MANDALANURSAMANDALANURSA

Business ManagementBusiness Management

Artikel ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Pengembangan Laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) (X1), Peningkatan Kinerja ASN (X2), terhadap Pelayanan Publik/Kepuasan Publik (Y1) di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain penelitian sequential explanatory yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Kemudian metode analisis data melalui Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Populasi penelitian terdiri dari 168 orang, terdiri dari 37 populasi internal dan 131 populasi eksternal. Sampel total yang digunakan adalah 118 responden, terdiri dari 26 responden dari ASN internal/TRC dan 92 responden dari lokasi yang telah menerima layanan TRC, dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling dan accidental sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sehingga instrumen yang digunakan layak dan andal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan laporan TRC memiliki efek positif pada peningkatan kinerja ASN dengan nilai koefisien (koefisien jalur = 0,639; t-statistik = 8,970; p < 0,001). Pengembangan Laporan TRC (X1) Memiliki Efek Signifikan pada Pelayanan Publik (Y2). Ditemukan juga efek positif dan signifikan antara pengembangan laporan TRC dan kualitas pelayanan publik, dengan koefisien jalur 0,731 (t-statistik = 13,282; p < 0,001). Variabel Y2, yang mencakup kepuasan publik, efektivitas yang dirasakan, aksesibilitas, dan kualitas solusi, memiliki R-square 0,534, yang menunjukkan bahwa 53,4% variasi dalam pelayanan publik dapat dijelaskan oleh pengembangan laporan TRC. Sehingga, penelitian ini menyimpulkan bahwa Pengembangan Tim Reaksi Cepat (TRC) Laporan (X2) secara bersamaan memiliki efek positif dan signifikan pada Pelayanan Publik/Kepuasan Publik (Y1) di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumbawa.

Pengembangan digital berbasis Tim Reaksi Cepat (TRC) telah terbukti memiliki dampak positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumbawa.Kesimpulan empiris ini didasarkan pada data organisasi yang menggambarkan Satpol PP sebagai institusi pemerintah strategis, didukung oleh struktur organisasi yang jelas, distribusi sumber daya manusia yang terlatih, dan sistem kerja yang mulai terotomatisasi.Sistem TRC digital mampu mempercepat tugas operasional, misalnya aspek penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, menjaga ketertiban umum, dan koordinasi antara unit kerja yang dipantau secara real-time.TRC digital menyediakan ruang untuk pemantauan, evaluasi, dan pelaporan berdasarkan data elektronik (dashboard), sehingga ASN dapat melaksanakan tugasnya dengan skema pelaporan yang efisien, transparan, dan akuntabel.Berdasarkan analisis SEM-PLS pada data dari 118 responden (26 Satuan Polisi Pamong Praja dan 92 anggota masyarakat), pengembangan laporan TRC, diukur melalui kemudahan sistem, kecepatan, kelengkapan data, dan teknologi digital, terbukti memiliki efek positif dan signifikan pada kinerja ASN (koefisien jalur = 0,639.Nilai R-square untuk variabel Y1 sebesar 0,409 menunjukkan bahwa 40,9% variasi kinerja ASN dapat dijelaskan oleh pengembangan laporan TRC.Efek dari variabel X1 ke Y1 juga cukup besar (f-square = 0,692).Hal ini mengonfirmasi bahwa inovasi dalam sistem pelaporan digital TRC memfasilitasi efektivitas operasi internal ASN, mempercepat respons, dan meningkatkan profesionalisme unit dalam menegakkan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah.Validitas konstruk dan reliabilitas variabel X1 dan Y1 telah diuji dengan baik melalui nilai AVE masing-masing 0,694 dan 0,623, dan reliabilitas komposit di atas 0,8, yang menjamin akurasi hasil penelitian ini.Pelaporan digital dengan cepat, akurat, dan terintegrasi menggunakan teknologi informasi membuat ASN menjadi lebih disiplin dan responsif dalam mengikuti laporan ketertiban.Penggunaan pelaporan digital memperpendek rantai birokrasi, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan