STIE DEWANTARASTIE DEWANTARA

COMVICE: Journal Of Community ServiceCOMVICE: Journal Of Community Service

Masyarakat miskin di perdesaan mengalami kendala dalam mendapatkan akses layanan keuangan syariah (LKS). Keterbatasan simpanan dan aset tetap telah membatasi kredibilitas masyarakat miskin sebagai peminjam, sehingga masyarakat miskin sulit memperoleh kredit dari lembaga keuangan. Disinilah dibutuhkan inklusivitas LKS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan penulis bersama tim mahasiswa ini dilakukan pada tahun 2019 di Dusun Kali Sangkrah Desa Sumberoto Kabupaten Malang yang bertindak sebagai mitra binaan. Mayoritas masyarakat di wilayah mitra binaan bermata pencaharian sebagai pengrajin bambu dengan masalah utamanya kesulitan permodalan yang terjadi di Komunitas pengrajin bambu di Dusun Kali Sangkrah disebabkan oleh ketidaktahuan akan jasa produk keuangan Jawa dan cara mendirikan Lembaga Keuangan sendiri. Bentuk kegiatan pendampingan ini adalah pembentukan Lembaga Keunagan Syariah (Islamic Finance House). Kegiatan dilakukan selama kurang lebih 4 (empat) bulan. Dari hasil kegiatan diperoleh manfaat yang positif bagi mitra antara lain terbentuknya lembaga keungan mikro syariah bagi para kelompok pengrajin bambu.

Komunitas pengrajin bambu di Dusun Kali Sangkrah menghadapi masalah utama kesulitan permodalan yang menyebabkan banyak pengrajin berhenti berproduksi, disertai dengan lemahnya semangat kemandirian dan minimnya pembinaan keagamaan yang kontekstual.Kurangnya panutan dan rasa haus akan pembinaan serta pemberdayaan yang berkelanjutan juga menjadi tantangan bagi kemandirian ekonomi mereka.Program pendampingan yang dilaksanakan secara partisipatif melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi di Posdaya Masjid Al-Hikmah terbukti menjadi upaya efektif untuk memberdayakan masyarakat.

Untuk melanjutkan penelitian ini, ada beberapa ide baru yang bisa digali. Pertanyaannya, seberapa efektifkah lembaga keuangan mikro syariah yang sudah dibentuk dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya dalam jangka panjang? Penelitian ini akan melampaui sekadar pembentukan dan fokus pada dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi yang bertahan selama bertahun-tahun, bukan hanya saat pendampingan berakhir. Selain itu, bagaimana pengaruh pelatihan pemasaran digital terhadap penjualan produk kerajinan bambu dari Dusun Kali Sangkrah? Apakah dengan memanfaatkan media sosial atau marketplace, jangkauan pasar mereka bisa meluas ke luar Malang dan meningkatkan pendapatan secara signifikan? Ini penting karena masalah pemasaran tradisional yang selama ini menjadi kendala utama. Terakhir, model pendampingan seperti apa yang paling cocok untuk membangun motivasi dan kemandirian dari dalam diri para pengrajin? Penelitian bisa membandingkan efektivitas antara pendampingan oleh mahasiswa dari luar dengan pendampingan oleh tokoh agama atau kader lokal yang sudah memiliki kepercayaan dari masyarakat. Ketiga arah penelitian ini akan melengkapi temuan awal, memberikan gambaran lebih utuh tentang keberlanjutan program, dan mencari solusi inovatif untuk masalah pemasaran serta mencari formula pemberdayaan yang paling sesuai dengan karakter masyarakat pedesaan.

  1. #koperasi simpan#koperasi simpan
  2. #sampah plastik#sampah plastik
Read online
File size161.68 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1d8
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test