UMSUMS

Sinektika: Jurnal ArsitekturSinektika: Jurnal Arsitektur

Subjektivitas dalam menilai estetika suatu komposisi dalam industri dan bahkan pendidikan arsitektur maupun desain interior telah dianggap sesuatu yang lazim saat ini. Penilaian yang kurang objektif dapat mengaburkan kemampuan seseorang dalam merancang estetika bangunan. Padahal pada era arsitektur klasik, terdapat aturan secara kuantitatif untuk dapat menyebut suatu tampilan bangunan itu indah. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menemukan cara mengukur estetika komposisi dalam bangunan secara kuantitatif. Untuk mencapainya, digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa nilai estetika dapat dihitung menggunakan rumus. Meskipun masih memiliki beberapa kelemahan, rumus ini digenerasi dari serta diuji secara sederhana menggunakan hasil penyebaran kuesioner kepada berbagai kategori responden, dari masyarakat umum hingga yang berkecimpung dalam industri serta pendidikan arsitektur dan desain, menunjukkan kesesuaian dan keandalan yang cukup tinggi.

Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa formula ESTIHA dapat digunakan untuk mengukur estetika komposisi arsitektur, meskipun masih terdapat kelemahan sehingga terdapat perbedaan urutan bangunan dari tertinggi hingga terendah (tren) antara hasil respons kuesioner dengan hasil perhitungan formula.Salah satu hal yang perlu dicatat dan mungkin menjadi kelemahan dalam studi ini adalah bahwa Kompleksitas (C) yang seharusnya menjadi faktor dalam membagi Order (O) untuk mengukur Nilai Estetika (M), belum dipertimbangkan dalam formula ESTIHA ini.Namun, hasil penelitian ini memberikan landasan penting untuk pengembangan lebih lanjut dalam pengukuran estetika arsitektur secara kuantitatif.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan metode untuk mengukur kompleksitas dalam komposisi arsitektur, karena faktor ini belum dipertimbangkan dalam formula yang ada. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor kontekstual, seperti budaya dan sejarah, memengaruhi persepsi estetika, dan bagaimana hal ini dapat diintegrasikan ke dalam model pengukuran yang lebih komprehensif. Terakhir, penelitian dapat menguji validitas dan reliabilitas formula ESTIHA pada berbagai jenis bangunan dan konteks geografis yang berbeda untuk memastikan generalisasinya.

  1. EVALUASI KUALITAS ESTETIKA FASADE BANGUNAN DENGAN PENDEKATAN BIRKHOFF AESTHETIC MEASURE | Journal of... doi.org/10.20885/jattec.vol1.iss1.art1EVALUASI KUALITAS ESTETIKA FASADE BANGUNAN DENGAN PENDEKATAN BIRKHOFF AESTHETIC MEASURE Journal of doi 10 20885 jattec vol1 iss1 art1
  2. An Index for Measuring Aesthetic Perception of Shopping Building Frontages -David Publishing Company.... doi.org/10.17265/1934-7359/2021.04.005An Index for Measuring Aesthetic Perception of Shopping Building Frontages David Publishing Company doi 10 17265 1934 7359 2021 04 005
Read online
File size601.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test