POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG
NUTRITURE JOURNALNUTRITURE JOURNALPendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi pada anak usia 1 – 5 tahun. Salah satu pilar Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting adalah Kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku (Pilar 2). Komunikasi perubahan perilaku di level desa melibatkan Tim Pendamping Keluarga yang merupakan ujung tombak untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sehingga memicu adopsi perilaku positif untuk mencegah stunting terutama di periode 1000 HPK. Partisipasi aktif dalam Pelatihan Gizi Berbasis Komunikasi Perubahan Perilaku dapat meningkatkan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai konselor Stunting. Tujuan: Mengevaluasi perubahan pengetahuan gizi pada tim pendamping keluarga setelah melakukan pelatihan gizi berbasis komunikasi perubahan perilaku (Behaviour Change Communication). Metode Penelitian: Penelitian dilakukan pada bulan September – Desember 2022 pada 10 lokus stunting di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi‑experiment. Sampel adalah semua tim pendamping keluarga yang terdiri dari kader KB dan kader posyandu pada 10 lokus stunting kota Malang sejumlah 118 orang. Model pelatihan gizi ini menggunakan pembelajaran dalam bentuk focus group discussion. Analisis statistik menggunakan uji t‑test untuk data tingkat pengetahuan dan uji Mc Necmar untuk analisis jawaban benar tiap pertanyaan. Hasil Penelitian: Proporsi jawaban benar dari 8 pertanyaan meningkat signifikan setelah pelatihan (p<0,05) dan ada 2 pertanyaan terkait penyimpanan ASI dan kelancaran ASI yang belum meningkat secara signifikan (p>0,05). Rata‑rata skor pengetahuan gizi sebelum pelatihan sebesar 50,42 ± 15,1 dan 66,6 ± 17,79 setelah pelatihan. Pada akhir pelatihan skor pengetahuan gizi meningkat secara signifikan (p = 0,0001) dengan peningkatan 16,6 poin. Proporsi peserta dengan pengetahuan gizi kategori tinggi meningkat dari 5,1 % menjadi 33,9 % dan kategori rendah menurun dari 32,2 % menjadi 11 %.
Model edukasi berbasis komunikasi perubahan perilaku dapat meningkatkan pengetahuan gizi secara signifikan, sehingga dapat diaplikasikan untuk pendekatan penanganan stunting secara individu.Diperlukan model training berbasis perubahan perilaku untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan kemampuan identifikasi masalah dan hambatan pemberian ASI serta keterampilan konseling pada penelitian selanjutnya.
Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak pelatihan terhadap praktik pemberian ASI, MP‑ASI, dan pertumbuhan anak selama periode 1000 hari pertama kehidupan, sehingga dapat mengaitkan peningkatan pengetahuan dengan perubahan perilaku nyata. Selain itu, perlu dibandingkan efektivitas antara pelatihan tatap muka dan modul digital yang disampaikan melalui platform daring bagi Tim Pendamping Keluarga, guna menentukan metode yang lebih efisien dan dapat menjangkau wilayah terpencil. Selanjutnya, penelitian multi‑regional dengan sampel yang lebih luas dapat menilai keberagaman konteks sosial‑ekonomi dan budaya dalam penerapan model komunikasi perubahan perilaku, sehingga dapat mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung yang spesifik serta memperkuat kebijakan penurunan stunting secara nasional.
