UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Hemoroid, juga dikenal sebagai wasir, adalah kondisi medis yang umum terjadi di seluruh dunia. Hemoroid terjadi ketika pembuluh darah di daerah anus atau rektum membengkak dan menjadi meradang, adapun Faktor kejadian hemoroid antara lain, usia, pekerjaan, obesitas (berat badan berlebih), jenis kelamin, konstipasi, dan durasi duduk yang lama saat buang air besar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat, dokter, dan peneliti di Indonesia tentang faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hemoroid.. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Observational Case Control dengan pendekatan Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang ke poli bedah RSUD Raja Ahmad Tabib dari tahun 2019 ke tahun 2022 yang berjumlah 6.549 pasien. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling Dengan total sampel sebanyak 82 orang. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square.. Hasil: Pada penelitian ini, diapatkan hasil analisis menggunakan uji Chi-square faktor yang berhubungan dengan kejadian Hemoroid: Berdasarkan Usia (p= 0,672), Berdasarkan Jenis Kelamin (p=0,004), Berdasarkn Obesitas (p=0,049), dan Berdasarkan Pekerjaan (p=0,000).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara Jenis Kelamin, Obesitas, dan Pekerjaan terhadap Kejadian Hemoroid pada pasien poli bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib tahun 2019-2022.Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar pasien berusia ≤45 tahun, berjenis kelamin laki-laki, tidak obesitas, dan memiliki pekerjaan kategori berat.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai faktor-faktor risiko hemoroid dan mendorong gaya hidup sehat.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik dalam jenis pekerjaan yang paling berkontribusi terhadap risiko hemoroid, misalnya dengan membedakan jenis pekerjaan berdasarkan tingkat aktivitas fisik dan postur tubuh. Kedua, studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara obesitas dan hemoroid, serta untuk mengeksplorasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan tersebut, seperti peran peradangan kronis dan disfungsi endotel. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman pasien hemoroid dalam mencari perawatan kesehatan dan mengatasi dampak psikososial penyakit ini, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan dukungan bagi pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hemoroid dan membantu mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Read online
File size226.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test