UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Konsentrasi belajar merupakan kemampuan untuk memfokuskan pikiran pada suatu hal tanpa dipengaruhi oleh keadaan sekitar. Konsentrasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik termasuk ke dalam faktor internal konsentrasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar siswa/i kelas VIII SMPN 28 Batam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa/i kelas VIII di SMPN 28 Batam sebanyak 292 orang. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 72 orang dengan teknik purposive. Data kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik diperoleh dengan kuesioner dan konsentrasi belajar menggunakan stroop test. Data dianalisis menggunakan uji chi – square. Kebiasaan sarapan responden memiliki kebiasaan sarapan baik sebesar 82,4%. Frekuensi aktivitas fisik responden dikategorikan dalam tingkat aktivitas fisik sedang sebesar 45,6%. Frekuensi konsentrasi belajar responden didapatkan hasil yang seimbang antara konsentrasi baik dan buruk sebesar 50%. Hasil uji chi – square diperoleh nilai p value = 0,525 untuk hubungan kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar, hubungan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar diperoleh nilai p value = 0,084.

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar siswa/i kelas VIII SMPN 28 Batam.Kebiasaan sarapan baik ditemukan pada 82,4% responden, sementara sebagian besar memiliki aktivitas fisik sedang.Konsentrasi belajar responden terbagi rata antara baik dan buruk, masing-masing 50%.

Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi faktor-faktor internal lain seperti pola tidur dan status gizi yang mungkin memengaruhi konsentrasi belajar siswa secara lebih mendalam. Selain itu, penting untuk mengkaji hubungan antara kualitas sarapan (komposisi nutrisi) dengan konsentrasi belajar, mengingat dalam penelitian ini hanya kebiasaan sarapan yang dinilai, bukan kandungan gizinya. Penelitian dengan desain longitudinal juga perlu dipertimbangkan untuk melihat perubahan konsentrasi belajar seiring dengan intervensi rutin pada kebiasaan sarapan dan peningkatan aktivitas fisik selama periode tertentu, sehingga dapat diketahui pengaruh jangka panjang dari kedua faktor tersebut.

  1. Vol 9, No 4 (2025). vol volume nomor doi https jmm v9i4 table contents hubungan shalat dhuha hipertensi... doi.org/10.33024/jmm.v5i2Vol 9 No 4 2025 vol volume nomor doi https jmm v9i4 table contents hubungan shalat dhuha hipertensi doi 10 33024 jmm v5i2
Read online
File size188.45 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test