UMSUMS
Jurnal Keilmuan dan KeislamanJurnal Keilmuan dan KeislamanTransformasi pendidikan abad ke-21 menuntut sistem pendidikan mengadopsi pendekatan yang holistik, adaptif, dan berpusat pada peserta didik untuk merespons perkembangan teknologi dan dinamika global. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21 di India dan Indonesia, serta mengidentifikasi konvergensi paradigma, divergensi strategi implementasi, dan tantangan sistemik yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memiliki konvergensi dalam paradigma pendidikan yang menekankan pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum holistik. Namun, terdapat divergensi dalam implementasi kebijakan, di mana India melalui National Education Policy (NEP) 2020 lebih menonjolkan pendekatan struktural dan sistemik, sementara Indonesia melalui Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka lebih mengedepankan pendekatan kontekstual dan desentralistik. Selain itu, kedua negara menghadapi tantangan serupa berupa kesenjangan infrastruktur digital, variasi kualitas guru, serta kesenjangan antara kebijakan dan implementasi. Faktor kunci keberhasilan meliputi kepemimpinan transformasional, penguatan kompetensi guru, integrasi teknologi yang inklusif, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam kajian pendidikan komparatif dan secara praktis memberikan rekomendasi kebijakan yang adaptif dan kontekstual untuk mendukung transformasi pendidikan berkelanjutan.
Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan di India dan Indonesia menunjukkan arah yang semakin konvergen menuju paradigma pendidikan abad ke-21 yang berorientasi pada pengembangan peserta didik secara holistik.Kedua negara sama-sama menggeser pendekatan pembelajaran dari yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dengan menekankan integrasi kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta literasi digital.Selain itu, baik National Education Policy (NEP) 2020 di India maupun Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Indonesia mengintegrasikan pendidikan karakter sebagai bagian integral dari proses pembelajaran, yang menunjukkan komitmen terhadap pengembangan manusia secara utuh, tidak hanya dari aspek kognitif tetapi juga afektif dan sosial.Namun, hasil penelitian juga menunjukkan adanya divergensi strategis dalam implementasi kebijakan pendidikan di kedua negara.India mengadopsi pendekatan struktural dan sistemik yang terintegrasi seperti penerapan sistem multiple entry-exit, serta integrasi standarisasi pendidikan.Sebaliknya, Indonesia lebih menekankan pendekatan kontekstual dan desentralistik dengan memberikan otonomi kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lokal, termasuk pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila.Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun tujuan pendidikan bersifat universal, strategi implementasi sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan kebijakan masing-masing negara.Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa implementasi kebijakan pendidikan di kedua negara masih menghadapi berbagai tantangan sistemik yang relatif serupa, seperti kesenjangan infrastruktur digital, variasi kualitas dan kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.Selain itu, faktor budaya organisasi dan resistensi terhadap perubahan juga menjadi hambatan dalam mengadopsi inovasi pembelajaran abad ke-21.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas desain kebijakan, tetapi juga implementasi dan kesiapan ekosistem pendidikan secara keseluruhan.Penelitian ini juga mengungkapkan sejumlah faktor kunci yang berperan sebagai determinan keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan, yaitu kepemimpinan pendidikan transformasional, profesionalisme dan pengembangan berkelanjutan guru, integrasi teknologi yang inklusif, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.Sinergi antara faktor-faktor tersebut menjadi prasyarat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.Dengan demikian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan, praktik, dan konteks lokal menjadi strategi yang krusial dalam mengoptimalkan implementasi kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai implementasi kebijakan pendidikan di India dan Indonesia, dengan fokus pada analisis faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam mengatasi tantangan sistemik yang dihadapi kedua negara, seperti kesenjangan infrastruktur digital dan variasi kualitas guru. Terakhir, penelitian dapat mengusulkan model kolaborasi lintas sektor dan pembelajaran antarnegara untuk mengadopsi praktik terbaik yang relevan secara kontekstual, sehingga sistem pendidikan di India dan Indonesia dapat berkembang menjadi lebih inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan global di masa depan.
