INASNACCINASNACC
Jurnal neuroanestesi indonesiaJurnal neuroanestesi indonesiaPendahuluan: Blok kulit kepala (scalp block) adalah salah satu blok regional yang dapat dikombinasikan dengan neuroanestesi dalam bedah kraniotomi reseksi tumor (KRT). Keunggulan blok kulit kepala dapat menumpulkan respons stres selama KRT, menjaga stabilitas hemodinamik, dan mengurangi penggunaan obat opioid selama operasi.. Subjek dan Metode: Penelitian ini adalah uji coba terkontrol acak tersamar ganda. Subjek terdiri dari 28 sampel berusia 18-65 tahun, GCS 15, status fisik ASA II-III, dengan diagnosis tumor intrakranial yang menjalani KRT di Rumah Sakit Mohammad Hoesin, Palembang. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan menggunakan teknik anestesi umum dengan penambahan blok kulit kepala menggunakan bupivakain 0,125% dan bupivakain 0,25%. Pasien yang alergi terhadap bupivakain, dalam syok hemoragik, atau yang telah menjalani operasi lebih dari 6 jam dikeluarkan dari pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan menilai perubahan hemodinamik, yaitu tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), tekanan arteri rata-rata (TAR), dan laju jantung (LJ). Metode analisis data yang digunakan adalah model linear umum, khususnya ANOVA pengukuran berulang, uji-t berpasangan, dan uji-t independen dengan SPSS versi 28.. Hasil: Tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok dalam perubahan hemodinamik tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), tekanan arteri rata-rata (TAR), dan laju jantung (LJ) seiring waktu antara kedua kelompok yang menggunakan bupivakain 0,125% dan bupivakain 0,25% dengan uji-t independen (p>0,05). Terdapat perubahan hemodinamik yang signifikan pada setiap kelompok perlakuan seiring waktu dengan uji statistik repeated-ANOVA dan paired-t-test (p<0,05). Tidak ada efek samping yang diamati. Tidak ada perbedaan proporsional yang signifikan dalam penambahan dosis fentanil antara kedua kelompok (p>0,05).. Kesimpulan: Penambahan blok kulit kepala dengan bupivakain 0,125% sama efektifnya dengan bupivakain 0,25% dalam menjaga stabilitas hemodinamik selama operasi kraniotomi reseksi tumor. Kebutuhan opioid selama periode intraoperatif dapat dikurangi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa blok kulit kepala dengan bupivakain, baik 0,25% maupun 0,125%, memberikan efektivitas yang baik dalam mencegah respons hemodinamik yang disebabkan oleh kraniotomi reseksi tumor.Studi longitudinal yang melibatkan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk merepresentasikan populasi dan melihat efek jangka panjang dari pemberian blok kulit kepala.
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa baik konsentrasi bupivakain 0,125% maupun 0,25% efektif untuk blok kulit kepala dalam menjaga stabilitas hemodinamik selama kraniotomi reseksi tumor. Namun, untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dipertimbangkan. Pertama, apakah penambahan blok kulit kepala dengan bupivakain, pada konsentrasi berapapun, benar-benar lebih baik dalam menekan respons stres dan mengurangi penggunaan opioid dibandingkan jika tidak ada blok sama sekali? Penelitian mendatang sebaiknya mencakup kelompok kontrol yang menerima plasebo untuk membuktikan secara definitif manfaat tambahan dari teknik blok kulit kepala ini. Kedua, karena studi ini tidak menilai efek pascaoperasi, penting untuk meneliti bagaimana kedua konsentrasi bupivakain ini mempengaruhi pemulihan pasien setelah operasi, termasuk durasi nyeri pascaoperasi, jumlah obat pereda nyeri yang dibutuhkan di ICU, dan dampak pada kualitas hidup pasien dalam jangka panjang. Studi tindak lanjut yang lebih panjang akan sangat berharga untuk memahami efek penuh dari intervensi ini. Terakhir, apakah temuan bahwa kedua konsentrasi bupivakain sama efektifnya berlaku untuk semua jenis kraniotomi atau hanya pada kraniotomi reseksi tumor? Perlu dilakukan penelitian di berbagai pusat dengan jenis operasi kraniotomi yang berbeda (misalnya untuk trauma atau aneurisma) dan pada pasien dengan kondisi kesehatan yang beragam, untuk memastikan apakah ada kelompok pasien tertentu yang akan mendapatkan manfaat lebih dari salah satu konsentrasi bupivakain tersebut. Hal ini akan membantu generalisasi temuan ke populasi yang lebih luas dan meningkatkan pedoman praktik klinis.
