STIESTEKOMSTIESTEKOM

Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial EkonomiDinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi

Krisis global yang dipicu oleh pandemi, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok menyoroti pentingnya ketahanan ekonomi lokal yang berbasis komunitas. Model bisnis tradisional terbukti rentan, sehingga dibutuhkan inovasi yang lebih inklusif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana inovasi model bisnis berbasis komunitas dapat memperkuat ketahanan ekonomi pasca krisis dengan menyoroti elemen kunci seperti kepemilikan kolektif, integrasi digital, diversifikasi distribusi, jejaring sosial komunitas, serta akses pembiayaan mikro. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain convergent parallel, melibatkan 300 responden UMKM komunitas dan 20 informan kunci. Data primer diperoleh melalui survei dan wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari BPS, lembaga internasional, dan publikasi akademik. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa integrasi digital (β=0.352) dan kepemilikan kolektif (β=0.321) berpengaruh signifikan terhadap ketahanan ekonomi, diikuti oleh faktor distribusi, jejaring sosial, dan akses modal. Analisis Resilience Capacity Score (RCS) menegaskan bahwa digitalisasi memberi skor tertinggi, sedangkan akses modal menjadi kelemahan utama. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperluas konsep Business Model Innovation berbasis komunitas dan secara praktis memberikan rekomendasi penguatan infrastruktur digital, pembiayaan mikro, serta strategi pengembangan kapasitas komunitas.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi model bisnis berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi setelah krisis global.Temuan empiris menegaskan bahwa integrasi digital dan kepemilikan kolektif merupakan faktor dominan yang mendorong pemulihan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan usaha.Keterbatasan akses pembiayaan mikro tetap menjadi hambatan yang signifikan, yang menunjukkan perlunya intervensi kebijakan dan dukungan kelembagaan untuk mengatasi kesenjangan modal.Secara teoretis, penelitian ini memperluas konsep Business Model Innovation dengan menambahkan dimensi komunitas sebagai variabel kunci dalam kerangka resiliensi ekonomi.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan penguatan infrastruktur digital lokal agar komunitas dapat lebih optimal dalam memanfaatkan platform daring dan e-commerce. Selain itu, perluasan akses pembiayaan mikro berbasis komunitas harus dilakukan dengan dukungan regulasi serta kemitraan dengan lembaga keuangan agar hambatan modal dapat diatasi secara berkelanjutan. Terakhir, program peningkatan kapasitas dan literasi digital bagi pelaku usaha komunitas perlu dirancang secara sistematis untuk memperkuat diversifikasi distribusi dan kepemilikan kolektif, sehingga inovasi model bisnis berbasis komunitas dapat dioptimalkan sebagai strategi pembangunan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. Frontiers | Strategies for achieving the sustainable development goals across the wine chain: a review.... frontiersin.org/articles/10.3389/fsufs.2024.1437872/fullFrontiers Strategies for achieving the sustainable development goals across the wine chain a review frontiersin articles 10 3389 fsufs 2024 1437872 full
  2. How firms cope with social crisis: The mediating role of digital transformation as a strategic response... doi.org/10.1371/journal.pone.0282854How firms cope with social crisis The mediating role of digital transformation as a strategic response doi 10 1371 journal pone 0282854
Read online
File size1.24 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test