- IndoBERT-Based Sentiment Analysis of Electric Motorcycle Policy in Indonesia Using Instagram Data | Jurnal... doi.org/10.23917/saintek.v2i2.17021IndoBERT Based Sentiment Analysis of Electric Motorcycle Policy in Indonesia Using Instagram Data Jurnal doi 10 23917 saintek v2i2 17021
- Pendampingan Pengemasan dan Pemasaran Digital Wonton Sik AE di Kota Madiun | Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar.... doi.org/10.56972/jikm.v5i2.234Pendampingan Pengemasan dan Pemasaran Digital Wonton Sik AE di Kota Madiun Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar doi 10 56972 jikm v5i2 234
- Enhancing Students' Critical Reading Skills through the Integration of Critical Literacy Pedagogy... doi.org/10.23917/ijolae.v8i1.13366Enhancing Students Critical Reading Skills through the Integration of Critical Literacy Pedagogy doi 10 23917 ijolae v8i1 13366
- SisCek: A Deep Learning-Based Face Recognition System for Real-Time Exam Impersonation Detection | Jurnal... journals2.ums.ac.id/saintek/article/view/16998SisCek A Deep Learning Based Face Recognition System for Real Time Exam Impersonation Detection Jurnal journals2 ums ac saintek article view 16998
| File size | 676.09 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
UNZAHUNZAH Berpikir kritis adalah keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah secara efektif. ModelBerpikir kritis adalah keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah secara efektif. Model
TSBTSB Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan implementasi model pembelajaran multiliterasi berbasis genre untuk mengembangkan kompetensi menulis teks eksposisiPenelitian ini bertujuan untuk menguraikan implementasi model pembelajaran multiliterasi berbasis genre untuk mengembangkan kompetensi menulis teks eksposisi
GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 13 Banda Aceh, dengan sampel satu kelas yaitu kelas VII-2 yang dipilih secara acak dari limaPopulasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 13 Banda Aceh, dengan sampel satu kelas yaitu kelas VII-2 yang dipilih secara acak dari lima
UMSBUMSB Kurangnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Arab adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan pentingnya menciptakan pembelajaranKurangnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Arab adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan pentingnya menciptakan pembelajaran
UNISSULAUNISSULA Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini diperoleh dari nilai hasil pembelajaranTeknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini diperoleh dari nilai hasil pembelajaran
MAHADEWAMAHADEWA Data dianalisis menggunakan uji-t dan analisis kovarians (Ancova). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antaraData dianalisis menggunakan uji-t dan analisis kovarians (Ancova). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara
MAHADEWAMAHADEWA Rata-rata persentase aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 11,88%. Ada peningkatan hasil belajar matematika dengan penerapan model pembelajaranRata-rata persentase aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 11,88%. Ada peningkatan hasil belajar matematika dengan penerapan model pembelajaran
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar matematika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran pemecahanPenelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar matematika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran pemecahan
Useful /
UNIPIUNIPI Selain itu, penelitian ini menunjukkan hubungannya dengan strategi kesopanan yang digunakan oleh mahasiswa dalam menyusun pesan teks kepada dosen mereka.Selain itu, penelitian ini menunjukkan hubungannya dengan strategi kesopanan yang digunakan oleh mahasiswa dalam menyusun pesan teks kepada dosen mereka.
UNZAHUNZAH The findings are expected to serve as a reference in designing aggression prevention and treatment programmes among adolescents and young adults. AggressionThe findings are expected to serve as a reference in designing aggression prevention and treatment programmes among adolescents and young adults. Aggression
UIN SUKAUIN SUKA Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari kategorisasi jawaban 100 responden, sebagian kecil mendukung penggunaan SIBI dalam komunikasi karena konsepnyaBerdasarkan analisis data yang diperoleh dari kategorisasi jawaban 100 responden, sebagian kecil mendukung penggunaan SIBI dalam komunikasi karena konsepnya
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Balita yang mengalami hambatan pertumbuhan yang ditandai dengan fisik000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Balita yang mengalami hambatan pertumbuhan yang ditandai dengan fisik