- "Efek ASI Eksklusif terhadap Stunting pada Anak Usia 6-59 bulan di Kabu" by Hardya Gustada... scholarhub.ui.ac.id/epidkes/vol3/iss2/6Efek ASI Eksklusif terhadap Stunting pada Anak Usia 6 59 bulan di Kabu by Hardya Gustada scholarhub ui ac epidkes vol3 iss2 6
- DAFTAR ISI | BUANA ILMU. isi buana ilmu authors doi https bi v2i1 abstract pengaruh pengembangan karir... journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/BuanaIlmu/article/view/301DAFTAR ISI BUANA ILMU isi buana ilmu authors doi https bi v2i1 abstract pengaruh pengembangan karir journal ubpkarawang ac index php BuanaIlmu article view 301
| File size | 229.97 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
CAHAYA ICCAHAYA IC Pemanfaatan pemantauan digital juga menunjukkan efek signifikan pada perilaku pengawasan (β = 0,41, p < 0,001) dan deteksi risiko perkembangan dini (βPemanfaatan pemantauan digital juga menunjukkan efek signifikan pada perilaku pengawasan (β = 0,41, p < 0,001) dan deteksi risiko perkembangan dini (β
CAHAYA ICCAHAYA IC Infeksi neonatal terjadi pada 8,7% kelompok perawatan tali pusat terbuka dan 6,5% kelompok antiseptik. Setelah penyesuaian multivariabel dan matching skorInfeksi neonatal terjadi pada 8,7% kelompok perawatan tali pusat terbuka dan 6,5% kelompok antiseptik. Setelah penyesuaian multivariabel dan matching skor
HTPHTP Diharapkan petugas kesehatan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada siswa sehingga status gizi optimal bagi remaja dapat diwujudkan. Sebanyak 29,5%Diharapkan petugas kesehatan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada siswa sehingga status gizi optimal bagi remaja dapat diwujudkan. Sebanyak 29,5%
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh hasilAnalisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh hasil
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Anemia merupakan masalah gizi yang paling sering terjadi dan dapat terjadi pada kelompok usia muda. Pola makan yang tidak seimbang merupakan salah satuAnemia merupakan masalah gizi yang paling sering terjadi dan dapat terjadi pada kelompok usia muda. Pola makan yang tidak seimbang merupakan salah satu
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Jumlah sampel berdasarkan kriteria inklusi adalah 20 orang, dirandomisasi kedalam 2 kelompok yaitu sebanyak 10 orang kelompok treatment 1 dan 10 orangJumlah sampel berdasarkan kriteria inklusi adalah 20 orang, dirandomisasi kedalam 2 kelompok yaitu sebanyak 10 orang kelompok treatment 1 dan 10 orang
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Asfiksia merupakan penyebab kematian bayi baru lahir oleh karena perlu perhatian dan penanganan yang efektif dan berkualitas sebagai upaya menurunkan AngkaAsfiksia merupakan penyebab kematian bayi baru lahir oleh karena perlu perhatian dan penanganan yang efektif dan berkualitas sebagai upaya menurunkan Angka
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Data dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahanData dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahan
Useful /
CAHAYA ICCAHAYA IC Hasil ini menegaskan bahwa kondisi kesehatan lingkungan di lingkungan sekolah merupakan penentu independen dan signifikan dari morbiditas pernapasan diHasil ini menegaskan bahwa kondisi kesehatan lingkungan di lingkungan sekolah merupakan penentu independen dan signifikan dari morbiditas pernapasan di
CAHAYA ICCAHAYA IC 32 g/dL in the control group (p < 0. This study advances maternal health practice by reframing health education as a structured, professionally embedded32 g/dL in the control group (p < 0. This study advances maternal health practice by reframing health education as a structured, professionally embedded
ISTAZISTAZ Hasil selanjutnya, berdasarkan ahli materi memperoleh nilai dengan skor 97,7% yang terdapat kedalam kategori “Sangat Baik atau “Layak untuk digunakan.Hasil selanjutnya, berdasarkan ahli materi memperoleh nilai dengan skor 97,7% yang terdapat kedalam kategori “Sangat Baik atau “Layak untuk digunakan.
CERICCERIC Hasil uji Fisher exact dan regresi logistik berganda menunjukkan adanya perbedaan kejadian luka tekan pada klien yang dirawat menggunakan VCO dengan pijatHasil uji Fisher exact dan regresi logistik berganda menunjukkan adanya perbedaan kejadian luka tekan pada klien yang dirawat menggunakan VCO dengan pijat