UNIMAUNIMA

Jurnal Akuntansi Manado (JAIM)Jurnal Akuntansi Manado (JAIM)

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Luas Lahan, Luas Bangunan dan Tata Letak Tanah terhadap Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Minahasa tahun 2015-2017. Populasi adalah 25 kecamatan di Kabupaten Minahasa. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PBB (Fhitung > Ftabel; 18,594 > 2,736; sig. 0,000 < 0,05). Namun secara parsial, hanya luas lahan dan luas bangunan yang berpengaruh signifikan, sementara tata letak tanah tidak signifikan (Thitung < Ttabel; 1,802 < 1,994; sig. 0,076 > 0,05). Adjusted R² sebesar 0,416 menunjukkan bahwa 41,6% variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen, dan sisanya 58,4% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian.

Luas lahan dan luas bangunan berpengaruh signifikan secara parsial terhadap penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Minahasa, sementara tata letak tanah tidak berpengaruh secara signifikan.Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh terhadap penerimaan PBB.

Bagaimana jika peneliti berikutnya meneliti pengaruh pemanfaatan lahan tidur (misalnya diubah menjadi lahan pertanian atau perkebunan) terhadap kenaikan nilai jual objek pajak dan dampaknya pada penerimaan PBB di Minahasa? Selain itu, bisa pula dikaji bagaimana peran sosialisasi dan kepatuhan wajib pajak—termasuk faktor demografi dan akses informasi—dalam meningkatkan kepatuhan membayar PBB secara swadaya, mengingat tata letak tanah ternyata tidak signifikan. Terakhir, menarik untuk ditelusuri apakah kebijakan penetapan NJOP tahunan (bukan tiga tahunan) di kawasan berkembang secara nyata mampu mendongkrak penerimaan PBB, serta faktor-faktor apa saja yang membuat wajib pajak mau membayar lebih cepat jika nilai tanahnya melonjak.

Read online
File size140.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test