UNISMUHUNISMUH

Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal Pendidikan

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah bentuk , dan bagaimanakah fungsi . Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tuturan tenaga kependidikan dan mahasiswa di Rekorat Universitas Tadulako dan untuk mendeskripsikan fungsi tuturan tenaga kependidikan dan mahasiswa di Rekorat Universitas Tadulako. Metode penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Metode pendekatan kualitatif mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako. Data pada penelitian ini adalah berupa hasil rekaman tuturan antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako pada saat terjadi interaksi langsung. Sumber data yang menjadi subjek penelitian ini adalah tenaga kependidikan dan mahasiswa Universitas Tadulako. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan metode analisis data, yakni mendeskripsikan tuturan tersebut kemudian memberikan kesimpulan tentang data yang dianalisis. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka peneliti menemukan hasil penelitian tentang tindak tutur lokusioner, ilokusi, perlokusi tenaga kependidikan dan mahasiswa yang berupa lokusioner pada bagian representatif,direktif, asertif, komisif. Pada bagian tindak tutur ilokusi di peneliti menemukan ilokusi pada bagian eksersitif, behabitif, ekspositif. Untuk tindak perlokusi peneliti menemukan bagian Convicial. Selanjutnya peneliti juga menemukan tuturan langsung yang meliputi kalimat berita dan kalimat tanya dan tuturan tidak langsung yang berupa kalimat berita. Kepada para peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti tidan tutur lokusioner, ilokusi, perlokusi pada konteks yang berbeda.

Kesimpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini adalah bentuk tuturan yang terjadi pada Unit Rektorat Universitas Tadulako antara tenaga kependidikan dan mahasiswa tepat pada bagian BAKP, UPT TIK, dan Bidang Kemahasiswaan yaitu lokusi, ilokusi terdiri dari dan perlokusi.Fungsi bentuk tuturan yang terjadi pada Unit Rektorat Universitas Tadulako antara tenaga kependidikan dan mahasiswa yaitu bentuk tuturan lokusi dimana terdiri dari fungsi representatif.Fungsi bentuk tuturan direktif yang ditandai dengan adanya kalimat menasehati, meminta, memesan, dan menyarankan.Fungsi bentuk tindak asertif ditandai dengan adanya kalimat memberitahukan, menyarankan, mengeluh dan menyatakan.Fungsi bentuk tuturan komisif ditandai dengan adanya kalimat memanjatkan doa, menjanjikan dan menawarkan.Selanjutnya, tidak ditemukan fungsi bentuk tuturan deklaratif yang menjadi bagian dari fungsi bentuk tuturan lokusi.Bentuk tuturan ilokusi yang terdiri dari bentuk eksersitif yang ditandai dengan adanya kalimat menyuruh dan mendoakan.Fungsi bentuk tuturan komisif dan verdiktif tidak ditemukan pada interaksi yang terjadi antara penutur dan mitra tutur.Fungsi bentuk tuturan behabitif yang ditunjukkan dengan adanya kalimat terima kasih.Fungsi bentuk tuturan ekspositif yang ditandai dengan adanya kalimat menyetujui.Bentuk tuturan perlokusi yang terdiri dari fungsi bentuk convial yang ditandai dengan adanya kalimat yang menyenangkan.Fungsi bentuk tuturan kompetitif tidak terdapat pada interaksi yang terjadi antara tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana faktor sosio-kultural memengaruhi penggunaan tuturan antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di berbagai konteks universitas. Hal ini penting untuk memahami bagaimana norma dan nilai-nilai sosial memengaruhi gaya komunikasi dan interaksi di lingkungan akademik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis wacana yang lebih mendalam terhadap tuturan tenaga kependidikan dan mahasiswa, dengan mempertimbangkan elemen-elemen seperti strategi persuasi, penggunaan humor, dan mekanisme negosiasi makna. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana komunikasi digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam interaksi akademik. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi, seperti platform komunikasi daring, memengaruhi pola tuturan dan interaksi antara tenaga kependidikan dan mahasiswa. Hal ini relevan mengingat semakin pentingnya peran teknologi dalam pendidikan tinggi, dan bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi dinamika komunikasi di lingkungan akademik.

Read online
File size625.9 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test