WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA
JPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikJPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikManusia memiliki keinginan untuk hidup dan berhubungan erat dengan Allah. Realisasi sikap untuk semakin dekat dengan Allah dapat dicapai melalui kegiatan spiritual seperti doa pribadi, devosi, meditasi, dan khususnya perayaan Ekaristi. Tidak ada kegiatan Gereja lain yang memiliki makna lebih dari perayaan Ekaristi, karena di dalamnya berlangsung perayaan peristiwa kehidupan umat Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana perayaan Ekaristi dapat mengembangkan iman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan responden mahasiswa semester 2 hingga 14 STKIP Widya Yuwana tahun ajaran 2018/2019, sejumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 responden (80%) menyatakan perayaan Ekaristi di kampus berdampak pada perkembangan iman mereka, sementara 3 responden (30%) menyatakan tidak berdampak. Selain itu, 5 responden (50%) merasa mahasiswa kurang menghargai perayaan Ekaristi, sehingga tidak berdampak pada perkembangan iman mereka, meskipun 3 responden (30%) merasa perayaan Ekaristi di kampus tetap memberikan dampak positif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa memahami makna dan bagian-bagian penting dari Perayaan Ekaristi.Perayaan Ekaristi dipandang sebagai momen penting untuk mempererat hubungan dengan Allah dan memperdalam iman.Meskipun demikian, terdapat pula persepsi bahwa kurangnya kesadaran dan penghayatan yang mendalam dapat mengurangi dampak positif Perayaan Ekaristi bagi perkembangan iman mahasiswa.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penghayatan iman mahasiswa selama Perayaan Ekaristi, seperti latar belakang religius, pengalaman pribadi, dan kualitas pendampingan rohani. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif untuk menganalisis perbedaan dampak Perayaan Ekaristi terhadap perkembangan iman mahasiswa dengan pendekatan bahasa yang berbeda (Inggris dan Jawa), serta mengidentifikasi praktik-praktik pembinaan iman yang paling efektif dalam konteks multikultural ini. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model pembinaan iman yang holistik dan kontekstual bagi mahasiswa STKIP Widya Yuwana, yang tidak hanya menekankan aspek teologis dan ritual, tetapi juga relevan dengan tantangan kehidupan mahasiswa di era modern, seperti isu-isu moral, sosial, dan politik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan kurikulum dan program pembinaan iman yang lebih relevan dan bermakna bagi mahasiswa STKIP Widya Yuwana.
| File size | 121.82 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
ADAIKEPRIADAIKEPRI Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participation Action Research (PAR), yang mengintegrasikan teori dengan praktik yang telah dilakukann.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participation Action Research (PAR), yang mengintegrasikan teori dengan praktik yang telah dilakukann.
STKIPPACITANSTKIPPACITAN (a) hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan, (b) berbakti dan menghormati orang tua, (c) menghormati orang lain, (d) berperilaku sopan santun, (e) saling(a) hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan, (b) berbakti dan menghormati orang tua, (c) menghormati orang lain, (d) berperilaku sopan santun, (e) saling
STAI TBHSTAI TBH Pembelajaran berpusat kepada peserta didik dengan berbagai macam pendekatan dan inovatif, seperti pembelajaran berbasis project seperti ppt, dan aplikasiPembelajaran berpusat kepada peserta didik dengan berbagai macam pendekatan dan inovatif, seperti pembelajaran berbasis project seperti ppt, dan aplikasi
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Prasangka merupakan faktor dominan dalam menurunkan rasa percaya diri mahasiswa BPI, yang terwujud dalam berbagai hambatan akademik, sosial, dan psikologis.Prasangka merupakan faktor dominan dalam menurunkan rasa percaya diri mahasiswa BPI, yang terwujud dalam berbagai hambatan akademik, sosial, dan psikologis.
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Penelitian ini dilakukan berdasarkan model evaluasi CIPP (context, input, process, product) dengan metode studi kasus. Aspek konteks meliputi visi, misi,Penelitian ini dilakukan berdasarkan model evaluasi CIPP (context, input, process, product) dengan metode studi kasus. Aspek konteks meliputi visi, misi,
UNAIRUNAIR Air limbah yang dihasilkan dari budidaya ikan kakap hybrid perlu dikelola untuk meningkatkan kualitas air sebelum dialirkan kembali atau dibuang ke lingkunganAir limbah yang dihasilkan dari budidaya ikan kakap hybrid perlu dikelola untuk meningkatkan kualitas air sebelum dialirkan kembali atau dibuang ke lingkungan
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Dokumen Ardas Keuskupan Surabaya 2020-2030 menerapkan konsep ini menetapkan paroki sebagai subjek utama tugas penanaman Gereja, baik di wilayah yang belumDokumen Ardas Keuskupan Surabaya 2020-2030 menerapkan konsep ini menetapkan paroki sebagai subjek utama tugas penanaman Gereja, baik di wilayah yang belum
UNIRAYAUNIRAYA Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai antara gaya kepemimpinan (X2) dengan produktifitas kerja pegawai (Y) diperoleh nilai sebesar 0,769 artinya terdapatBerdasarkan perhitungan diperoleh nilai antara gaya kepemimpinan (X2) dengan produktifitas kerja pegawai (Y) diperoleh nilai sebesar 0,769 artinya terdapat
Useful /
STAI TBHSTAI TBH Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, danPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan
UGJUGJ Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur dalam iklan TikTok memiliki peran penting dalam membentuk persepsi konsumen dan mendorong perilaku konsumtif,Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur dalam iklan TikTok memiliki peran penting dalam membentuk persepsi konsumen dan mendorong perilaku konsumtif,
STKIPPACITANSTKIPPACITAN Fokus utamanya adalah peserta didik yang dilihat sebagai individu yang harus dikembangkan secara humanis. Berdasarkan telaahan di atas, dapat disimpulkanFokus utamanya adalah peserta didik yang dilihat sebagai individu yang harus dikembangkan secara humanis. Berdasarkan telaahan di atas, dapat disimpulkan
MAHADEWAMAHADEWA The implemented models currently exhibit considerable variation, highlighting the need for a standardized approach. Therefore, formulating a new conceptThe implemented models currently exhibit considerable variation, highlighting the need for a standardized approach. Therefore, formulating a new concept