USUUSU

KomunikaKomunika

Ketidaksetaraan dalam perlakuan terhadap korban kekerasan seksual dapat terlihat pada mereka yang tidak memiliki teman untuk berbagi perasaan bingung, takut, dan kurangnya pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan setelah mengalami tindak kekerasan seksual. Penelitian ini membahas aktivitas komunikasi para pendamping di Nurani Perempuan dengan korban kekerasan seksual di Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh Nurani Perempuan Womens Crisis Center sebagai pendamping korban kekerasan seksual di Sumatera Barat.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam pendampingan korban kekerasan seksual oleh Nurani Perempuan tidak dapat menggunakan pendekatan standar.Komunikasi harus disesuaikan dengan latar belakang, pengalaman hidup, dan kondisi psikologis setiap korban.Keragaman ini menunjukkan bahwa proses pendampingan adalah kompleks dan membutuhkan strategi individual yang mengakui keunikan situasi setiap korban.Hal ini memiliki implikasi penting bagi praktik pendampingan korban kekerasan seksual.komunikasi yang efektif membutuhkan kerangka kerja yang fleksibel dan trauma-informed.Dalam kerangka kerja ini, prinsip-prinsip seperti kepercayaan, keamanan, dan sensitivitas etis menjadi elemen fundamental.Pendamping harus mengakui bahwa tanpa fondasi ini, korban kurang mungkin merasa aman untuk mengungkapkan pengalaman mereka, yang dapat menghambat pemulihan dan proses hukum.Dalam praktik, pendamping diharapkan melampaui prosedur teknis.Mereka harus secara aktif mengintegrasikan empati, menjaga kerahasiaan, dan menunjukkan adaptabilitas dalam setiap interaksi.Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, pendamping dapat mengurangi risiko retraumatisasi dan memberikan korban ruang psikologis yang diperlukan untuk mendapatkan kembali kendali atas hidup mereka.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Mengembangkan model komunikasi trauma-informed yang spesifik untuk pendampingan korban kekerasan seksual di Indonesia, dengan mempertimbangkan keragaman budaya dan sosial. Model ini dapat membantu pendamping dalam memahami dan menyesuaikan pendekatan komunikasi mereka dengan kebutuhan unik setiap korban.. . 2. Menganalisis lebih lanjut peran keluarga dalam proses pendampingan dan komunikasi dengan korban. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana dukungan keluarga dapat mempengaruhi proses pemulihan dan bagaimana pendamping dapat bekerja sama dengan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi korban.. . 3. Meneliti dampak jangka panjang dari komunikasi trauma-informed dalam pendampingan korban kekerasan seksual. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana komunikasi yang sensitif dan empati dapat berkontribusi pada pemulihan psikologis korban, mengurangi risiko retraumatisasi, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

  1. Jurnal Kajian Komunikasi. vol jurnal kajian komunikasi june doi https jkk v8i1 issue available regular... jurnal.unpad.ac.id/jkk/issue/view/1466Jurnal Kajian Komunikasi vol jurnal kajian komunikasi june doi https jkk v8i1 issue available regular jurnal unpad ac jkk issue view 1466
  2. 0. 0 psycnet.apa.org/doi/10.4135/9781483349619.n50 0 psycnet apa doi 10 4135 9781483349619 n5
  3. DAMPAK TRAUMATIS REMAJA KORBAN TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL SERTA PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA | Ramadhani... jurnal.unpad.ac.id/share/article/view/39462DAMPAK TRAUMATIS REMAJA KORBAN TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL SERTA PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA Ramadhani jurnal unpad ac share article view 39462
  4. Sage Academic Books - Engaging Theories in Family Communication: Multiple Perspectives - Communication... doi.org/10.4135/9781452204420.n3Sage Academic Books Engaging Theories in Family Communication Multiple Perspectives Communication doi 10 4135 9781452204420 n3
Read online
File size439.16 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test