IAINPTKIAINPTK
Journal of Islamic LawJournal of Islamic LawPengaruh interaksi tradisi lokal dengan agama tampak dalam praktik nyambut sawah di kalangan masyarakat Tejamari. Praktik ini menyerupai pemanfaatan lahan pertanian (muzāraah) dalam fikih muamalah, di mana pemilik tanah menyediakan lahan pertanian kepada penggarap untuk ditanami dengan sistem bagi hasil. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana praktik nyambut sawah mengadopsi prinsip-prinsip hukum bisnis Islam. Studi ini menggunakan pendekatan normatif-empiris, melakukan observasi dan wawancara dengan delapan belas informan. Penelitian menunjukkan bahwa tradisi nyambut sawah yang dipraktikkan oleh masyarakat Tejamari mencerminkan kontrak muzāraah dalam fikih muamalah. Kontrak muzāraah tercermin dalam lima model sistem bagi hasil, di mana pembagian tugas, tanggung jawab, keuntungan, dan risiko telah disepakati secara bersama. Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggung jawab atas biaya ngeprik padi (penggilingan padi), praktik ini tetap mempertahankan nilai-nilai saling tolong-menolong antara pemilik lahan dan penggarap dalam mengatasi kesulitan ekonomi. Artikel ini berargumen bahwa tradisi lokal dan nilai-nilai agama dapat bersama-sama memberikan solusi untuk keberlanjutan kegiatan pertanian.
Praktik nyambut sawah di Tejamari menunjukkan keselarasan kuat antara adat lokal dan prinsip syariah Islam, yang terwujud dalam lima model perjanjian kerja sama pengelolaan lahan pertanian.Meskipun terdapat perbedaan pandangan terkait tanggung jawab biaya ngeprik padi, praktik ini tetap menjunjung tinggi nilai-nilai saling membantu antara pemilik lahan dan penggarap.Hal ini menyoroti hubungan simbiosis antara tradisi lokal dan ajaran agama dalam menawarkan solusi berkelanjutan untuk kegiatan pertanian, sekaligus menunjukkan adaptabilitas ajaran Islam di tengah beragam lanskap sosial-budaya Indonesia.
Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan studi kasus nyambut sawah ini dengan melakukan perbandingan praktik serupa di berbagai daerah di Indonesia, atau bahkan di negara lain. Ini penting untuk memahami bagaimana model-model kerja sama pertanian tradisional yang berlandaskan prinsip syariah beradaptasi dengan konteks sosial, ekonomi, dan hukum yang berbeda. Pertanyaan penelitian yang muncul adalah: bagaimana variasi dalam implementasi kontrak muzāraah di berbagai komunitas memengaruhi efektivitasnya dalam mempromosikan keadilan dan keberlanjutan pertanian? Selain itu, mengingat studi ini menyinggung beban utang yang kerap dialami penggarap, penelitian mendalam mengenai dampak sosio-ekonomi jangka panjang dari praktik nyambut sawah terhadap kesejahteraan petani dan strategi pelunasan utang mereka akan sangat bermanfaat. Studi ini dapat mengidentifikasi model-model bagi hasil mana yang paling efektif dalam meningkatkan stabilitas ekonomi penggarap dan mengurangi ketergantungan utang. Terakhir, dengan adanya beberapa perbedaan pandangan, seperti mengenai biaya ngeprik padi, akan menarik untuk meneliti potensi formalisasi perjanjian nyambut sawah melalui kontrak tertulis atau intervensi lembaga lokal. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana formalisasi dapat meningkatkan kepastian hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa, tanpa mengikis nilai-nilai tradisional seperti rasa saling percaya dan tolong-menolong yang selama ini menjadi pondasi utama praktik ini.
