UADUAD
International Journal of Healthcare ResearchInternational Journal of Healthcare ResearchRumah sakit memiliki ancaman besar terhadap dampak kesehatan bagi pekerja, pasien dan pengunjung. Berdasarkan studi pendahuluan, Instalasi Catatan Medik (ICM) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta memiliki 162 pegawai dan berbagai jenis pekerjaan yang memiliki potensi bahaya tersendiri. Di bagian penyimpanan berkas misalnya, memiliki potensi bahaya debu, kegiatan angkat-angkut berkas, dan lain-lain. Sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui potensi bahaya kerja pada ICM RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Telah diketahui bahwa ada 13 jenis pekerjaan yang ada di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, yaitu.registrasi, filing, distribusi, verifikasi, coding, assembling, penggabungan, surat keterangan medis, penelitian, pelaporan, penyusutan, pemusnahan, dan logistik.Telah diketahui langkah-langkah aktivitas yang harus dilakukan dalam setiap jenis pekerjaan di Instalasi Catatan Medik terbagi menjadi beberapa langkah kerja, dari empat hingga tiga belas langkah kerja pada masing-masing kegiatannya.Telah diidentifkasi potensi bahaya di setiap langkah-langkah aktivitas kerja di Instalasi Catatan Medik berasal dari beberapa faktor, yaitu.faktor fisik, faktor mekanik, faktor ergonomi, faktor psikososial, faktor listrik, dan faktor biologi.Diketahui tindakan atau prosedur dalam upaya pengendalian risiko yang telah ditetapkan untuk mencegah timbulnya kecelakaan kerja pada pekerjaan Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mengikuti hirarki pengendalian risiko, yaitu.Substitusi, rekayasa teknik, administrasi, dan alat pelindung diri.Sedangkan upaya eliminasi yang disarankan sedang dalam proses, menunggu optimalisasi pemberlakuan rekam medis elektronik.
Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Melakukan kajian lebih lanjut mengenai identifikasi potensi bahaya dari faktor fisik seperti suhu, kelembaban udara, pencahayaan, dan tingkat kebersihan udara untuk membuat pengendalian yang sesuai demi terciptanya K3 di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito dengan bekerja sama dengan bagian Sanitasi dan Teknik. (2) Melakukan monitoring dan evaluasi pengendalian dan kemungkinan adanya potensi bahaya lain yang muncul dari pengembangan kegiatan di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito, khususnya, dan semua instalasi di RSUP Dr Sardjito pada umumnya. (3) Melengkapi upaya pengendalian risiko kerja sesuai dengan hirarki pengendalian risiko, yaitu: Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknik, Administrasi, dan Alat Pelindung Diri.
| File size | 450.12 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Dalam studi ini, kami bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kerangka kerja kolaboratif untuk mengintegrasikan uji klinis ke dalam perawatan kesehatanDalam studi ini, kami bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kerangka kerja kolaboratif untuk mengintegrasikan uji klinis ke dalam perawatan kesehatan
IJRETINAIJRETINA Hasil: Sebanyak 138 mata dari 131 pasien (rata-rata usia: 66,7 tahun; 51% laki-laki) dianalisis. Median jumlah injeksi adalah tiga (rentang: 1–6). Rata-rataHasil: Sebanyak 138 mata dari 131 pasien (rata-rata usia: 66,7 tahun; 51% laki-laki) dianalisis. Median jumlah injeksi adalah tiga (rentang: 1–6). Rata-rata
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Kesiapan penerapan RME dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya adalah persiapan operasional. Rumah Sakit Universitas Andalas (UNAND) telah menerapkanKesiapan penerapan RME dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya adalah persiapan operasional. Rumah Sakit Universitas Andalas (UNAND) telah menerapkan
UMGUMG Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem informasi inventori yang lebih efisien dan dapat diandalkan. Berdasarkan hasil pengujian,Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem informasi inventori yang lebih efisien dan dapat diandalkan. Berdasarkan hasil pengujian,
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Berdasarkan hasil penelitian prototipe sistem informasi manajemen klinik di Klinik Utama Dipta dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, pelaksanaanBerdasarkan hasil penelitian prototipe sistem informasi manajemen klinik di Klinik Utama Dipta dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan
LLDIKTI10LLDIKTI10 Lapas juga wajib menjaga kesehatan warga binaannya. Pelayanan kesehatan selama ini masih manual, para warga binaan hendak berobat melalui perawat yangLapas juga wajib menjaga kesehatan warga binaannya. Pelayanan kesehatan selama ini masih manual, para warga binaan hendak berobat melalui perawat yang
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif, dengan sumber data primer yaitu menggunakan metode wawancaraMetode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif, dengan sumber data primer yaitu menggunakan metode wawancara
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Implementasi SIMRS bertujuan membantu meningkatkan mutu layanan yang diberikan oleh rumah sakit sehingga mampu meningkatkan kepuasan pasien. Kualitas layananImplementasi SIMRS bertujuan membantu meningkatkan mutu layanan yang diberikan oleh rumah sakit sehingga mampu meningkatkan kepuasan pasien. Kualitas layanan
Useful /
ALMAATAALMAATA Salah satu hal yang berkontribusi terhadap fenomena ini adalah meningkatnya penggunaan OFD (Online Food Delivery), terutama sejak pandemi COVID-19. KemudahanSalah satu hal yang berkontribusi terhadap fenomena ini adalah meningkatnya penggunaan OFD (Online Food Delivery), terutama sejak pandemi COVID-19. Kemudahan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Klinik mata di Madiun menyediakan berbagai layanan kesehatan mata seperti LASIK, operasi glaukoma, dan katarak. Untuk meningkatkan efisiensi pelayanan,Klinik mata di Madiun menyediakan berbagai layanan kesehatan mata seperti LASIK, operasi glaukoma, dan katarak. Untuk meningkatkan efisiensi pelayanan,
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Adanya pengaruh faktor eksternal menyebabkan dalam efisiensi pelaksanaan rujukan pasien, terutama komunikasi dengan Rumah Sakit tujuan. SISRUTE juga belumAdanya pengaruh faktor eksternal menyebabkan dalam efisiensi pelaksanaan rujukan pasien, terutama komunikasi dengan Rumah Sakit tujuan. SISRUTE juga belum
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG 16-3. 21). Variabel lain seperti pendidikan, pekerjaan, hari kunjungan, dan metode pendaftaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan dari16-3. 21). Variabel lain seperti pendidikan, pekerjaan, hari kunjungan, dan metode pendaftaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan dari