KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

Perkembangan dunia kesehatan pada era transformasi digital saat ini menuntut rumah sakit untuk tidak hanya berfokus pada kualitas pelayanan medis, tetapi juga pada efektivitas, efisiensi, dan inovasi dalam setiap aspek operasional. Perubahan lingkungan eksternal seperti kemajuan teknologi kedokteran, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, serta kompetisi antar institusi kesehatan mendorong setiap tenaga medis untuk memiliki keunggulan kompetitif berbasis sumber daya manusia. Menurut Lepak dan Snell (1999), Unique Human Capital adalah kombinasi dari kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan individu yang bersifat langka (rare), bernilai tinggi (valuable), sulit ditiru (inimitable), dan tidak mudah tergantikan (non-substitutable). Sementara itu, studi terkini oleh Alghamdi et al. (2023) menegaskan bahwa Unique Human Capital berperan sebagai sumber inovasi organisasi karena setiap individu membawa keunikan kompetensi dan perspektif yang dapat melahirkan ide-ide baru dalam penyelesaian masalah. Dalam konteks pelayanan kesehatan, keunikan sumber daya manusia seperti keahlian klinis, empati, komunikasi interpersonal, dan adaptasi terhadap teknologi medis menjadi pondasi utama dalam meningkatkan mutu layanan serta kepuasan pasien. Namun keunggulan kompetensi individu tidak akan maksimal tanpa pemberdayaan psikologis. Menurut Spreitzer (1995), Psychological Empowerment mencakup empat dimensi utama: makna (meaning), diri (self), kompetensi (competence), dan determinasi (determination), serta pengaruh (impact) terhadap lingkungan kerja. Orang yang merasa berdaya secara psikologis cenderung lebih kreatif, inisiatif, dan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.

Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa Unique Human Capital merupakan faktor penting yang memengaruhi Innovative Work Behavior pegawai Poli Gigi RS Awal Bros, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Psychological Empowerment.Temuan ini menegaskan pentingnya organisasi kesehatan untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi unik tenaga medis, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang memberdayakan secara psikologis.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana strategi HRM yang efektif dalam mengembangkan Unique Human Capital di sektor kesehatan? Kedua, bagaimana peran kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan Psychological Empowerment dan Innovative Work Behavior di kalangan tenaga medis? Ketiga, apakah ada hubungan antara iklim kerja yang mendukung inovasi dan eksperimen dengan tingkat inovasi yang dihasilkan oleh tenaga medis? Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat menyelidiki strategi pengembangan sumber daya manusia yang holistik, termasuk aspek kompetensi unik dan pemberdayaan psikologis, serta peran kepemimpinan dan iklim kerja dalam mendorong inovasi di sektor kesehatan.

Read online
File size304.25 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test