UMWUMW

Jurnal MediLab Mandala WaluyaJurnal MediLab Mandala Waluya

Hemoglobin merupakan suatu protein yang dikonjugasi yang terdapat di dalam sel darah merah dan mengandung zat besi. Pemeriksaan hemoglobin dalam darah mempunyai peranan yang sangat penting dalam diagnosa suatu penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kadar hemoglobin sebelum dan sesudah menstruasi berdasarkan lamanya menstruasi pada mahasiswi D-IV Teknologi Laboratorium Medis Universitas Mandala Waluya Kendari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu jumlah keseluruhan mahasiswi angkatan 2017, sebanyak 34 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum menstruasi dalam kategori normal sebanyak 34 responden (100 %). Sedangkan karakteristik responden pemeriksaan kadar hemoglobin sesudah menstruasi sebagian responden memiliki kadar hemoglobin dalam kategori abnormal sebanyak 26 responden (76,48 %), dan sisanya 8 responden (23,52 %) memiliki kadar hemoglobin dalam kategori normal. Hasil uji statistik yang menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 artinya H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah menstruasi pada mahasiswi D-IV TLM UMW Kendari. Sedangkan uji Mann‑Whitney diperoleh nilai p = 0,526 > 0,05 artinya H0 diterima yang berarti tidak ada perbedaan kadar hemoglobin berdasarkan lama menstruasi 5 hari dengan kadar hemoglobin 6 hari menstruasi pada mahasiswi D‑IV TLM UMW Kendari.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin secara signifikan lebih rendah setelah menstruasi dibandingkan sebelum menstruasi, menandakan risiko anemia pada mahasiswi D‑IV Teknologi Laboratorium Medis.Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon memperkuat temuan ini dengan nilai p < 0,05.Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin pada kelompok dengan durasi menstruasi 5 hari dan 6 hari (uji Mann‑Whitney, p > 0,05).

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah suplementasi zat besi selama periode menstruasi dapat mempercepat pemulihan kadar hemoglobin pada mahasiswi D‑IV Teknologi Laboratorium Medis, dengan membandingkan kelompok yang menerima suplemen dan kelompok kontrol dalam desain uji coba terkontrol. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang mengevaluasi hubungan antara asupan makanan kaya zat besi, volume perdarahan menstruasi yang diukur secara kuantitatif, dan perubahan kadar hemoglobin selama siklus menstruasi, untuk menentukan faktor nutrisi utama yang memengaruhi risiko anemia. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti dampak psikologis dan akademik dari gejala anemia, seperti kelelahan dan penurunan konsentrasi, terhadap prestasi belajar dan kesejahteraan mental mahasiswi, dengan menggunakan kuesioner standar dan analisis regresi multivariat. Hasil‑hasil ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan intervensi kesehatan reproduksi yang lebih efektif di lingkungan kampus.

Read online
File size220.57 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test