UNIPIUNIPI

BreakthroughBreakthrough

Penulis merupakan penutur non-native Inggris namun mengajar bahasa Inggris untuk orang dewasa. Oleh karena itu, memahami makna yang sebenarnya menjadi hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konteks ko-teks dari kata kerja declare dalam beberapa ujaran. Secara umum, kata kerja declare selalu diartikan sebagai mengumumkan yang memiliki fungsi kolaboratif. Namun, ketika penulis menyelidiki korpus COCA, ditemukan fungsi ilokusioner yang berbeda dari kata kerja declare berdasarkan konteks ko-teks atau konteks linguistik, yang secara otomatis mengubah maknanya saat konteks ko-teks dianalisis. Seperti diketahui, pragmatik adalah studi tentang makna berdasarkan konteks, sehingga kata kerja declare dapat mengekspresikan beberapa makna. Untuk mengetahui maknanya, kita harus memahami konteks ko-teks, yang tercermin dari fungsi tindakan ilokusioner. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penulis memilih 3 data dari korpus COCA dan menggunakan teori untuk mendefinisikan kata kerja declare berdasarkan konteks ko-teks serta mengkategorikannya menurut fungsi tindakan ilokusioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) declare berarti afirmasi dengan fungsi ilokusioner convivial, (2) declare berarti pengumuman dengan fungsi ilokusioner konfliktif, dan (3) declare berarti pengumuman dengan fungsi ilokusioner kompetitif.

Kata declare memiliki berbagai makna dan fungsi ilokusioner tergantung pada konteks ko-teksnya.Dalam tiga data dari korpus COCA, kata tersebut dapat berfungsi sebagai proses verbal maupun material dalam kompleks klausa.Makna dan fungsi kata declare bervariasi, yaitu sebagai afirmasi dengan fungsi convivial, pengumuman dengan fungsi konfliktif, dan pengumuman dengan fungsi kompetitif.

Pertama, peneliti dapat mengembangkan studi lebih lanjut dengan menganalisis kata kerja serupa seperti announce, state, atau proclaim dalam korpus yang sama untuk membandingkan variasi makna dan fungsi ilokusionernya dalam konteks yang berbeda. Kedua, penelitian bisa dilakukan pada konteks komunikasi lisan dalam pembelajaran bahasa, seperti diskusi kelas atau presentasi, untuk melihat bagaimana penutur non-native memahami dan menggunakan kata declare secara pragmatis. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan mengeksplorasi bagaimana konteks sosial dan budaya memengaruhi interpretasi terhadap tindakan ilokusioner dari kata declare dalam berbagai genre teks, misalnya dalam media, politik, atau hukum, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang penggunaan pragmatis kata tersebut di masyarakat global.

Read online
File size229.35 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test