UMWUMW

Jurnal MediLab Mandala WaluyaJurnal MediLab Mandala Waluya

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB, yang dinamakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) harus dikonsumsi selama 6-8 bulan. Akan tetapi, OAT memiliki efek samping terutama menggangu fungsi hati dan ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan. Populasi sampel pada penelitian ini yaitu penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan sebanyak 20 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin sehingga di peroleh 16 sampel. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan bilirubin dan protein pada urine yaitu menggunakan strip carik celup. Hasil penelitian dari 16 sampel yaitu pada pemeriksaan Bilirubin Urine di dapatkan sampel normal 12 (75%) dan sampel positif 4 (25%). Pada pemeriksan Protein Urine di dapatkan sampel normal 11 (68,75%), sampel trace 3 (18,75) dan sampel positif 2 (12,50%). Penyebab terjadinya kenaikan Bilirubin Urine yaitu karena penderita mengkonsumsi OAT secara terus menerus tanpa disertai dengan pola hidup sehat. Dan penyebab terjadinya kenaikan Protein Urine disebabkan oleh lamanya pengobatan, yang mana salah satu efek samping dari terapi OAT yaitu rifampisin dan streptomisin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemeriksaan urine pada penderita TB paru pasca 6 bulan didapatkan Bilirubin urine didapatkah hasil normal 12 (75%) dan positif 4 (25%). Dan pada pemeriksaan protein urine didapatkan hasil normal 11 (68,75%), trace 3 (18,75%) dan positif 2 (12,50%). Adapun saran kepada peneliti selanjutnya adalah dapat melakukan pemeriksaan bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pengobatan 1 bulan dan 2 bulan (pengobatan fase awal).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa.Pada pemeriksaan Bilirubin didapatkan hasil normal 12 orang (75 %) dan positif 4 orang (25 %), sehingga dapat dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar pasien TB paru pasca pengobatan 6 bulan memiliki hasil bilirubin urin negatif.Pada pemeriksaan protein didapatkan normal 11 orang (68,75 %), trace 3 orang (18,75 %) dan Positif 2 (12,50 %), sehingga dapat dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar pasien TB paru pasca pengobatan 6 bulan memiliki hasil protein urine negatif.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan pemeriksaan bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pada fase awal pengobatan, yaitu pada bulan pertama dan kedua. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang efek jangka panjang dari pengobatan TB terhadap fungsi hati dan ginjal, serta hubungan antara lamanya pengobatan dengan tingkat kerusakan ginjal. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan metode pemeriksaan yang lebih akurat dan sensitif untuk mendeteksi bilirubin dan protein dalam urine, serta studi komparatif antara metode pemeriksaan yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memahami efek samping pengobatan TB dan membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengelolaan komplikasi yang terkait.

Read online
File size233.46 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test