UNISMUHUNISMUH

Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal Pendidikan

Makassar sebagai kota besar yang seringkali distigma lumbung demonstrasi mahasiswa, kini mulai bergeser dengan munculnya berbagai forum diskusi. Kemunculan kelompok diskusi tersebut membawa angin segar dalam mendorong geliat literasi di Makassar. Perihal ini menunjukkan adanya kontestasi baru yang muncul dalam pergolakan wacana dan praktik pada iklim intelektual di kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kontestasi Sektoral literasi di kota Makassar. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksplanatif. Lokus penelitian ini dibagi menjadi dua sektor yakni; Makassar bagian utara dan Makassar bagian selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan wawancara langsung dan memanfaatkan instrumen digital. Hal tersebut tentu untuk memperoleh data tentang kondisi yang terjadi dalam pergolakan literasi Makassar. Selanjutnya wawancara mendalam dilakukan pada pegiat literasi Makassar serta dokumentasi praktik literasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontestasi para pegiat literasi di kota Makassar terbagi menjadi dua segmentasi Sektoral. Pertama: Sektor Utara meliputi daerah makassar bagian bawah ditandai dengan keberadaan kampus Unhas, STIMIK, dan Politeknik. Kedua: Sektor Selatan meliputi daerah Makassar bagian atas ditandai dengan geliat Kampus UIN, UNM dan Unismuh. Kedua sektor tersebut memiliki senior tertentu yang pada akhirnya memberikan corak pada segmentasi wacana pada komunitas masing-masing.

Kontestasi para pegiat literasi di kota Makassar terbagi menjadi dua segmentasi Sektoral.Pertama, Sektor Utara meliputi daerah Makassar bagian bawah ditandai dengan kampus UNHAS, STIMIK, dan Politeknik.Kedua, Sektor Selatan meliputi daerah Makassar bagian atas ditandai dengan geliat Kampus UIN, UNM dan Unismuh.Kedua sektor tersebut masing-masing dimotori oleh pegiat literasi yang kemudian disebut sebagai tokoh literasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana dinamika hubungan antara pegiat literasi di sektor Utara dan Selatan, serta bagaimana perbedaan modal kultural dan sosial memengaruhi strategi dan gaya komunikasi mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran teknologi digital dalam memfasilitasi atau menghambat kontestasi literasi di Makassar, dengan mempertimbangkan aksesibilitas, literasi digital, dan potensi disrupsi yang ditimbulkan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana kebijakan pemerintah daerah dapat dirancang untuk mendukung keberagaman gerakan literasi dan mempromosikan inklusi sosial, dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi berbagai kelompok masyarakat.

Read online
File size548.94 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test