USUUSU

KomunikaKomunika

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi antar pribadi antara orang tua dan anak yang terkandung dalam Al-Quran, khususnya dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102 dan Surah Luqman ayat 16-19, serta menganalisisnya melalui perspektif Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari kitab Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder dari buku-buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ayat tersebut memuat prinsip-prinsip komunikasi antar pribadi yang efektif, yaitu: (1) Kesetaraan dan Keterbukaan (Equality and Openness), sebagaimana dialog Nabi Ibrahim dan Ismail; (2) Empati (Empathy), yang tercermin dalam respons Ismail; dan (3) Perilaku Positif (Positiveness), yang dijabarkan melalui nasihat Luqman. Pola komunikasi ini diwujudkan dalam perilaku konkret seperti pemilihan diksi yang tepat, menjadikan anak sebagai mitra bicara, tidak memalingkan wajah, dan tidak berteriak. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi orang tua dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan anak, yang pada gilirannya dapat memperkuat ketahanan keluarga.

Penelitian ini mengidentifikasi tiga pola komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak berdasarkan interpretasi Tafsir Al-Azhar terhadap Surah Ash-Shaffat ayat 102 dan Surah Luqman ayat 16-19, yaitu kesetaraan dan keterbukaan, empati, serta perilaku positif.Pola-pola ini sejalan dengan teori komunikasi modern dan menawarkan panduan praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan yang harmonis dengan anak-anak mereka.Penerapan prinsip-prinsip ini dapat memperkuat ketahanan keluarga dan menumbuhkan komunikasi yang efektif.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara interpretasi Tafsir Al-Azhar dengan tafsir-tafsir lainnya untuk memperkaya pemahaman tentang pola komunikasi dalam Al-Quran. Kedua, penelitian empiris diperlukan untuk menguji efektivitas penerapan pola komunikasi ini dalam konteks keluarga Muslim kontemporer. Ketiga, pengembangan modul pelatihan komunikasi keluarga berbasis nilai-nilai Qurani dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kualitas interaksi antara orang tua dan anak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun keluarga yang harmonis, berakhlak mulia, dan tangguh secara spiritual maupun sosial, dengan mempertimbangkan kompleksitas dinamika keluarga modern dan kebutuhan akan pendekatan yang holistik dan relevan.

Read online
File size533.02 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test