operasi lapangan yang lebih efektif.Kinerja ASN yang didukung oleh pelaporan TRC juga meningkatkan profesionalisme dan integritas petugas dalam melaksanakan tugas utamanya yaitu menegakkan peraturan daerah dan memberikan pelayanan publik.Pelatihan berkelanjutan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia adalah faktor kunci yang berkontribusi terhadap kesuksesan pelaporan TRC dalam mengoptimalkan kinerja internal Satuan Polisi Pamong Praja.Kinerja yang ditingkatkan ini terkait dengan penurunan waktu respons, peningkatan akurasi data pelaporan, dan peningkatan responsivitas dalam menangani kasus gangguan ketertiban umum dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.Temuan-temuan ini didukung oleh berbagai studi sebelumnya yang mendukung dan konsisten dengan hasil penelitian ini, yang menunjukkan bahwa pengembangan laporan TRC memiliki dampak positif dan signifikan pada kinerja keseluruhan ASN Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumbawa.Pengembangan Laporan TRC (X1) Memiliki Dampak Signifikan pada Pelayanan Publik (Y2) Ditemukan juga dampak positif dan signifikan antara pengembangan laporan TRC dan kualitas pelayanan publik, dengan koefisien jalur 0,731 (t-statistik = 13,282.Variabel Y2, yang mencakup kepuasan publik, efektivitas yang dirasakan, aksesibilitas, dan kualitas solusi, memiliki R-square 0,534, yang menunjukkan bahwa 53,4% variasi dalam pelayanan publik dapat dijelaskan oleh pengembangan laporan TRC.Efek dari X1 ke Y2 sangat besar (f-square = 1,147), menggambarkan bahwa sistem pelaporan berbasis teknologi yang optimal secara signifikan meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pelayanan publik.Instrumen pengukuran telah melalui uji validitas diskriminan dan reliabilitas (AVE 0,661, reliabilitas komposit > 0,8), sehingga hasil ini dapat diandalkan secara metodologis dan empiris.Pelaporan TRC digital menciptakan interaksi baru yang lebih intens antara Satpol PP dan masyarakat, memecahkan hambatan birokrasi, dan mempercepat penanganan keluhan.Sistem ini tidak hanya menyediakan saluran pelaporan yang mudah diakses, responsif, dan transparan, tetapi juga memungkinkan pemantauan langsung dan umpan balik cepat dari masyarakat.Studi empiris di Tangerang, Ternate, Jombang, Kepulauan Riau, dan Papua selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa pelayanan publik dengan pelaporan digital telah menghasilkan peningkatan rata-rata 50% dalam kecepatan penanganan keluhan publik, peningkatan indeks kepuasan pelayanan dari 70 menjadi 87/100, dan penurunan keluhan yang belum terselesaikan lebih dari 35%.Keunggulan utama pelaporan TRC digital terletak pada partisipasi publik, transparansi informasi, dan evaluasi pelayanan secara berkelanjutan.Pelayanan publik berubah dari model statis menjadi model dinamis berbasis digital, di mana masyarakat bukan hanya pengguna, tetapi juga mitra aktif dalam pemantauan, evaluasi, dan menuntut akuntabilitas atas layanan pemerintah daerah.Pelaporan TRC digital memperkuat posisi Satuan Polisi Pamong Praja sebagai pelayan publik yang inovatif, responsif, dan akuntabel.Pemantauan kualitas pelayanan juga dapat dilakukan secara sistematis, sehingga perbaikan pelayanan bersifat iteratif dan berkelanjutan.Pelaporan TRC digital juga memiliki dampak signifikan pada proses transformasi budaya kerja ASN.ASN memiliki pola kerja yang lebih proaktif, terbuka terhadap kritik dan pelaporan publik, dan beradaptasi dengan pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan di masa depan.Sistem ini merupakan pilar kunci dalam mendukung pencapaian indikator good governance, termasuk transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, efektivitas, dan efisiensi pelayanan.Pengembangan Laporan TRC Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik.Pelaporan TRC digital memungkinkan masyarakat melaporkan keluhan secara transparan, mudah diakses, dan cepat.Hal ini memiliki dampak positif pada persepsi dan kepuasan publik terhadap