- The Comparison of the Effectiveness of Additional Scalp Block Bupivacaine 0,125% with Bupivacaine 0,25%... doi.org/10.24244/jni.v14i3.647The Comparison of the Effectiveness of Additional Scalp Block Bupivacaine 0 125 with Bupivacaine 0 25 doi 10 24244 jni v14i3 647
- Anesthesiology. 0 doi.org/10.1097/ALN.0b013e31823c1030Anesthesiology 0 doi 10 1097 ALN 0b013e31823c1030
- Scalp block untuk Kraniotomi dan Penanganan Nyeri Membandel Pasca Kraniotomi | Rahardjo | Jurnal Neuroanestesi... inasnacc.org/ojs2/index.php/jni/article/view/255Scalp block untuk Kraniotomi dan Penanganan Nyeri Membandel Pasca Kraniotomi Rahardjo Jurnal Neuroanestesi inasnacc ojs2 index php jni article view 255
| File size | 309.09 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Hasil pemberian intervensi terhadap penderita hipertensi mengalami perubahan penurunan tekanan darah. Kesimpulan gambaran tekanan darah pretest, posttestHasil pemberian intervensi terhadap penderita hipertensi mengalami perubahan penurunan tekanan darah. Kesimpulan gambaran tekanan darah pretest, posttest
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Zainoel Abidin, Banda Aceh, Indonesia. Kadar plasma adiponektin di ukur dengan menggunakan alat immunosorbent enzyme-linked (ELISA) sesuai dengan spesifikasiZainoel Abidin, Banda Aceh, Indonesia. Kadar plasma adiponektin di ukur dengan menggunakan alat immunosorbent enzyme-linked (ELISA) sesuai dengan spesifikasi
UMNYARSIUMNYARSI Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional dengan pendekatan metode kuantitatif dengan restrospektif. Populasi dalam penelitianMetode penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional dengan pendekatan metode kuantitatif dengan restrospektif. Populasi dalam penelitian
PELNIPELNI Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 178 orang. Penelitian ini menggunakan jenis pre-test dan post-test, membentuk 1 kelompok. Teknik pengambilanSampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 178 orang. Penelitian ini menggunakan jenis pre-test dan post-test, membentuk 1 kelompok. Teknik pengambilan
MEDISTRAMEDISTRA Terapi bekam, sebagai modalitas pengobatan komplementer, telah digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untukTerapi bekam, sebagai modalitas pengobatan komplementer, telah digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk
UNIVMEDUNIVMED Analisis regresi logistik pada kelompok kasus menunjukkan bahwa pendidikan yang lebih tinggi (perguruan tinggi) memiliki pengaruh 2,32 kali lebih besarAnalisis regresi logistik pada kelompok kasus menunjukkan bahwa pendidikan yang lebih tinggi (perguruan tinggi) memiliki pengaruh 2,32 kali lebih besar
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Teknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai signifikan pada tekananTeknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai signifikan pada tekanan
KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK Hipertensi adalah masalah kesehatan serius yang semakin meningkat setiap tahun. Perubahan gaya hidup, seperti kurangnya pergerakan, menjadi salah satuHipertensi adalah masalah kesehatan serius yang semakin meningkat setiap tahun. Perubahan gaya hidup, seperti kurangnya pergerakan, menjadi salah satu
Useful /
UMMUBAUMMUBA The proposed conceptual model emphasizes a holistic, differentiated, and multilevel approach with simultaneous involvement of schools, families, and communities.The proposed conceptual model emphasizes a holistic, differentiated, and multilevel approach with simultaneous involvement of schools, families, and communities.
INASNACCINASNACC Intervensi bedah tepat waktu sangat penting, tetapi saat ini belum ada konsensus mengenai indikasi bedah dan pendekatan teknis untuk PFEDH pada anak-anak.Intervensi bedah tepat waktu sangat penting, tetapi saat ini belum ada konsensus mengenai indikasi bedah dan pendekatan teknis untuk PFEDH pada anak-anak.
UNIVMEDUNIVMED Artikel ini membahas infeksi SARS-CoV2 pada seorang wanita berusia 71 tahun yang mengalami disfungsi pernapasan akut, sakit tenggorokan, demam, dan penurunanArtikel ini membahas infeksi SARS-CoV2 pada seorang wanita berusia 71 tahun yang mengalami disfungsi pernapasan akut, sakit tenggorokan, demam, dan penurunan
UNIVMEDUNIVMED Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran protektif RES terhadap stres oksidatif yang diinduksi sulfat Fe dan Cu pada Drosophila melanogaster. Metode:Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran protektif RES terhadap stres oksidatif yang diinduksi sulfat Fe dan Cu pada Drosophila melanogaster. Metode: