JURNALFKMUITJURNALFKMUIT

Indonesia Timur Journal of Public HealthIndonesia Timur Journal of Public Health

Latar belakang makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini adalah makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi berusia 6 bulan. Proses transisi dari asupan yang berbasis susu menuju ke makanan yang semi padat. Masalah yang sering dihadapi di negara berkembang seperti Indonesia masih banyak ibu yang memberikan makanan pendamping ASI pada bayinya yang berusia 0-6 bulan. Hal ini terjadi karena ibu beranggapan bahwa ASI mereka tidak cukup untuk bayinya dan meragukan kualitas dari ASI, terlambatnya ibu dalam memberikan ASI, teknik pemberian ASI yang salah, kebiasaan yang keliru dalam memberikan tambahan cairan kepada bayi, kurangnya dukungan dari peran petugas kesehatan, serta dipengaruhi juga oleh pendidikan dan pekerjaan ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI terlalu dini. Metode pada penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Wajo pada bulan November s.d Desember 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan sebanyak 210 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kurangnya produksi ASI dengan nilai p sebesar 0,000 dimana nilai p < 0,05 dengan pemberian MP-ASI dini, dan tidak terdapat hubungan antara sosial budaya dengan nilai ρ sebesar 0,217 dimana nilai ρ > 0,05 dengan pemberian MP-ASI dini dan tidak terdapat hubungan pula peran petugas kesehatan dengan nilai ρ sebesar 0,505 dimana nilai ρ > 0,05 terhadap pemberian MP-ASI dini di Puskesmas Majauleng Kabupaten Wajo. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara kurangnya produksi ASI dan tidak terdapat hubungan antara sosial budaya dan peran petugas kesehatan terhadap pemberian MP-ASI dini di Puskesmas Majauleng Kabupaten Wajo.

Terdapat pengaruh yang signifikan antara kurangnya produksi ASI terhadap pemberian MP-ASI terlalu dini di Puskesmas Majauleng Kabupaten Wajo.Tidak terdapat pengaruh signifikan antara sosial budaya terhadap pemberian MP-ASI terlalu dini.Tidak terdapat pengaruh signifikan pula antara peran petugas kesehatan terhadap pemberian MP-ASI terlalu dini di lokasi penelitian.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji secara mendalam bagaimana intervensi edukasi berbasis budaya lokal dapat mengubah persepsi ibu tentang kecukupan ASI dan mencegah pemberian MP-ASI dini, khususnya di komunitas dengan tradisi kuat. Kedua, diperlukan studi tentang efektivitas pendekatan konseling personal melalui pendirian ruang laktasi di puskesmas, untuk mengevaluasi apakah pendampingan langsung petugas kesehatan dapat meningkatkan kepercayaan ibu dalam produksi ASI dan menunda pemberian MP-ASI. Ketiga, penting untuk meneliti peran kader ASI atau kelompok pendukung ASI dalam memperkuat edukasi dan pemantauan pemberian ASI eksklusif, serta bagaimana sistem dukungan sebaya dapat membentuk perubahan perilaku jangka panjang di tingkat masyarakat. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk menghasilkan model intervensi yang holistik dan berkelanjutan dalam mendukung praktik pemberian ASI yang tepat waktu.

  1. #makanan pendamping asi#makanan pendamping asi
  2. #komunitas dosen#komunitas dosen
Read online
File size780.17 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-3ft
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test