POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceStunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Balita yang mengalami hambatan pertumbuhan yang ditandai dengan fisik pendek dan sangat pendek merupakan dua masalah gizi utama di Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Gianyar 1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode cross-sectional yang disajikan dalam tabel silang dan dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi (Fe) dengan kejadian stunting, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai α < 0,05. Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,324 untuk protein, 0,354 untuk karbohidrat, dan 0,338 untuk zat besi. Dari hasil penelitian ini disarankan agar keluarga memperhatikan jumlah asupan gizi balita baik saat dalam kandungan maupun setelah lahir, serta melakukan konseling gizi di posyandu. Puskesmas juga diharapkan terus memberikan edukasi mengenai bahaya stunting.
Asupan protein, karbohidrat, dan zat besi pada balita sebagian besar sudah berada dalam kategori baik, meskipun masih terdapat sekitar 9-10 dari 70 balita dengan asupan yang kurang.Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Gianyar 1, dengan arah korelasi positif.Semakin baik asupan ketiga zat gizi tersebut, semakin baik pula status gizi balita, sehingga pencegahan stunting perlu melibatkan keluarga dan pihak puskesmas melalui konseling gizi dan edukasi rutin.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pola asuh dan ketersediaan pangan keluarga memengaruhi kualitas asupan protein, karbohidrat, dan zat besi pada balita di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi seperti Gianyar. Kedua, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas intervensi pemberian makanan tambahan bergizi yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan status gizi balita stunting, dibandingkan dengan konseling gizi rutin di posyandu. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara status gizi ibu hamil dan asupan zat gizi selama kehamilan dengan pertumbuhan linier anak hingga usia 23 bulan, untuk memahami dampak jangka panjang intervensi gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk merancang program pencegahan stunting yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
| File size | 309.68 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Serangga sebagai hama 6 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 1 jenis serangga dan serangga sebagai pengurai 1 jenis seranga. Penelitian ini dilakukanSerangga sebagai hama 6 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 1 jenis serangga dan serangga sebagai pengurai 1 jenis seranga. Penelitian ini dilakukan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Selain memiliki aroma yang khas, pandan juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Namun, pewarna makanan alami memiliki stabilitas warna yang kurangSelain memiliki aroma yang khas, pandan juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Namun, pewarna makanan alami memiliki stabilitas warna yang kurang
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jamur tiram yaitu A1 B3 (ampas tahu100 g/baglog dan blotong kering 30 g/baglog). Perlakuan penambahanPerlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jamur tiram yaitu A1 B3 (ampas tahu100 g/baglog dan blotong kering 30 g/baglog). Perlakuan penambahan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA coffeae sebesar 0,75 % dan persentase batang serta cabang terserang sebesar 0,70 %. Meskipun saat ini hama ini dianggap minor, kondisi lingkungan yangcoffeae sebesar 0,75 % dan persentase batang serta cabang terserang sebesar 0,70 %. Meskipun saat ini hama ini dianggap minor, kondisi lingkungan yang
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Industri gula kelapa memberikan nilai tambah bagi pengrajin. Setiap pengolahan satu kilogram nira, rata-rata dihasilkan 0,19 kg gula. 612 per kg atau sebesarIndustri gula kelapa memberikan nilai tambah bagi pengrajin. Setiap pengolahan satu kilogram nira, rata-rata dihasilkan 0,19 kg gula. 612 per kg atau sebesar
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan wawancara face-to-face interview kepada petani menggunakan kuesioner data primer. PenelitianMetode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan wawancara face-to-face interview kepada petani menggunakan kuesioner data primer. Penelitian
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Materi utama dalam penelitian ini yaitu stek rumput odot, feses ayam dan daun kirinyuh (Chromolaena odorata). Rancangan penelitian yang digunakan yaituMateri utama dalam penelitian ini yaitu stek rumput odot, feses ayam dan daun kirinyuh (Chromolaena odorata). Rancangan penelitian yang digunakan yaitu
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam, dan jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitianData yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam, dan jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian
Useful /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan kontrol berupa penggunaan ragi instan, dan perlakuan lainnya berupa sourdough denganMetode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan kontrol berupa penggunaan ragi instan, dan perlakuan lainnya berupa sourdough dengan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR The higher the substitution of pumpkin puree, the increase in beta-carotene levels and fiber levels. The substitution of pumpkin puree in P4 (40%) andThe higher the substitution of pumpkin puree, the increase in beta-carotene levels and fiber levels. The substitution of pumpkin puree in P4 (40%) and
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan penerapan higiene sanitasi berdasarkan tingkat pengetahuan penjamah makanan di RSUD Tabanan. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan penerapan higiene sanitasi berdasarkan tingkat pengetahuan penjamah makanan di RSUD Tabanan. Penelitian
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Jenis data yang digunakan meliputi data primer, yaitu status stunting, tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor), status imunisasi, sertaJenis data yang digunakan meliputi data primer, yaitu status stunting, tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor), status imunisasi, serta