IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama IslamAL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam

Proses belajar siswa muslim tidak hanya melibatkan kemampuan berfikir (akal), tetapi juga kemampuan dalam mengelola perasaan (emosi). Ketidakseimbangan antara emosi dan akal dapat mengganggu fokus, ketekunan, hingga hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji , serta peranan lingkungan pesantren dan pendidik dalam membentuk keseimbangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan kajian Pustaka. Observasi langsung dilakukan di Pondok Pesantren KMI Ibnu Abbas Klaten yang menaungi santri setingkat SMP dan SMA. Data dari observasi diperkuat dengan kajian pustaka dari berbagai penelitian dan berbagai teori psikologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung lebih focus, tenang, dan tekun dalam proses pembelajaran. Santri tersebut juga mampu menerima teguran tanpa menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Peran guru, ustadz dan musyrif yang mengedepankan keteladanan, keseimbangan antara kelembutan dengan ketegasan, serta penanaman adab sebelum ilmu terbukti memberikan kontribusi yang besar terhadap keseimbangan emosi dan akal santri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan emosi dan akal yang didukung oleh nilai-nilai islam berperan penting dalam peningkatan hasil belajar siswa muslim.

Keseimbangan emosi dan akal memiliki peranan penting dalam proses belajar siswa muslim.Siswa yang mampu mengendalikan emosi dengan baik cenderung memiliki tingkat kefokusan belajar yang lebih tinggi serta ketekunan belajar yang lebih dari pada siswa yang belum bisa menyetabilkan emosinya dengan baik.Peran guru, ustadz, dan musyrif terbukti berpengaruh dalam pembentukan keseimbangan antara akal dan emosi siswa.Pendidikan yang menyeimbangkan emosi dan akal, serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, dapat mensupport keberhasilan belajar siswa muslim secara komprehensif.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas program pelatihan regulasi emosi berbasis nilai-nilai Islam bagi siswa, dengan mengukur dampaknya terhadap fokus, motivasi, dan hasil belajar secara kuantitatif. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dalam mengelola emosi di lingkungan pesantren yang berbeda, guna mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keseimbangan emosi dan akal. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan keseimbangan emosi dan akal siswa muslim dari masa ke masa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keseimbangan tersebut secara berkelanjutan. Ketiga saran penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model pendidikan yang holistik, yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek emosional dan spiritual siswa muslim.

  1. Implementasi Filsafat Pendidikan Islam dalam Sistem Terpadu Pembinaan Akhlak dan Tahfizh di PPTQ Ibnu... doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i4.6568Implementasi Filsafat Pendidikan Islam dalam Sistem Terpadu Pembinaan Akhlak dan Tahfizh di PPTQ Ibnu doi 10 58578 tsaqofah v5i4 6568
  2. The Relationship Between Emotional Intelligence and Decision-Making | Neuropsychiatric Investigation.... doi.org/10.5152/NeuropsychiatricInvest.2023.23010The Relationship Between Emotional Intelligence and Decision Making Neuropsychiatric Investigation doi 10 5152 NeuropsychiatricInvest 2023 23010
  1. #peran guru#peran guru
  2. #peserta didik#peserta didik
Read online
File size350.22 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2kk
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test