IAIN SUIAIN SU

TAQNIN: Jurnal Syariah dan HukumTAQNIN: Jurnal Syariah dan Hukum

This study examines the phenomenon of sex in the car in Aceh within the framework of fiqh jināyah and maqāṣid al-sharīah to explore its legal, moral, and policy implications in the enforcement of Islamic law. The study focuses on the classification of sexual activity inside vehicles within the categories of jarīmah (ḥudūd or tazīr) and on the extent to which such conduct contravenes the five essential objectives of Islamic law (al-dharūriyyāt al-khams). Employing a normative legal research method, this study analyzes statutory regulations (Qanun Aceh No. 6 of 2014), classical and contemporary fiqh literature, and the maqāṣid al-sharīah framework as its conceptual basis. Secondary data were obtained from books, peer-reviewed journals, and official reports published within the last six years. The findings indicate that the phenomenon of sex in the car is generally classified as a jarīmah tazīr, the imposition of which falls under the discretionary authority of law enforcement officials, and that such conduct is inconsistent with the fundamental principles of maqāṣid al-sharīah, particularly ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, and ḥifẓ al-nasl, thereby underscoring the novelty of this study in developing a maqāṣid al-sharīah–based approach to addressing sex in the car as a contemporary form of khalwat within the practice of Islamic law enforcement in Aceh. The study further emphasizes the need to recontextualize fiqh jināyah by adopting preventive legal measures (sadd al-dharīah), clarifying evidentiary standards, and integrating educational approaches.

The research concludes that the phenomenon of sex in the car in Aceh constitutes a moral and sharia law violation categorized as *jarimah tazīr*.This act contravenes the core objectives of Islamic law (*maqāṣid al-sharīah*), particularly concerning the preservation of religion, life, and lineage.The study highlights the need to adapt *fiqh jināyah* to address this modern form of *khalwat*, emphasizing prevention, clear evidentiary standards, and educational initiatives.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas mekanisme penyelesaian kasus khalwat modern, seperti yang terjadi di dalam kendaraan, dengan melibatkan pendekatan hukum adat dan hukum positif. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan moral berbasis nilai-nilai Islam yang relevan dengan tantangan perilaku seksual remaja di era digital. Terakhir, studi komparatif antara penegakan hukum syariah di Aceh dengan wilayah lain yang menerapkan hukum Islam dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam penegakan hukum, serta memperkuat perlindungan nilai-nilai agama dan moralitas masyarakat. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan karena fenomena seks di dalam mobil menunjukkan adanya pergeseran perilaku sosial yang memerlukan respons yang komprehensif dan adaptif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil. Dengan memahami akar permasalahan dan mengembangkan solusi yang tepat, diharapkan dapat tercipta lingkungan sosial yang lebih harmonis dan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kesucian, martabat, dan kesejahteraan manusia.

  1. Implementation of the Concept of Sadd Al-Dzari’ah in Islamic Law (Perspective of Ibn Al-Qayyim... doi.org/10.11648/j.ijp.20210904.13Implementation of the Concept of Sadd Al DzariyAAAoah in Islamic Law Perspective of Ibn Al Qayyim doi 10 11648 j ijp 20210904 13
  2. Crime Settlement of Khalwat in Aceh | Syihab | SASI. crime settlement khalwat aceh syihab sasi function... doi.org/10.47268/sasi.v28i4.1065Crime Settlement of Khalwat in Aceh Syihab SASI crime settlement khalwat aceh syihab sasi function doi 10 47268 sasi v28i4 1065
  3. Dinamika Pemidanaan Khalwat di Aceh: Urgensi Revisi Qanun Jinayat untuk Mencegah Konflik Hukum | El-Suffah:... doi.org/10.70742/suffah.v1i2.73Dinamika Pemidanaan Khalwat di Aceh Urgensi Revisi Qanun Jinayat untuk Mencegah Konflik Hukum El Suffah doi 10 70742 suffah v1i2 73
  4. Implementasi Qanun Jinayat dalam Penegakan Hukum Pidana di Aceh | Indonesian Journal of Criminal Law... doi.org/10.18196/ijclc.v2i3.13790Implementasi Qanun Jinayat dalam Penegakan Hukum Pidana di Aceh Indonesian Journal of Criminal Law doi 10 18196 ijclc v2i3 13790
Read online
File size476.38 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test