UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Status gizi pada bayi sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk mengetahui status gizi pada bayi dapat dilihat dari apa yang dikonsumsinya. Bayi usia 6-11 bulan memperoleh asupan gizi dari MP-ASI dan ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi di Puskesmas Sambau. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022. Populasi adalah bayi berusia 6-11 bulan yang hadir dalam kegiatan posyandu bulan Desember sebanyak 69 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Data pemberian MP-ASI, frekuensi dan bentuk MP-ASI diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran BB/PB. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Pemberian MP-ASI pada bayi 6-11 bulan sebesar 63,8%. Frekuensi pemberian MP-ASI sebagian besar sesuai dengan usia yaitu 75,4%. Bentuk MP-ASI sebagian besar sesuai dengan usia yaitu 76,8%. Status gizi bayi 6-11 bulan sebagian besar baik yaitu 92,8%. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p value 0,856 untuk hubungan MP-ASI dengan status gizi, hubungan frekuensi MP-ASI dengan status gizi diperoleh nilai p value 0,003. Sedangkan hubungan bentuk MP-ASI dengan status gizi diperoleh p value 0,861. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi 6-11 bulan di Puskesmas Sambau dengan nilai p=0,586 (p>0,05).

Sebagian besar bayi usia 6-11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sambau Kota Batam telah mendapatkan MP-ASI, frekuensi, dan bentuk MP-ASI yang sesuai dengan usia, serta memiliki status gizi yang baik.Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MP-ASI secara umum dengan status gizi bayi.Hubungan yang bermakna justru ditemukan antara frekuensi pemberian MP-ASI dengan status gizi, tetapi tidak untuk bentuk MP-ASI.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana kualitas gizi dan variasi makanan dalam MP-ASI memengaruhi status gizi bayi, mengingat dalam penelitian ini hanya frekuensi yang menunjukkan hubungan signifikan, bukan pemberian atau bentuk MP-ASI secara umum. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor non-makanan seperti pola asuh, pengetahuan ibu, dan akses ekonomi terhadap keberhasilan pemberian MP-ASI yang optimal, karena mungkin menjadi pengaruh tidak langsung terhadap status gizi. Ketiga, perlu dilakukan studi longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang dari frekuensi dan konsistensi pemberian MP-ASI sejak usia 6 bulan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak hingga usia toddler, agar intervensi dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Ketiga saran ini dapat membantu memahami mengapa meskipun sebagian besar anak mendapatkan MP-ASI, hubungan langsung dengan status gizi tidak terbukti signifikan, serta menemukan faktor kunci yang lebih menentukan kualitas nutrisi anak. Studi tentang variasi pangan lokal yang bergizi dan terjangkau juga perlu dilakukan agar rekomendasi MP-ASI lebih kontekstual dan mudah diimplementasikan oleh keluarga. Penelitian juga bisa melibatkan pendekatan kualitatif untuk memahami tantangan nyata yang dihadapi ibu dalam memberikan MP-ASI secara rutin dan sesuai usia. Selain itu, perlunya edukasi berkelanjutan melalui posyandu atau fasilitas kesehatan setempat perlu dievaluasi efektivitasnya dalam mendukung praktik pemberian MP-ASI yang benar. Faktor lingkungan seperti jam kerja ibu, khususnya di daerah industri seperti Batam, juga patut dikaji sebagai penghambat atau pendukung praktik pemberian MP-ASI. Integrasi pendekatan kesehatan, sosial, dan ekonomi dalam satu penelitian bisa memberikan gambaran lebih utuh. Hasilnya nanti dapat menjadi dasar bagi kebijakan lokal yang lebih komprehensif terkait nutrisi anak usia dini.

  1. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 0-6 Bulan di BPM Nurtila Palembang... doi.org/10.26630/jk.v7i2.198Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian MP ASI pada Bayi Usia 0 6 Bulan di BPM Nurtila Palembang doi 10 26630 jk v7i2 198
Read online
File size215.57 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test