IWIIWI

jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesia

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi yang dapat dilakukan BPSDM Aceh dalam mengembangkan kompetensi SDM. Tujuan dari penelitian ini adalah menelusuri bagaimana strategi pengembangan kompetensi SDM dalam rangka penerapan Sistem Pemeintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di BPSDM Aceh. Pendekatan yang diterapkan pada penelitian yakni infrastructure and e-government tools, human capital, knowledge management, dan change management untuk menelusuri pemahaman SDM BPSDM Aceh terhadap implementasi layanan SPBE di BPSDM Aceh dan menganalisis strategi pengembangan kompetensi SDM dalam rangka peningkatan layanan SPBE di lingkungan BPSDM Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik analisis data tematik. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter infrastructure and e-government tools diakui penting dalam efisiensi layanan pemerintahan, membutuhkan peningkatan interoperabilitas. Pengembangan kompetensi SDM fokus pada integrasi aplikasi SPBE sesuai tugas BPSDM Aceh, kunci sukses pemanfaatan positif Aplikasi Layanan SPBE. Human Capital di BPSDM Aceh krusial, melibatkan ASN dalam Bimtek, Diklat, dan pendampingan, dengan fokus pada keterampilan umum untuk mendukung SPBE. Knowledge management terlihat dari implementasi pengetahuan TIK melalui handbook, dengan metode hybrid dan blended learning dalam kebijakan diklat. Change Management memicu strategi komunikasi efektif dan pelayanan prima melalui TIK, membutuhkan kepemimpinan kuat dengan kompetensi dan manajemen TIK. Proses pengembangan melibatkan monitoring dan evaluasi rutin.

Strategi pengembangan SDM di BPSDM Aceh terbukti meningkatkan kompetensi TIK aparatur melalui berbagai pelatihan dan kerja sama, dengan e-government tools berperan krusial dalam efisiensi layanan, meskipun integrasi aplikasi SPBE dan keterampilan teknis masih memerlukan penguatan.Pengembangan Human Capital yang mencakup keterampilan, kepemimpinan, dan komunikasi, didukung oleh knowledge management melalui metode hybrid/blended learning, penting untuk penerapan SPBE.Terakhir, change management yang efektif melalui komunikasi, pemanfaatan TIK, kepemimpinan kuat, serta monitoring dan evaluasi terintegrasi, merupakan kunci sukses keberlanjutan SPBE di BPSDM Aceh.

Melihat masih adanya tantangan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di BPSDM Aceh, beberapa arah penelitian lanjutan yang mendalam perlu dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti secara kuantitatif sejauh mana efektivitas program pelatihan dan bimbingan teknis TIK yang telah diselenggarakan oleh BPSDM Aceh dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan nyata ASN dalam memanfaatkan SPBE, serta bagaimana dampak langsungnya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik yang dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini dapat mengidentifikasi kesenjangan antara materi pelatihan dan kebutuhan praktis di lapangan, serta mengukur perubahan perilaku dan kinerja ASN pasca-pelatihan. Kedua, penting untuk melakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor teknis dan non-teknis yang secara spesifik menjadi penghambat utama bagi integrasi dan interoperabilitas sistem aplikasi SPBE BPSDM Aceh dengan platform pemerintah daerah lainnya, seperti portal Satu Data Indonesia atau Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Aceh. Hal ini dapat mencakup analisis arsitektur sistem yang ada, tantangan kebijakan, hingga aspek budaya organisasi yang memengaruhi kolaborasi data lintas instansi, dengan tujuan merumuskan model arsitektur integrasi yang lebih optimal dan berkelanjutan. Terakhir, mengingat kurangnya standar manajemen perubahan formal dan kerangka kompetensi manajerial yang terstandar di BPSDM Aceh, sebuah penelitian dapat mengkaji dampak jangka panjang dari ketiadaan dokumen-dokumen ini terhadap kapasitas adaptasi organisasi dalam menghadapi evolusi SPBE yang dinamis dan inovasi teknologi yang terus-menerus. Studi ini dapat mengukur tingkat ketahanan organisasi terhadap perubahan, kecepatan adopsi teknologi baru, dan potensi risiko yang mungkin muncul akibat kurangnya panduan standar dalam mengelola transformasi digital.

Read online
File size266.15 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test