IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama IslamAL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam

Kecemasan akademik adalah isu yang meluas dalam pendidikan tinggi yang secara signifikan mengganggu kinerja dan kesejahteraan mahasiswa. Artikel ini mengembangkan model konseptual Komunikasi Intrapersonal Islami yang didasarkan pada prinsip Tawakkal (berserah diri kepada Tuhan) sebagai mekanisme untuk mereduksi kecemasan akademik. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur, studi ini mensintesis teori psikologi komunikasi intrapersonal (dialog diri dan restrukturisasi kognitif) dengan konsep teologis Islam tentang usaha (ikhtiar) dan penyerahan (tawakkal). Temuan ini mengusulkan Model Tiga Fase: 1) Fase Pra-Aksi (Ikhtiar), di mana komunikasi intrapersonal berfokus pada motivasi proaktif; 2) Fase Tengah-Aksi (Pembingkaian Ulang Kognitif Spiritual), di mana pikiran cemas negatif ditantang dan diinterpretasikan ulang menggunakan narasi spesifik Al-Quran dan Sunnah; dan 3) Fase Pasca-Aksi (Tawakkal), di mana dialog diri beralih ke penerimaan total atas hasil yang telah ditentukan, sehingga melarutkan kecemasan sisa. Model ini berhipotesis bahwa Tawakkal berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi inti, yang menyediakan jangkar kognitif akhir yang mengurangi ketidakpastian hasil yang dirasakan. Kerangka konseptual ini menawarkan sudut pandang teoritis yang orisinal untuk mengembangkan intervensi konseling berbasis agama guna menumbuhkan ketahanan akademik pada mahasiswa Muslim.

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan akademik merupakan hasil interaksi antara proses kognitif, emosional, dan spiritual yang berlangsung dalam diri mahasiswa.Melalui kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa komunikasi intrapersonal berperan penting dalam membentuk persepsi, emosi, serta regulasi diri mahasiswa ketika menghadapi tekanan akademik.Proses komunikasi batin seperti self-talk, evaluasi diri, dan pemaknaan spiritual terbukti memengaruhi bagaimana individu menafsirkan tuntutan akademik dan menentukan apakah situasi tersebut dipandang sebagai ancaman atau tantangan.Integrasi nilai-nilai Islam melalui konsep tawakkal memperkuat mekanisme regulasi diri dengan menyediakan kerangka berpikir yang menyeimbangkan usaha rasional, ketenangan spiritual, dan penerimaan hasil.Kesimpulan lebih lanjut menegaskan bahwa Model Komunikasi Intrapersonal Islami Berbasis Tawakkal (KII-T) yang dikembangkan dalam penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami cara kerja self-talk Qurani, reframing spiritual, dan proses tafwidh sebagai strategi reduksi kecemasan.Model ini menawarkan pendekatan holistik yang dapat menjadi dasar dalam merancang intervensi pendidikan maupun konseling berbasis nilai-nilai keislaman untuk meningkatkan ketahanan akademik mahasiswa.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan program pelatihan berbasis Tawakkal yang menggabungkan teknik restrukturisasi kognitif dan praktik spiritual seperti dzikir atau doa untuk mengatasi kecemasan akademik. Selain itu, perlu dilakukan penelitian empiris untuk menguji efektivitas model KII-T di berbagai konteks akademik, seperti perguruan tinggi dengan kurikulum berbasis teknologi atau lingkungan belajar yang sangat kompetitif. Terakhir, studi lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pengingat self-talk berbasis Quran atau platform konseling virtual, untuk memfasilitasi penerapan model KII-T secara mandiri oleh mahasiswa.

  1. #peserta didik#peserta didik
  2. #siswa muslim#siswa muslim
Read online
File size414.03 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2kj
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test