UINSATUUINSATU

Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu KeislamanEpistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman

Secara tradisional sejak abad ke-8 hingga ke-14, para sejarawan umumnya sepakat bahwa periodesasi itu merupakan zaman keemasan peradaban Islam. Mereka menghitung bahwa kunci kemajuan peradaban ini terletak pada berkembangnya institusi pendidikan, temuan ilmiah, dan kelahiran para cendekiawan Muslim yang berpengaruh. Artikel ini mencoba membingkai kembali signifikansi pendidikan dalam proses pencapaian zaman keemasan Islam dan menekankan tentang pentingnya pendidikan bagi masyarakat Muslim kontemporer. Artikel ini merupakan kajian kepustakaan karena bahan pembahasan diambil dari buku, artikel jurnal, dan sumber tertulis lain yang berkaitan dengan topik. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan content analysis. Artikel ini berargumen bahwa kebijakan negara di bidang pendidikan merupakan kunci masa kemajuan umat Islam pada masa lalu. Budaya ilmiah mulai dari tradisi penelitian, tradisi penerjemahan, tradisi membaca hingga habitus ilmiah sangat diperlukan dalam mewujudkan masa keemasan umat Islam. Pencapaian sejarah ini penting untuk dipedomani sebagai pengingat bagi umat Islam kontemporer untuk membangun kembali masa keemasan masa lalu yang terletak pada reformasi sistem pendidikan.

Kemajuan peradaban Islam yang berlangsung selama beberapa abad didasarkan pada sistem pendidikan yang kuat.Dukungan politik pemerintah merupakan faktor penentu dalam kemajuan berbagai aspek kehidupan.Secara sistemik, pendidikan telah memiliki fondasi yang kuat dengan kurikulum, infrastruktur, dan aspek-aspek lain yang memadai.Proses pembelajaran di lembaga pendidikan Islam menjadi inspirasi bermakna bagi transformasi peradaban Barat yang pada masa itu masih tertinggal.

Penelitian lanjutan dapat menggali bagaimana model pendidikan terintegrasi yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan sains modern dapat direkonstruksi di konteks Indonesia saat ini, dengan mempelajari praktek historis madrasah Nizamiyah dan Mustansiriyah sebagai contoh. Selain itu, perlu diteliti bagaimana tradisi membaca dan penerjemahan ilmiah yang dulu menjadi fondasi keemasan Islam dapat dihidupkan kembali melalui gerakan literasi ilmiah berbasis komunitas di pesantren dan universitas Islam, termasuk analisis hambatan sosial dan budaya yang menghambatnya. Terakhir, sebuah studi longitudinal dapat dilakukan untuk memahami hubungan antara kebijakan pendidikan negara yang mendukung penelitian ilmiah dan munculnya inovasi teknologi di masyarakat Muslim kontemporer, dengan membandingkan kasus negara-negara yang berhasil membangun ekosistem ilmu berbasis nilai Islam dengan yang gagal, sehingga menghasilkan kerangka kebijakan yang dapat diterapkan secara praktis.

  1. #sistem pendidikan#sistem pendidikan
  2. #kebijakan pendidikan#kebijakan pendidikan
Read online
File size837.5 KB
Pages21
Short Linkhttps://juris.id/p-1hr
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test