UMMUBAUMMUBA

Jurnal Muara PendidikanJurnal Muara Pendidikan

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara institusi pendidikan menyampaikan materi ajar, dengan Learning Management System (LMS) seperti Moodle, Edmodo, dan Google Classroom menjadi alat utama dalam pembelajaran jarak jauh. Namun, efektivitas penggunaan LMS dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan hasil akademik masih menjadi permasalahan, karena dipengaruhi oleh faktor desain instruksional, keterampilan digital, dan dukungan dosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan LMS dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan hasil akademik di Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui survei terhadap 70 mahasiswa dari tiga program studi serta wawancara dengan dosen. Hasil survei menunjukkan bahwa 72% mahasiswa merasa lebih terlibat dalam pembelajaran dengan LMS dibandingkan metode tradisional, dengan fitur forum diskusi dan kuis interaktif sebagai pendorong utama keterlibatan. Analisis data juga menunjukkan korelasi positif antara intensitas penggunaan LMS dan nilai akhir mata kuliah, di mana mahasiswa yang aktif di LMS memiliki nilai rata-rata 15% lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya LMS sebagai sarana untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan hasil akademik. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas LMS, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo dapat merancang strategi yang lebih baik untuk memaksimalkan potensi platform ini dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif di masa depan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Learning Management System (LMS) secara signifikan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran.Hasil survei menunjukkan bahwa 72% mahasiswa merasa lebih terlibat ketika menggunakan LMS dibandingkan dengan metode tradisional.Fitur-fitur interaktif seperti diskusi forum dan kuis tidak hanya mendorong partisipasi aktif, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan mendukung.Peningkatan keterlibatan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik terhadap materi ajar, yang pada gilirannya berdampak positif pada hasil akademik mahasiswa.Analisis data juga menunjukkan adanya korelasi positif antara intensitas penggunaan LMS dan nilai akhir mata kuliah.Mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan di LMS memiliki nilai rata-rata 15% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif.Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan yang tinggi dalam LMS berfungsi sebagai indikator penting dalam pencapaian akademik.Dengan demikian, LMS tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian materi, tetapi juga sebagai platform yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa.Namun, efektivitas penggunaan LMS tidak hanya bergantung pada fitur yang tersedia, tetapi juga pada beberapa faktor kunci.Desain instruksional yang baik, keterampilan digital mahasiswa, dan dukungan aktif dari dosen merupakan elemen penting yang memengaruhi keberhasilan implementasi LMS.Oleh karena itu, institusi pendidikan perlu memperhatikan aspek-aspek ini untuk memastikan bahwa LMS dapat digunakan secara optimal dalam proses pembelajaran.Dengan memahami dan mengatasi faktor-faktor ini, institusi dapat merancang strategi lebih efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil akademik mahasiswa.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik, institusi pendidikan dapat mempertimbangkan beberapa strategi berikut: Pertama, memberikan pelatihan yang memadai bagi dosen dan mahasiswa dalam menggunakan LMS. Pelatihan ini dapat mencakup fitur-fitur interaktif, cara memanfaatkan LMS untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa, dan strategi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik. Kedua, melakukan evaluasi berkala terhadap desain instruksional dan konten yang disajikan dalam LMS agar tetap relevan dan menarik bagi mahasiswa. Dengan memastikan konten yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dan minat mahasiswa, institusi dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka terhadap materi ajar. Ketiga, mendorong kolaborasi dan komunikasi antara mahasiswa melalui fitur-fitur interaktif dalam LMS. Dengan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, mahasiswa dapat saling berbagi pengetahuan, bertukar ide, dan belajar dari satu sama lain. Hal ini dapat meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi mereka, yang sangat penting dalam dunia kerja. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, institusi pendidikan dapat memaksimalkan potensi LMS dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil akademik mahasiswa, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan interaktif.

  1. E-Learning in the 21st Century | A Framework for Research and Practice. learning 21st century framework... doi.org/10.4324/9780203166093E Learning in the 21st Century A Framework for Research and Practice learning 21st century framework doi 10 4324 9780203166093
  2. Teaching Online | A Practical Guide | Susan Ko | Taylor & Francis eBoo. teaching practical guide... taylorfrancis.com/books/9781135055585Teaching Online A Practical Guide Susan Ko Taylor Francis eBoo teaching practical guide taylorfrancis books 9781135055585
  3. ANALISIS IMPLEMENTASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM DALAM KETERLIBATAN HASIL AKADEMIK MAHASISWA | Jurnal... doi.org/10.52060/mp.v10i2.2973ANALISIS IMPLEMENTASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM DALAM KETERLIBATAN HASIL AKADEMIK MAHASISWA Jurnal doi 10 52060 mp v10i2 2973
  4. EdTech Books. edtech books skip main content search light mode dark edtechbooks.org/adding_some_tecvarietyEdTech Books edtech books skip main content search light mode dark edtechbooks adding some tecvariety
Read online
File size480.05 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test