapat dilakukan melalui studi kualitatif komprehensif yang melibatkan wawancara mendalam dengan pihak manajemen rumah sakit, staf, dan pembuat kebijakan, guna mengidentifikasi kendala-kendala internal dan eksternal secara lebih rinci, yang meliputi aspek pengetahuan, alokasi anggaran, kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur. Selanjutnya, sebuah studi komparatif dapat dirancang untuk menganalisis dampak dan efektivitas berbagai kebijakan atau program insentif pemerintah yang telah diterapkan di beberapa negara Asia Tenggara, seperti sertifikasi bangunan hijau di Malaysia, terhadap tingkat adopsi agenda GGHH secara keseluruhan. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan untuk memahami bagaimana perbedaan pendekatan kebijakan ini berkontribusi pada disparitas implementasi antar negara, terutama dalam menyeimbangkan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Terakhir, mengingat adanya tantangan keterbatasan finansial dan potensi konflik antara pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan, sangat penting untuk mengembangkan dan menguji model solusi keberlanjutan yang inovatif, berbiaya rendah, serta disesuaikan dengan konteks lokal. Penelitian ini dapat berupa proyek percontohan yang mengeksplorasi strategi praktis untuk meningkatkan implementasi agenda yang masih kurang, seperti sistem transportasi staf yang efisien dan ramah lingkungan atau praktik pengelolaan farmasi yang lebih aman, dengan tujuan untuk menyediakan panduan yang dapat direplikasi dan berkelanjutan bagi rumah sakit di kawasan ini.

  1. The influence of green organizational culture as a moderator on the determinants of triple bottom line... ijirss.com/index.php/ijirss/article/view/4418The influence of green organizational culture as a moderator on the determinants of triple bottom line ijirss index php ijirss article view 4418
  2. "Implementasi Green Hospital di RSUD R. Syamsudin, SH dengan Kriteria K" by Haniah Alatas and... doi.org/10.7454/arsi.v5i2.3197Implementasi Green Hospital di RSUD R Syamsudin SH dengan Kriteria K by Haniah Alatas and doi 10 7454 arsi v5i2 3197
  3. Building Green Hospital Model in Implementing Sustainable Development Goals in Vietnam | VNU Journal... doi.org/10.25073/2588-1116/vnupam.4282Building Green Hospital Model in Implementing Sustainable Development Goals in Vietnam VNU Journal doi 10 25073 2588 1116 vnupam 4282
  4.  . 0 mdpi.com/1660-4601/17/23/8849A 0 mdpi 1660 4601 17 23 8849
Read online
File size339.12 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test