POLTEK STPAULPOLTEK STPAUL

Jurnal Pitis AKPJurnal Pitis AKP

The Belagri Hotel and Convention Sorong merupakan perusahaan jasa yang bergerak dibidang penyediaan jasa penginapan, makan dan minum serta fasilitas lain. Perusahaan menerapkan sistem Activity Based Costing adalah metode penentuan harga yang menelusur biaya ke aktivitas, kemudian ke produk. Metode Activity Based Costing dinilai lebih akurat dalam membebankan biaya overhead kepada produk karena menggunakan lebih dari satu cost driver. Sehingga biaya overhead yang dialokasikan akan lebih proporsional. Tetapi dalam penerapan Activity Based Costing System (ABC) pada perusahaan ada beberapa biaya yang dapat menimbulkan aktivitas tidak dimasukkan dalam penentuan harga pokok produksi kamar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat selisih harga yang lebih tinggi dari penetapan harga manajemen hotel dengan hasil perhitungan yaitu, untuk kamar Superior sebesar Rp 7.894, untuk kamar Deluxe sebesar Rp 10.373, untuk kamar Premier sebesar Rp 12.676, untuk kamar Junior Suite sebesar Rp 32.839, untuk kamar Executive Suite sebesar Rp 53.720, dan untuk kamar President Suite sebesar Rp 406.069.

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan metode Activity Based Costing System dalam perhitungan harga pokok produksi kamar di Hotel Belagri belum maksimal karena ada beberapa biaya overhead yang seharusnya dimasukkan dalam perhitungan, seperti aktivitas telpon, aktivitas penyusutan peralatan, aktivitas pemeliharaan AC, dan biaya seragam karyawan.Hasil dari perhitungan harga pokok kamar dengan menggunakan metode Activity Based Costing yaitu, untuk kamar superior sebesar Rp 545.926, untuk kamar deluxe sebesar Rp 557.027, untuk kamar premier sebesar Rp 558.598, untuk kamar junior suite sebesar Rp 938.872, dan untuk kamar president suite sebesar Rp 2.Terdapat selisih harga yang lebih tinggi dari penetapan harga manajemen hotel dengan hasil perhitungan menggunakan metode Activity Based Costing.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga kamar hotel, seperti tingkat hunian, musim, dan promosi yang sedang berlangsung, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model Activity Based Costing yang lebih akurat dengan memasukkan semua biaya overhead yang relevan, termasuk biaya-biaya yang saat ini belum diperhitungkan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penerapan teknologi informasi dalam sistem Activity Based Costing untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi perhitungan biaya, serta memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Dengan demikian, diharapkan hotel dapat mengoptimalkan strategi penetapan harga dan meningkatkan daya saing di pasar.

  1. #laporan keuangan#laporan keuangan
  2. #pengendalian biaya#pengendalian biaya
Read online
File size67.17 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1OU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test