STAIDAFSTAIDAF

INTIHA: Islamic Education JournalINTIHA: Islamic Education Journal

Sejarah pertumbuhan dan perkembangan lembaga pendidikan Islam mencerminkan perjalanan panjang peradaban Islam sejak abad ke-7 Masehi hingga kini. Awalnya berpusat pada masjid dengan tradisi lisan, lembaga tersebut kemudian berkembang menjadi madrasah dengan kurikulum terstruktur, seperti Madrasah Nizamiyah di Baghdad. Pada masa kejayaan Islam, pusat-pusat ilmiah seperti Baghdad dan Córdoba berkembang pesat didukung oleh tokoh intelektual Muslim seperti Ibn Sina. Globalisasi dan modernisasi membawa transformasi signifikan, meskipun tantangan seperti standar kurikulum dan integrasi teknologi tetap ada. Penelitian ini membahas pelaksanaan pendidikan Islam pra‑madrasah, transformasi pendidikan dari masjid ke madrasah, serta mengidentifikasi tantangan pengembangan lembaga pendidikan Islam pada era modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan dan menganalisis buku, artikel, serta referensi terkait sejarah pertumbuhan, pembentukan, dan perkembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menelusuri sejarah dan evolusi lembaga pendidikan Islam serta memberikan rekomendasi praktis untuk menghadapi tantangan di era modern melalui pendekatan studi literatur.

Pendekatan pendidikan Islam pra‑madrasah membentuk karakter dan kepribadian anak melalui kurikulum yang mencakup aqidah, ibadah, akhlak, Al‑Quran, hadis, dan bahasa Arab, serta menggunakan metode storytelling, nyanyian, permainan, demonstrasi, dan diskusi kelompok dengan dukungan lingkungan belajar dan keterlibatan keluarga.Transformasi dari pendidikan informal di masjid menjadi madrasah terstruktur memperluas kurikulum dengan ilmu sekuler, meningkatkan kualitas lulusan, dan berkontribusi pada perkembangan ilmu serta budaya Islam.Lembaga pendidikan Islam pada era modern menghadapi tantangan integrasi kurikulum, metodologi pengajaran, teknologi, pendanaan, dan penerimaan sosial, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif dan inovatif untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris efektivitas kurikulum pra‑madrasah dalam membentuk karakter moral anak dengan menggunakan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) di beberapa wilayah Indonesia, sehingga dapat dipetakan faktor-faktor keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Selanjutnya, studi tentang integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran di madrasah diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap hasil belajar siswa, motivasi, serta kesiapan guru dalam mengadaptasi metode pengajaran modern, yang dapat memberikan pedoman praktis bagi kebijakan digitalisasi pendidikan Islam. Pada aspek keuangan, analisis perbandingan model pendanaan madrasah—seperti wakaf, dukungan pemerintah, dan investasi swasta—dapat mengidentifikasi strategi keberlanjutan yang paling efektif, sekaligus mengevaluasi implikasinya terhadap kualitas pendidikan dan aksesibilitas lembaga, sehingga pihak terkait dapat merancang kebijakan pembiayaan yang lebih adil dan berkelanjutan.

  1. HISTORY OF GROWTH, FORMATION, AND DEVELOPMENT OF ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS | INTIHA: Islamic Education... doi.org/10.58988/intiha.v2i2.331HISTORY OF GROWTH FORMATION AND DEVELOPMENT OF ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS INTIHA Islamic Education doi 10 58988 intiha v2i2 331
  1. #lembaga pendidikan#lembaga pendidikan
  2. #ahmad dahlan#ahmad dahlan
Read online
File size246.6 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2mi
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test