KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

Transformasi digital telah mendorong sektor publik, termasuk pemerintahan daerah di Indonesia, untuk beradaptasi dengan sistem kerja berbasis teknologi. Dalam konteks ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk menguasai berbagai platform digital yang mendukung penyelenggaraan pelayanan publik. Implementasi e-government melalui aplikasi seperti SIPD RI, SIMDA Keuangan, E-Kinerja, LPSE, dan E-Monev menuntut kompetensi literasi digital yang memadai. Namun, penguasaan multi-aplikasi yang kompleks ini tidak hanya memerlukan keterampilan teknis operasional, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap integrasi data antarmuka, manajemen waktu, dan pemecahan masalah teknis. Tanpa penguasaan literasi digital yang memadai, ASN berpotensi menghadapi hambatan dalam menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan dan dapat menurunkan kinerja organisasi publik.

Berdasarkan analisis dan pembahasan, ditemukan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, hanya literasi digital yang terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap employee engagement, meskipun pengaruh tersebut bersifat negatif.Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tingkat kompetensi digital ASN semakin meningkat, hal tersebut justru dapat menyebabkan penurunan keterlibatan kerja mereka.Employee engagement tidak terbukti memiliki fungsinya sebagai mediasi dalam hubungan antara literasi digital dan technostress dengan kinerja aparatur sipil negara (ASN).Peningkatan kinerja ASN di tingkat kecamatan lebih banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor lain di luar mekanisme psikologis keterlibatan kerja, seperti dukungan infrastruktur, sistem kerja yang ada, dan kebijakan organisasional.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada aspek-aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana literasi digital dapat diimplementasikan secara optimal di lingkungan kerja ASN, terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi manajemen yang efektif dalam mengurangi technostress di lingkungan kerja ASN, terutama di daerah dengan tingkat digitalisasi yang masih rendah. Ketiga, penting untuk menganalisis faktor-faktor kontekstual seperti budaya organisasi dan beban kerja non-digital yang dapat mempengaruhi kinerja ASN dan hubungan antara literasi digital, technostress, dan employee engagement.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0021-9010.87.2.268APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0021 9010 87 2 268
  2. Technostress creators and job outcomes: theorising the moderating influence of personality traits - Srivastava... doi.org/10.1111/isj.12067Technostress creators and job outcomes theorising the moderating influence of personality traits Srivastava doi 10 1111 isj 12067
Read online
File size296.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test