- Titik Singgung Hukum Islam dengan Hukum Adat pada Naskah Perundang-Undangan Kerajaan Islam di Nusantara... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/almanahij/article/view/3724Titik Singgung Hukum Islam dengan Hukum Adat pada Naskah Perundang Undangan Kerajaan Islam di Nusantara ejournal uinsaizu ac index php almanahij article view 3724
- Dayak Ngaju Customary Fines in Pre-Marriage Agreement to Minimize Divorce in The Perspective of Maslahah... e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/maslahah/article/view/5623Dayak Ngaju Customary Fines in Pre Marriage Agreement to Minimize Divorce in The Perspective of Maslahah e journal iain palangkaraya ac index php maslahah article view 5623
- El-Usrah;Jurnal El-Usrah;Jurnal El-Usrah: Jurnal Hukum Kelua. postponement inheritance distribution seunuddon... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/usrah/article/view/10207El Usrah Jurnal El Usrah Jurnal El Usrah Jurnal Hukum Kelua postponement inheritance distribution seunuddon jurnal ar raniry ac index php usrah article view 10207
| File size | 601.33 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
AN NADWAHAN NADWAH Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk inovasi yang relevan dalam pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis SyariahPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk inovasi yang relevan dalam pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah
STAINUMADIUNSTAINUMADIUN BNPL dan pinjaman digital menawarkan kemudahan dan inklusi, namun menimbulkan risiko riba, gharar, serta ketidakjelasan akad. Praktik ini dapat menimbulkanBNPL dan pinjaman digital menawarkan kemudahan dan inklusi, namun menimbulkan risiko riba, gharar, serta ketidakjelasan akad. Praktik ini dapat menimbulkan
YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO Undang-undang ini memberikan landasan yang lebih jelas bagi operasional bank syariah dan mengakui keberadaannya secara berdampingan dengan bank konvensional.Undang-undang ini memberikan landasan yang lebih jelas bagi operasional bank syariah dan mengakui keberadaannya secara berdampingan dengan bank konvensional.
AN NADWAHAN NADWAH Aspek ini dilengkapi dengan strategi promosi dan komunikasi yang seluruhnya dibangun di atas landasan etika bisnis Islami, khususnya prinsip amanah (kepercayaan)Aspek ini dilengkapi dengan strategi promosi dan komunikasi yang seluruhnya dibangun di atas landasan etika bisnis Islami, khususnya prinsip amanah (kepercayaan)
UIN SGDUIN SGD Temuan menunjukkan bahwa keberlanjutan di Subang bukan hasil intervensi terpisah, melainkan muncul dari sistem terpadu di mana tradisi budaya, etika agama,Temuan menunjukkan bahwa keberlanjutan di Subang bukan hasil intervensi terpisah, melainkan muncul dari sistem terpadu di mana tradisi budaya, etika agama,
STAINUMADIUNSTAINUMADIUN Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna keberkahan dalam transaksi keuangan syariah sebagaimana dipersepsikan dan dialami oleh pelaku Usaha Mikro,Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna keberkahan dalam transaksi keuangan syariah sebagaimana dipersepsikan dan dialami oleh pelaku Usaha Mikro,
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Risiko hibriditas kelembagaan yang perlu diperhatikan adalah risiko fragmentasi identitas, risiko alienasi komunitas tradisional, risiko komersialisasiRisiko hibriditas kelembagaan yang perlu diperhatikan adalah risiko fragmentasi identitas, risiko alienasi komunitas tradisional, risiko komersialisasi
UNIKAMAUNIKAMA Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berbentuk laporan tahunan dari masing-masing Bank Umum Syariah yang diperoleh dari website masing-masingPenelitian ini menggunakan data sekunder yang berbentuk laporan tahunan dari masing-masing Bank Umum Syariah yang diperoleh dari website masing-masing
Useful /
UIN SGDUIN SGD Yang lain, tidak sedikit, memandangnya secara negatif dan peyoratif sebagai metode liberal. Selain itu, metode irfani identik dengan Sufisme dan secaraYang lain, tidak sedikit, memandangnya secara negatif dan peyoratif sebagai metode liberal. Selain itu, metode irfani identik dengan Sufisme dan secara
IAINPTKIAINPTK Artikel ini menganalisis Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Ahmadiyah menggunakan kerangka analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. PenelitianArtikel ini menganalisis Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Ahmadiyah menggunakan kerangka analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Penelitian
IAINPTKIAINPTK Studi ini menantang pandangan bahwa hukum adat pra-Islam bertentangan dengan Islam, sebaliknya menegaskan bahwa keduanya dapat saling memperkuat dan beradaptasi,Studi ini menantang pandangan bahwa hukum adat pra-Islam bertentangan dengan Islam, sebaliknya menegaskan bahwa keduanya dapat saling memperkuat dan beradaptasi,
IAINPTKIAINPTK Akad istisnāʿ membebani pengembang dengan risiko finansial yang tinggi, sementara akad ijārah muntahiyah bi tamlīk berpotensi meminggirkan posisi hukumAkad istisnāʿ membebani pengembang dengan risiko finansial yang tinggi, sementara akad ijārah muntahiyah bi tamlīk berpotensi meminggirkan posisi hukum