STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI
Jurnal Riset Media KeperawatanJurnal Riset Media KeperawatanDiabetes Melitus paling sering menyebabkan teradinya komplikasi yaitu adanya luka pada kaki dikarenakan teradinya perubahan patologis pada anggota gerak. Luka adalah suatu kerusakan fungsi dan struktur anatomi normal, sedangkan penyembuhan luka merupakan proses dinamik kompleks yang menghasilkan perbaikan fungsi dan kontinuitas anatomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Pemberian Topikal Madu Kaliandra dengan jumlah Eksudat pada luka Diabetes Melitus dengan metode penelitian survey analitik menggunakan pendekatan kuasi eksperimen. Penilaian jumlah Eksudat sebelum dan setelah dilakukan terapi madu kaliandra. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara jumlah eksudat sebelum dan setelah dilakukan terapi madu kaliandra. Terapi madu kaliandra efektif dalam pengurangan jumlah eksudat pada luka diabetes melitus.
Madu Kaliandra efektif mengurangi eksudat dan mempercepat penyembuhan luka diabetes mellitus.Penelitian 10 pasien menunjukkan perbaikan luka hingga sembuh dalam dua minggu.Madu Kaliandra menjadi alternatif perawatan luka gangrene diabetes.
Penelitian lebih lanjut dapat membandingkan efektivitas madu kaliandra dengan perawatan tradisional seperti salin fisiologis. Penelitian tersebut harus melibatkan sampel lebih besar dan melibatkan pasien dengan derajat luka berbeda. Uji coba dapat menilai dosis optimal dan frekuensi aplikasi madu kaliandra pada luka diabetes. Selain itu, studi dapat menganalisis perubahan mikroflora mikroba pada luka sebelum dan sesudah penggunaan madu. Aspek keamanan dan potensi iritasi kulit perlu dievaluasi melalui uji toleransi pasien. Metode analisis dapat memakai teknik mikroskopik untuk menilai proses granulasi dan epitelisasi. Penelitian jangka panjang dapat memantau kemungkinan rekuren luka dan komplikasi lain. Perbandingan ekonomi antara madu kaliandra dan obat luka lain dapat memberikan gambaran manfaat biaya. Studi kualitatif dapat mengumpulkan persepsi pasien terhadap kenyamanan penggunaan madu. Data hasil akhirnya akan menambah basis bukti untuk rekomendasi kebijakan perawatan luka diabetes di Indonesia.
| File size | 124.42 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
INTELEKMADANIINTELEKMADANI ) memiliki potensi antiinflamasi. Flavonoid memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak Kulit) memiliki potensi antiinflamasi. Flavonoid memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak Kulit
UMPUMP Uji post-hoc menunjukkan bahwa ketiga (3) kelompok pengobatan memiliki perbedaan signifikan dalam hasil sig. 005. Ini mengindikasikan efek gel daun kasuariUji post-hoc menunjukkan bahwa ketiga (3) kelompok pengobatan memiliki perbedaan signifikan dalam hasil sig. 005. Ini mengindikasikan efek gel daun kasuari
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Diabetes merupakan penyakit menahun berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Komplikasi yang ditimbulkan akibatDiabetes merupakan penyakit menahun berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Komplikasi yang ditimbulkan akibat
AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY Perawatan luka menggunakan pendekatan TIME (Tissue Management, Infection Control, Moisture Balance dan Edge of Wound). Hasil dalam penelitian ini bahwaPerawatan luka menggunakan pendekatan TIME (Tissue Management, Infection Control, Moisture Balance dan Edge of Wound). Hasil dalam penelitian ini bahwa
POLITAPOLITA Analisa data Univariat dan Bivariat. Hasil: Hasil analisa univariat yaitu mayoritas responden dengan kategori pengetahuan cukup yaitu 78 orang (63,9%),Analisa data Univariat dan Bivariat. Hasil: Hasil analisa univariat yaitu mayoritas responden dengan kategori pengetahuan cukup yaitu 78 orang (63,9%),
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus. Metode32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus. Metode
INSPIRAINSPIRA Setelah dilakukan penerapan perawatan luka dengan madu skala luka responden Tn. S yaitu 12 dalam kategori jaringan sembuh dan responden Tn. Y yaitu 16Setelah dilakukan penerapan perawatan luka dengan madu skala luka responden Tn. S yaitu 12 dalam kategori jaringan sembuh dan responden Tn. Y yaitu 16
UNUSAUNUSA Kombinasi kolagen dan kitosan diharapkan menjadi biomaterial unggul sebagai pembalut luka dalam proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan menentukanKombinasi kolagen dan kitosan diharapkan menjadi biomaterial unggul sebagai pembalut luka dalam proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan menentukan
Useful /
UMPUMP Hasil: Perawat melaporkan tingkat keterlibatan kerja yang sangat tinggi (WM = 4,34), dengan dimensi Dedikasi paling kuat (WM = 4,41). Domain iklim kerjaHasil: Perawat melaporkan tingkat keterlibatan kerja yang sangat tinggi (WM = 4,34), dengan dimensi Dedikasi paling kuat (WM = 4,41). Domain iklim kerja
UMPUMP Temuan menunjukkan responden memiliki pengetahuan BLS yang cukup, sikap positif, namun tingkat praktik yang rendah; terdapat korelasi lemah namun signifikanTemuan menunjukkan responden memiliki pengetahuan BLS yang cukup, sikap positif, namun tingkat praktik yang rendah; terdapat korelasi lemah namun signifikan
UMPUMP A total of 82 respondents were selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzedA total of 82 respondents were selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed
UNUSAUNUSA Konsentrasi timbal darah dianalisis menggunakan Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Skor neuropsikologis diukur dengan WHO NeurobehavioralKonsentrasi timbal darah dianalisis menggunakan Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Skor neuropsikologis diukur dengan WHO Neurobehavioral