IDEREACHIDEREACH

Journal of Social ContemplativaJournal of Social Contemplativa

Dinamika transformasi birokrasi dalam konteks pemberantasan korupsi melalui reformasi administratif di Tangerang Selatan. Dengan pendekatan kualitatif, studi ini menganalisis proses reformasi birokrasi sebagai instrumen antikorupsi, mengeksplorasi faktor pendorong, tantangan, dan dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aktor kunci, analisis dokumen kebijakan, serta observasi partisipatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di Tangerang Selatan berfokus pada penguatan transparansi, akuntabilitas, dan digitalisasi layanan publik, yang berkontribusi pada penurunan praktik koruptif. Namun, resistensi internal, budaya patrimonial, dan fragmentasi kebijakan menghambat optimalisasi transformasi. Studi ini memberikan perspektif kritis tentang kompleksitas reformasi birokrasi sebagai strategi antikorupsi, sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat integritas institusi pemerintahan di tingkat lokal.

Reformasi birokrasi di Tangerang Selatan telah menciptakan pemerintahan yang lebih bersih, efisien, dan akuntabel melalui langkah konkret seperti Road Map Reformasi, digitalisasi layanan, dan pembangunan Zona Integritas, didukung oleh inovasi TI seperti aplikasi Siaran Tangsel, e‑PPID, SIMPONIE, dan SPBE.Partisipasi aktif masyarakat melalui forum Musrenbang dan platform digital memperkuat kepercayaan publik dan menjadi indikator keberhasilan transformasi, namun masih terdapat tantangan berupa resistensi aparatur, rendahnya literasi digital, kesenjangan akses teknologi, serta praktik maladministrasi dan pungutan liar.Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat komunikasi perubahan, meningkatkan pelatihan digital, membangun sistem pengawasan yang transparan, dan melakukan evaluasi rutin untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan lapangan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi sejauh mana program pelatihan literasi digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta mengurangi peluang praktik korupsi di Tangerang Selatan, dengan mengukur perubahan perilaku dan kinerja sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, studi empiris mengenai efektivitas platform partisipasi warga seperti Siaran Tangsel dalam meningkatkan transparansi dan menurunkan tingkat maladministrasi dapat dilakukan dengan menganalisis data laporan masyarakat, respons pemerintah, dan dampaknya terhadap persepsi kepercayaan publik. Terakhir, penelitian komparatif antar kota yang telah mengimplementasikan zona integritas (WBK, WBBM) dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan kebijakan antikorupsi, sehingga menyediakan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah lain untuk mengadopsi praktik terbaik dalam reformasi birokrasi. Semua penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru yang aplikatif, memperkuat kebijakan berbasis bukti, dan mendukung upaya berkelanjutan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

  1. Antikorupsi melalui Reformasi: Dinamika Transformasi Birokrasi di Tangerang Selatan | Journal of Social... idereach.com/Journal/index.php/JSC/article/view/96Antikorupsi melalui Reformasi Dinamika Transformasi Birokrasi di Tangerang Selatan Journal of Social idereach Journal index php JSC article view 96
Read online
File size492.27 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-1Bo
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test