PDGIPDGI

Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental Association

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi awam mengenai black triangles antara insisor sentral maksilaris terhadap estetika senyum. Selain itu, kami juga mengevaluasi perbedaan antara dua sistem penilaian yang digunakan, yaitu Visual analog scale dan Q sort assessment. Sebanyak 161 partisipan mengevaluasi foto senyum yang dimanipulasi menggunakan Photoshop, dengan black triangles berbagai ukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar black triangle, semakin rendah peringkat ketertarikan gambar, terlepas dari metode penilaian yang digunakan. Gambar tanpa black triangle atau dengan black triangle kecil (0,5 mm) menghasilkan skor tertinggi dalam kedua metode. Kesimpulan penelitian ini adalah gambar yang paling menarik dengan kedua metode penilaian adalah gambar tanpa black triangle. Metode Q-sort assessment sebanding dengan metode VAS dalam menilai estetika senyum dengan awam, menunjukkan kesepakatan yang konsisten dalam mengidentifikasi senyum yang tidak menarik dan menarik. Kedua metode penilaian (skala VAS dan Q-sort) menunjukkan nilai korelasi = 0,9.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambar yang paling menarik, menurut kedua metode penilaian, adalah gambar tanpa black triangle.Metode Q-sort assessment terbukti sebanding dengan metode Visual Analog Scale dalam menilai estetika senyum, dengan partisipan menunjukkan kesepakatan yang konsisten dalam mengidentifikasi senyum yang menarik dan tidak menarik.Temuan ini menekankan pentingnya bagi dokter gigi untuk mempertimbangkan sensitivitas pasien terhadap black triangle, terutama di area estetik anterior, dan untuk memberikan perawatan yang tepat untuk meningkatkan kepuasan pasien.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan persepsi estetika senyum antara berbagai kelompok etnis dan budaya, mengingat bahwa preferensi estetika dapat bervariasi antar populasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode penilaian yang lebih objektif dan terstandardisasi untuk mengevaluasi estetika senyum, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ekspresi wajah dinamis dan gerakan kepala alami. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki efektivitas berbagai teknik restoratif dan ortodonti dalam memperbaiki black triangle dan dampaknya terhadap kepuasan pasien. Dengan menggabungkan saran-saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang persepsi estetika senyum dan membantu dokter gigi dalam merencanakan perawatan yang lebih personal dan efektif.

  1. Comparing the Perception of Dentists and Lay People to Altered Dental Esthetics - KOKICH - 1999 - Journal... doi.org/10.1111/j.1708-8240.1999.tb00414.xComparing the Perception of Dentists and Lay People to Altered Dental Esthetics KOKICH 1999 Journal doi 10 1111 j 1708 8240 1999 tb00414 x
  2. Esthetic perception of black spaces between maxillary central incisors by different age groups - American... linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0889540612011699Esthetic perception of black spaces between maxillary central incisors by different age groups American linkinghub elsevier retrieve pii S0889540612011699
Read online
File size630.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test