PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE

Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine Archive

General practitioners self-efficacy memainkan peran penting dalam diagnosis dan penanganan gangguan mental di lingkungan perawatan primer. Di Bali, data mengenai faktor-faktor yang memengaruhi efikasi diri dokter umum praktik swasta dalam menangani gangguan kesehatan mental masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan efikasi diri dokter umum praktik swasta dalam diagnosis dan penanganan gangguan mental di Bali. Studi ini merupakan studi cross-sectional analitik yang melibatkan 109 dokter umum praktik swasta di Bali, yang dilakukan dari September 2024 hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,0% responden memiliki efikasi diri yang rendah dalam mendiagnosis dan menangani gangguan mental. Faktor-faktor yang secara signifikan berhubungan dengan efikasi diri antara dokter umum praktik swasta termasuk pengalaman langsung, persuasi sosial, dan keadaan emosional-fisiologis. Sementara itu, usia, jenis kelamin, tahun praktik, dan pengalaman tiru tidak berhubungan secara signifikan dengan efikasi diri.

Pengalaman langsung, persuasi sosial, dan keadaan emosional-fisiologis ditemukan sebagai faktor-faktor yang berhubungan dengan efikasi diri dokter umum praktik swasta dalam mendiagnosis dan menangani gangguan mental.Disarankan agar pemerintah mengembangkan program pelatihan yang berfokus pada peningkatan pengalaman klinis, dukungan sosial, dan pengelolaan emosi bagi dokter umum praktik swasta.Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak intervensi berbasis komunitas dalam meningkatkan efikasi diri dan kualitas perawatan kesehatan mental di tingkat primer.

Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi dokter umum praktik swasta terkait faktor-faktor yang memengaruhi efikasi diri mereka dalam menangani gangguan mental. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan kebutuhan spesifik yang dihadapi oleh dokter umum. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan efikasi diri dokter umum praktik swasta seiring waktu, serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini dapat membantu dalam merancang intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan efikasi diri secara berkelanjutan. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program pelatihan atau dukungan yang dirancang untuk meningkatkan efikasi diri dokter umum praktik swasta dalam menangani gangguan mental. Program ini dapat mencakup pelatihan keterampilan klinis, mentoring, atau kelompok dukungan sebaya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan kesehatan mental di tingkat primer dan mendukung kesejahteraan dokter umum praktik swasta.

  1. Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah... doi.org/10.15562/ism.v9i1.155Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah doi 10 15562 ism v9i1 155
  1. #kesehatan mental#kesehatan mental
  2. #gangguan mental#gangguan mental
Read online
File size395.6 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-3jK
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test