ITEKES BALIITEKES BALI

Jurnal Riset Kesehatan NasionalJurnal Riset Kesehatan Nasional

Latar Belakang: Menurut data Indonesian Society for Special Needs Education (ISSE), terdapat lebih dari 2,6 juta anak berkebutuhan khusus usia sekolah di Indonesia, namun hanya sekitar 1,83% yang bersekolah di sekolah khusus. Anak retardasi mental memerlukan penanganan khusus, termasuk pelatihan memotong kuku yang melibatkan orang tua. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan memotong kuku terhadap perilaku memotong kuku anak retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada anak retardasi mental usia sekolah di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan SPSS versi 16.0 dengan uji pair t-test, Wilcoxon, dan Mann Whitney dengan taraf signifikan 0,05. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan dalam perilaku memotong kuku pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pelatihan (p < 0,05), serta pada kelompok kontrol (p < 0,05). Kesimpulan: Pelatihan memotong kuku berpengaruh terhadap perilaku memotong kuku anak retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Perilaku memotong kuku anak mengalami peningkatan setelah diberikan pelatihan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan perawatan diri anak retardasi mental.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan buku saku pelatihan memotong kuku sebagai model pemberdayaan keluarga bagi anak dengan retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas pelatihan ini dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan berbagai metode evaluasi. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan perawatan diri anak retardasi mental, seperti dukungan sosial dan lingkungan keluarga, serta mengembangkan intervensi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih efektif untuk membantu anak-anak ini mencapai kemandirian dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

  1. #self esteem#self esteem
  2. #blended learning#blended learning
Read online
File size746.74 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2mI
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test