POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3
JKEPJKEPMeskipun semakin ditekankannya kepuasan pasien sebagai indikator utama kualitas layanan kesehatan, masih terdapat keterbatasan penelitian yang secara khusus mengevaluasi tingkat kepuasan pasien dalam prosedur kateterisasi jantung, terutama pada setiap tahapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kateterisasi jantung. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan sampel sebanyak 44 responden yang menjalani prosedur kateterisasi dari bulan Mei hingga Juni 2024, dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian adalah kepuasan pasien terhadap layanan kateterisasi jantung yang diukur menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dan telah divalidasi dengan nilai R sebesar 0,039 serta nilai Cronbachs alpha sebesar 0,940. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia lanjut akhir (43,2%), laki-laki (72,7%), dan berpendidikan SMA (52,3%). Sebagian besar responden merasa puas pada tahap pra-kateterisasi (81,8%), intra-kateterisasi (90,9%), dan pasca-kateterisasi (81,8%). Secara keseluruhan, 86,4% responden merasa puas terhadap layanan kateterisasi jantung yang telah diberikan. Berdasarkan karakteristik responden, pasien lanjut usia (94,7%), laki-laki (87,5%), dan yang berpendidikan SMA (91,3%) lebih banyak menyatakan kepuasan. Tingkat kepuasan didasarkan pada setiap dimensi pelayanan pada setiap tahapan, dan secara umum responden merasa puas terhadap layanan yang diberikan. Kepuasan pasien memiliki peran penting terhadap hasil layanan kesehatan dan menjadi indikator kualitas serta manajemen lembaga kesehatan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap layanan kateterisasi jantung mencakup berbagai tahapan, mulai dari pra-kateterisasi, intra-kateterisasi, hingga pasca-kateterisasi, yang dianalisis berdasarkan beberapa dimensi kepuasan.Secara keseluruhan, layanan kateterisasi jantung telah memenuhi ekspektasi pasien.Kepuasan pasien merupakan faktor penting dalam keberhasilan prosedur medis, tidak hanya berdampak pada kualitas pemulihan pasien setelah prosedur, tetapi juga menjadi indikator utama bagi lembaga kesehatan dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh media edukasi berbasis video terhadap penurunan kecemasan dan peningkatan kepuasan pasien selama prosedur kateterisasi jantung, terutama pada pasien dengan tingkat pendidikan rendah atau usia lanjut. Kedua, diperlukan studi yang mengkaji efektivitas pelatihan komunikasi interpersonal bagi petugas kesehatan dalam meningkatkan dimensi empati dan responsivitas selama layanan kateterisasi, untuk mengatasi keluhan pasien tentang kurangnya perhatian emosional dan respons yang lambat. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian komparatif tentang kepuasan pasien berdasarkan model pelayanan terpadu (one-stop service) dibandingkan sistem konvensional dalam proses administrasi pra-kateterisasi, guna mengevaluasi efisiensi waktu dan dampaknya terhadap pengalaman pasien secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan saat ini yang menunjukkan adanya celah dalam aspek responsivitas dan empati, serta memperkuat pendekatan berbasis pasien dalam pelayanan kardiovaskular. Dengan pendekatan yang lebih personal dan efisien, diharapkan kualitas layanan dapat ditingkatkan secara holistik. Studi lanjutan juga bisa mengeksplorasi bagaimana faktor demografi seperti jenis kelamin dan tingkat pendidikan memengaruhi preferensi terhadap metode edukasi dan komunikasi dengan tenaga kesehatan. Hasilnya dapat digunakan untuk merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Fokus pada aspek non-teknis dalam pelayanan akan melengkapi evaluasi kualitas layanan medis secara menyeluruh.
| File size | 295.44 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
USUUSU Pola-pola ini sejalan dengan teori komunikasi modern dan menawarkan panduan praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan yang harmonis dengan anak-anakPola-pola ini sejalan dengan teori komunikasi modern dan menawarkan panduan praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan yang harmonis dengan anak-anak
KOMPETIFKOMPETIF Menurut Spreitzer (1995), Psychological Empowerment mencakup empat dimensi utama: makna (meaning), diri (self), kompetensi (competence), dan determinasiMenurut Spreitzer (1995), Psychological Empowerment mencakup empat dimensi utama: makna (meaning), diri (self), kompetensi (competence), dan determinasi
UNPUNP Peer attachment diyakini sebagai salah satu faktor psikososial yang berperan dalam kecemasan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganPeer attachment diyakini sebagai salah satu faktor psikososial yang berperan dalam kecemasan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
USUUSU Berdasarkan teori komunikasi interpersonal Devito, komunikasi yang empati, transaksional, dan suportif memainkan peran penting dalam pengembangan identitasBerdasarkan teori komunikasi interpersonal Devito, komunikasi yang empati, transaksional, dan suportif memainkan peran penting dalam pengembangan identitas
USUUSU Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan model analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secaraTeknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan model analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua serta komunikasi interpersonal antara guru dan siswa menjadi kunci dalam mencegahHasilnya menunjukkan bahwa komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua serta komunikasi interpersonal antara guru dan siswa menjadi kunci dalam mencegah
UnmulUnmul burmannii) dapat memengaruhi variasi tekanan darah pada penderita hipertensi. Penggunaan ramuan tersebut dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolikburmannii) dapat memengaruhi variasi tekanan darah pada penderita hipertensi. Penggunaan ramuan tersebut dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik
UNSURYAUNSURYA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Gana Sakti Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Gana Sakti Indonesia.
Useful /
LLDIKTI12LLDIKTI12 Oleh karena itu, diperlukan revisi standar garis kemiskinan, regulasi realokasi PNBP untuk pembiayaan layanan publik, dan audit konstitusional berkalaOleh karena itu, diperlukan revisi standar garis kemiskinan, regulasi realokasi PNBP untuk pembiayaan layanan publik, dan audit konstitusional berkala
UMSUMS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pelaksanaan tadarus Al-Quran berbasis remaja masjid, strategi yang digunakan dalam meningkatkan partisipasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pelaksanaan tadarus Al-Quran berbasis remaja masjid, strategi yang digunakan dalam meningkatkan partisipasi
UnmulUnmul Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional study yang dilakukan di Puskemas Poasia Kendari City. Sampel dalamMetode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional study yang dilakukan di Puskemas Poasia Kendari City. Sampel dalam
UnmulUnmul Diabetes mellitus merupakan kondisi kronis karena pankreas tidak mampu produksi insulin secara efektif. Peningkatan kasus DM dapat disebabkan oleh gayaDiabetes mellitus merupakan kondisi kronis karena pankreas tidak mampu produksi insulin secara efektif. Peningkatan kasus DM dapat disebabkan oleh gaya