layanan Satpol PP.Sistem pelaporan digital mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan transparansi dan akuntabilitas, memungkinkan warga memantau status laporan mereka secara real-time.Partisipasi publik yang aktif juga meningkat melalui saluran digital yang responsif, yang meningkatkan kepercayaan dan legitimasi di mata warga.Sistem ini memberikan solusi terhadap masalah layanan manual yang lambat dan rentan terhadap miskomunikasi, serta mengurangi koordinasi tumpang tindih antara unit kerja Satpol PP.Secara keseluruhan, inovasi pelaporan TRC memberikan pelayanan publik yang lebih ramah pengguna dan berorientasi pada hasil yang nyata dirasakan oleh publik.Hal ini konsisten dan diperkuat oleh penelitian yang menganalisis hasil signifikan dari pengembangan pelaporan dan kepuasan publik terhadap pelayanan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan sistem pelaporan TRC yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis dan infrastruktur di Sumbawa Regency. Penelitian ini berfokus pada Sumbawa Regency yang memiliki karakteristik geografis dan demografis unik, sehingga diperlukan inovasi dalam sistem pelaporan TRC yang tidak hanya cepat tetapi juga adaptif terhadap kondisi tersebut. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi desain sistem pelaporan yang fleksibel dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat di berbagai lokasi dengan respons waktu yang cepat dan akurat.. . 2. Meneliti dampak pelaporan TRC terhadap koordinasi antar unit kerja dalam Satuan Polisi Pamong Praja. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaporan TRC dapat mempercepat koordinasi dan memperpendek waktu tanggap terhadap gangguan ketertiban umum. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki lebih dalam bagaimana sistem pelaporan digital ini mempengaruhi komunikasi dan kerja sama antar unit kerja, serta bagaimana hal itu dapat meningkatkan efektivitas penanganan kasus secara keseluruhan.. . 3. Menganalisis peran pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam kesuksesan pelaporan TRC. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan kapasitas ASN dalam mengoptimalkan kinerja Satuan Polisi Pamong Praja. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana pelatihan khusus, seperti pelatihan manajemen konflik, komunikasi publik, dan penggunaan aplikasi pemantauan keluhan, dapat meningkatkan kemampuan TRC dalam merespons keluhan publik secara cepat dan efektif. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana pengembangan kapasitas sumber daya manusia dapat meningkatkan profesionalisme dan integritas petugas dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami dan meningkatkan kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan responsif kepada masyarakat.

  1. Digitalisasi Layanan Kepolisian: Studi Tentang Efektivitas dan Kendala dalam Penggunaan “Polri... doi.org/10.33506/jn.v11i1.4430Digitalisasi Layanan Kepolisian Studi Tentang Efektivitas dan Kendala dalam Penggunaan AuPolri doi 10 33506 jn v11i1 4430
  2. New Public Manajemen: Studi Kasus Penerapan New Public Manajemen dalam Organisasi Publik di Indonesia... ejournal.sagita.or.id/index.php/future/article/view/97New Public Manajemen Studi Kasus Penerapan New Public Manajemen dalam Organisasi Publik di Indonesia ejournal sagita index php future article view 97
  3. Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025) | Jurnal Manajemen... dinastirev.org/JMPIS/issue/view/106Vol 6 No 2 2025 Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Februari Maret 2025 Jurnal Manajemen dinastirev JMPIS issue view 106
  4. Pengaruh Tunjangan Kinerja dan Sarana Prasarana Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Satuan Polisi Pamong... doi.org/10.61579/future.v2i4.210Pengaruh Tunjangan Kinerja dan Sarana Prasarana Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Satuan Polisi Pamong doi 10 61579 future v2i4 210
Read online
File size356.42 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test