IAINPTKIAINPTK

Journal of Islamic LawJournal of Islamic Law

Artikel ini menganalisis Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Ahmadiyah menggunakan kerangka analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Penelitian menyoroti peran bahasa sebagai instrumen kekuasaan dalam wacana keagamaan, khususnya dalam membentuk kognisi sosial, konstruksi ideologis, dan dominasi institusional. Dengan menelaah struktur grafis, sintaksis, semantik, leksikal, dan retoris, penelitian ini mengungkap bahwa fatwa tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hukum Islam, tetapi juga sebagai alat ideologis yang memperkuat posisi MUI dalam hierarki keagamaan Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa strategi linguistik, seperti kalimat pasif, abstraksi, generalisasi, hiperbola, dan repetisi, digunakan untuk menyamarkan aktor, memperbesar tuntutan masyarakat, serta membingkai Ahmadiyah sebagai ancaman terhadap stabilitas sosial dan kemurnian Islam. Pilihan leksikal, termasuk istilah “sesat, “murtad, dan “menyesatkan, berperan dalam melegitimasi marginalisasi terhadap pengikut Ahmadiyah serta memperkuat oposisi biner antara Muslim arus utama dan kelompok luar.

11/MUNAS VII/MUI/15/2005 mengungkapkan penggunaan strategi linguistik, semantik, dan retoris yang sistematis untuk memperkuat posisi ideologis MUI.Dengan memanfaatkan kalimat pasif, abstraksi, generalisasi, hiperbola, dan repetisi, fatwa menempatkan Ahmadiyah sebagai kelompok devian yang mengancam kebenaran Islam dan stabilitas sosial.Strategi ini tidak hanya melegitimasi otoritas MUI sebagai penjaga ortodoksi Islam, tetapi juga membunduki persepsi publik terhadap Ahmadiyah, sehingga memperkuat eksklusi dan diskriminasi yang berlanjut terhadap komunitas tersebut.

1) Menyelidiki dampak jangka panjang fatwa ini terhadap persepsi publik dan kebijakan publik terkait hak sipil Ahmadiyah, dengan meneliti persepsi masyarakat melalui survei longitudinal dan analisis data kebijakan.. 2) Mengkaji peran media digital dan platform sosial dalam menyebarkan narasi fatwa, serta dampaknya terhadap konflik sosial di masyarakat Muslim, melalui studi kualitatif dan pembandingan naratif.. 3) Mengembangkan model berbasis partisipasi komunitas yang melibatkan Ahmadiyah dan kelompok mayoritas untuk mempromosikan dialog interfaith, memanfaatkan pendekatan situasional analisis diskursif untuk menilai efektivitas program tersebut dalam mengurangi stereotip dan diskriminasi.

  1. The Language of Exclusion: Ideology and Power in the Fatwa of the Majelis Ulama Indonesia on Ahmadiyah... e-journal.iainptk.ac.id/index.php/jil/article/view/3338The Language of Exclusion Ideology and Power in the Fatwa of the Majelis Ulama Indonesia on Ahmadiyah e journal iainptk ac index php jil article view 3338
  2. Science And Its Role In Changes In Islamic Legal Thought (An Analysis Of Changes In The Fatwa Of The... doi.org/10.18592/sjhp.v23i2.11361Science And Its Role In Changes In Islamic Legal Thought An Analysis Of Changes In The Fatwa Of The doi 10 18592 sjhp v23i2 11361
Read online
File size1.31 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test