UWKSUWKS

Jurnal Ilmiah Sosio AgribisJurnal Ilmiah Sosio Agribis

Sektor pertanian memegang peranan vital dalam perekonomian nasional, namun sering terkendala oleh kondisi sumber daya manusia petani yang memiliki keterbatasan akses dan cenderung bertahan pada pola bertani tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani melalui kinerja penyuluh pertanian di Desa Corawalie, Kabupaten Bone, yang memiliki potensi besar namun masih rendah dalam adopsi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) deskriptif-kualitatif yang didukung pendekatan kuantitatif sederhana dengan Skala Likert. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) terhadap 45 responden dari 15 kelompok tani pada periode Juli hingga September 2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan kapasitas petani melalui kinerja penyuluh pertanian tergolong dalam kategori tinggi dengan rata-rata capaian 78,74%. Rincian capaian indikator menunjukkan Kapasitas Sosial menjadi aspek paling menonjol (83,21%), diikuti Kemampuan Teknis (78,15%), dan Kemampuan Manajerial (76,85%). Temuan ini mengindikasikan bahwa kehadiran penyuluh melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan intensif efektif dalam membangun jejaring kemitraan serta mengubah wawasan petani menuju kemandirian. Studi ini memberikan kontribusi empiris tentang mekanisme spesifik layanan penyuluhan dalam memengaruhi berbagai dimensi kapasitas petani di tingkat lokal.

Penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian secara signifikan meningkatkan kapasitas petani di Desa Corawalie dengan rata‑rata pencapaian kategori tinggi (78,74%).Dimensi kapasitas sosial menunjukkan perbaikan tertinggi (83,21%), diikuti oleh teknis (78,15%) dan manajerial (76,85%).Intervensi penyuluh yang memanfaatkan pendekatan partisipatif, pembelajaran berbasiskan praktik, dan komunikasi interpersonal intensif terbukti efektif membangun fondasi modal sosial untuk peningkatan kapasitas lain.

Penelitian selanjutnya dapat memulai studi kuantitatif longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang peningkatan kapasitas petani terhadap pendapatan dan ketersediaan pangan di wilayah lain, sehingga dapat menilai keberlanjutan program. Selanjutnya, mengkaji peran kepemimpinan kelompok tani dan akses infrastruktur digital sebagai moderator antara kinerja penyuluh dan adopsi teknologi, guna mengidentifikasi faktor kekuatan dan kelemahan yang mempengaruhi efektivitas intervensi. Terakhir, sebuah eksperimen terkontrol dapat dilakukan untuk membandingkan metode penyuluhan tradisional dengan blended extension (tatap muka digital) dalam meningkatkan kemampuan manajerial petani, sehingga rekomendasi kebijakan dapat didasarkan pada bukti empiris yang kuat.

Read online
File size224.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test