INABJINABJ

The Indonesian Biomedical JournalThe Indonesian Biomedical Journal

Latar belakang: Saat ini, identifikasi sel kanker payudara stem (BCSCs) biasanya bergantung pada profil ekspresi CD24-/CD44 . Namun, sedikit penelitian yang menggabungkan data mutasi genomik dengan validasi ekspresi gen eksperimen pada populasi CSC dan non-CSC. Hasil genotipe sel MDAMB-231 CD24-/CD44 mengungkapkan 36 mutasi pada BCSC dibandingkan non-BCSC, dengan ekspresi FOXO1 dan FYN yang meningkat, yang dapat menjadi biomarker potensial bagi subpopulasi ini. Oleh karena itu, dalam studi ini, analisis SNP dan PCR kuantitatif (qPCR) dilakukan untuk menilai hubungan antara mutasi dan tren ekspresi FOXO1 serta FYN pada sel MDAMB-231, model sel kanker payudara dengan karakteristik stem‑like yang terdefinisi dengan baik. Metode: DNA genomik diisolasi dari BCSC dan non-BCSC sel MDAMB-231. Analisis mutasi dilakukan menggunakan PLINK, sedangkan ekspresi FOXO1 dan FYN diukur dengan qPCR SYBR Green satu langkah, menggunakan 18s rRNA sebagai referensi. Data dianalisis dengan metode Livak (2−∆∆Ct). Hasil: Dari 36 mutasi yang ditemukan pada BCSC, mutasi patogenik pada PTEN (rs786204914) dan CHEK2 (rs587782401) diidentifikasi. Ekspresi mRNA FOXO1 (2.989±2.817 vs. 1.072±0.388) dan FYN (1.405±0.072 vs. 0.855±0.140) lebih tinggi pada CSC dibandingkan non-CSC, meskipun perbedaan tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan: Mutasi patogenik pada CHEK2 dan PTEN terdeteksi dalam populasi BCSC, yang dapat memengaruhi ekspresi FOXO1 dan FYN, meskipun belum terverifikasi secara statistik. Temuan ini menunjukkan hubungan yang mungkin, namun belum diverifikasi, antara mutasi gen dan pola ekspresi, menekankan pentingnya studi fungsional lebih lanjut untuk memvalidasi FOXO1 dan FYN sebagai biomarker kandidat untuk BCSC.

Mutasi patogenik pada CHEK2 dan PTEN ditemukan dalam populasi BCSC, yang berpotensi memengaruhi ekspresi FOXO1 dan FYN.Meski perbedaan ekspresi tidak signifikan, data menunjukkan tren peningkatan pada sel CSC.Penelitian fungsional lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi FOXO1 dan FYN sebagai biomarker BCSC.

Untuk melengkapi pemahaman tentang hubungan mutasi dan ekspresi pada sel kanker stem, penelitian selanjutnya dapat meneliti efek fungsional mutasi CHEK2 dan PTEN dengan menggunakan teknik CRISPR‑Cas9 untuk menonaktifkan atau memperbaiki gen tersebut dan mengamati perubahan ekspresi FOXO1 dan FYN serta perilaku migrasi dan resistensi obat; alternatifnya, studi longitudinal pada sampel klinis pasien payudara dapat dilakukan untuk mengamati korelasi klinis antara status mutasi gen tersebut, tingkat ekspresi biomarker, dan respons terhadap terapi target; serta, dapat dieksplorasi interaksi antara FOXO1, FYN, dan jalur PI3K/AKT menggunakan model organoid iPSC‑derived untuk menilai potensi kombinasi terapi inhibitor kinase Src dan modulator FOXO1 sebagai pendekatan terapeutik baru bagi pasien dengan BCSC tinggi.

  1. FOXO1 and FYN Expression Trends in Breast Cancer Stem Cells: An Integrative Study of Single Nucleotide... doi.org/10.18585/inabj.v17i4.3656FOXO1 and FYN Expression Trends in Breast Cancer Stem Cells An Integrative Study of Single Nucleotide doi 10 18585 inabj v17i4 3656
Read online
File size1.36 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test