UMWUMW
Waluya The International Science of Health JournalWaluya The International Science of Health JournalTuberculosis (TB) tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan, dengan tren yang kompleks dan memprihatinkan. Menurut data WHO tahun 2020, sekitar 10 juta kasus TB baru tercatat dengan 1,5 juta kematian di seluruh dunia, menjadikan TB sebagai salah satu penyebab utama kematian global dan penyebab kematian tunggal terbesar, melebihi HIV/AIDS. Pandemi Covid-19 semakin memperburuk situasi ini, dengan dampak signifikan terhadap akses dan penyediaan layanan TB. Laporan WHO terbaru menunjukkan peningkatan jumlah kasus TB baru menjadi 7,5 juta, angka tertinggi sejak pemantauan dimulai pada tahun 1995, dan kesenjangan antara kasus yang terdeteksi dan didiagnosis semakin mengecil. Namun, penurunan angka kejadian global sebesar 8,7% dari tahun 2015 hingga 2022 masih jauh dari target WHO.
Untuk meningkatkan cakupan pengobatan TB, perlu dikembangkan sistem pemantauan yang efektif untuk memantau kualitas layanan kesehatan dan kepatuhan terhadap pengobatan.Data kualitas layanan kesehatan harus diintegrasikan ke dalam aplikasi kesehatan.Selain itu, pemerintah dan pemangku kepentingan kesehatan harus menerapkan intervensi yang meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan untuk mencapai cakupan pengobatan yang lebih baik dan hasil kesehatan yang lebih positif bagi pasien TB.
Untuk meningkatkan cakupan pengobatan TB, perlu dikembangkan sistem pemantauan yang efektif untuk memantau kualitas layanan kesehatan dan kepatuhan terhadap pengobatan. Data kualitas layanan kesehatan harus diintegrasikan ke dalam aplikasi kesehatan. Selain itu, pemerintah dan pemangku kepentingan kesehatan harus menerapkan intervensi yang meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan untuk mencapai cakupan pengobatan yang lebih baik dan hasil kesehatan yang lebih positif bagi pasien TB. Penelitian lanjutan dapat fokus pada faktor-faktor yang menghubungkan kualitas layanan kesehatan dengan hubungan antara kebijakan pemerintah dan cakupan pengobatan. Penting juga untuk menyelidiki strategi yang mencakup peningkatan kualitas layanan kesehatan, akses, dan dukungan komunitas untuk meningkatkan cakupan pengobatan TB secara signifikan.
| File size | 501.53 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Tingkat ketaatan penderita Tuberkulosis (TBC) dalam menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) masih menjadi hambatan utama di wilayah Kabupaten BatuTingkat ketaatan penderita Tuberkulosis (TBC) dalam menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) masih menjadi hambatan utama di wilayah Kabupaten Batu
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG In conclusion, reducing the TB burden in Asia requires a multifaceted and integrated approach addressing medical, social, economic, and health system factors.In conclusion, reducing the TB burden in Asia requires a multifaceted and integrated approach addressing medical, social, economic, and health system factors.
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan penerapan tindakan pencegahan TB mendukung hipotesis tiga rintis penelitian, menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuanHubungan antara pengetahuan, sikap, dan penerapan tindakan pencegahan TB mendukung hipotesis tiga rintis penelitian, menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan
UNHASAUNHASA Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan sekitar 8,2 juta kasus baru setiap tahun. Strategi End TB WHO menargetkan penghentian epidemiTuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan sekitar 8,2 juta kasus baru setiap tahun. Strategi End TB WHO menargetkan penghentian epidemi
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Tuberkulosis (TB) masih menjadi prioritas masalah kesehatan yang harus ditangani dengan cepat. Indonesia menjadi penyumbang nomor dua terbanyak kasus TBTuberkulosis (TB) masih menjadi prioritas masalah kesehatan yang harus ditangani dengan cepat. Indonesia menjadi penyumbang nomor dua terbanyak kasus TB
ITKESWHSITKESWHS Kader kesehatan diharapkan mampu menindaklanjuti kegiatan yang telah dilakukan dengan terus berlatih komunikasi dan konseling dengan sasaran individu maupunKader kesehatan diharapkan mampu menindaklanjuti kegiatan yang telah dilakukan dengan terus berlatih komunikasi dan konseling dengan sasaran individu maupun
URINDOURINDO Faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian TB paru di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur antara lain pendidikan (p valueFaktor risiko yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian TB paru di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur antara lain pendidikan (p value
ITEKES BALIITEKES BALI Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dan stigma dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan OAT. PenelitianTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dan stigma dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan OAT. Penelitian
Useful /
UMWUMW Berdasarkan data kasus hipertensi di Puskesmas Watubangga, terdapat 1. 022 kasus (54%) pada tahun 2022, 1. 183 kasus (65%) pada tahun 2023, dan 1. 789Berdasarkan data kasus hipertensi di Puskesmas Watubangga, terdapat 1. 022 kasus (54%) pada tahun 2022, 1. 183 kasus (65%) pada tahun 2023, dan 1. 789
ITEKES BALIITEKES BALI Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan metode ConvinienceMetode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan metode Convinience
ITEKES BALIITEKES BALI Penelitian ini merekomendasikan pentingnya menilai stres pada keluarga pasien stroke dengan afasia dan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang afasiaPenelitian ini merekomendasikan pentingnya menilai stres pada keluarga pasien stroke dengan afasia dan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang afasia
ITEKES BALIITEKES BALI Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan memotong kuku terhadap perilaku memotong kuku anak retardasi mental di SLB DaerahTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan memotong kuku terhadap perilaku memotong kuku anak retardasi mental di SLB Daerah