LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Sungai Martapura merupakan anak sungai dari Sungai Barito yang melintasi Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin, serta berpotensi tinggi terjadi banjir karena wilayahnya berada di dataran rendah dan bercurah hujan tinggi. Data debit sungai sangat penting dalam pengelolaan sumber daya air, khususnya untuk mitigasi banjir melalui hubungan antara tinggi muka air dan debit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lengkung debit Sungai Martapura di Pos Duga Air Gudang Tengah menggunakan beberapa metode regresi: linier, eksponensial, logaritmik, polinomial, dan power. Analisis dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel berdasarkan data tinggi muka air dan debit hasil pengukuran langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan koefisien korelasi (r) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil menunjukkan bahwa kelima metode menghasilkan korelasi kuat (0,5 < r ≤ 0,75), namun metode logaritmik dipilih karena memiliki RMSE terkecil dan sesuai dengan standar SNI 03-2822-1992 serta prosedur Kementerian Pekerjaan Umum.

Hubungan antara debit aliran dan tinggi muka air dianalisis menggunakan lima metode, yaitu linear, logaritmik, polinomial, power, dan eksponensial.Kelima metode menunjukkan korelasi yang kuat berdasarkan nilai koefisien korelasi.Metode logaritmik dipilih sebagai metode terbaik karena tingkat kesalahan prediksi lebih akurat dan sesuai dengan prosedur resmi pembuatan lengkung debit.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memperbarui lengkung debit pada kondisi muka air sangat tinggi (banjir besar) karena data pengukuran saat ini terbatas pada kondisi tertentu dan mungkin kurang mewakili ekstrem hidrologi. Kedua, penting untuk mengembangkan lengkung debit dinamis yang mempertimbangkan perubahan morfologi sungai seiring waktu, seperti sedimentasi dan erosi, agar prediksi debit tetap akurat dalam jangka panjang. Ketiga, perlu dikaji penerapan metode non-parametrik atau model berbasis kecerdasan buatan seperti ANFIS atau jaringan saraf tiruan untuk membandingkan akurasi prediksi debit terhadap metode regresi konvensional, terutama saat terjadi fluktuasi aliran yang tidak linier. Penelitian-penelitian ini dapat meningkatkan ketepatan pemodelan hidrologi dan sistem peringatan dini banjir di DAS Martapura. Fokus pada kondisi ekstrem, faktor perubahan fisik sungai, dan pendekatan pemodelan canggih akan melengkapi temuan studi ini secara komprehensif. Selain itu, integrasi data jangka panjang dapat membantu memahami tren perubahan aliran akibat faktor lingkungan dan aktivitas manusia. Dengan demikian, hasil penelitian lanjutan dapat mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Pengembangan model yang lebih responsif terhadap dinamika lingkungan akan sangat bermanfaat bagi perencanaan infrastruktur dan mitigasi risiko bencana. Penelitian juga sebaiknya mempertimbangkan variasi musiman dan dampak perubahan tutupan lahan terhadap karakteristik aliran. Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan hidrologi, geomorfologi, dan teknologi pemodelan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini akan memperkuat dasar ilmiah dalam pengelolaan DAS secara holistik.

  1. Analisis Kurva Lengkung Debit Sungai Martapura pada Pos Duga Air Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk,... buletinppi.ulm.ac.id/index.php/bpi/article/view/126Analisis Kurva Lengkung Debit Sungai Martapura pada Pos Duga Air Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk buletinppi ulm ac index php bpi article view 126
Read online
File size373.65 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test