UNNESUNNES

Proceedings of International Conference on Mathematics, Science, and EducationProceedings of International Conference on Mathematics, Science, and Education

Literasi matematika merupakan kemampuan penting di abad ke-21 yang berperan dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Kemampuan literasi matematika perlu mendukung generasi emas yang kompetitif dalam mengadopsi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, rasa percaya diri (self-efficacy) sangat diperlukan dalam proses belajar matematika karena berkontribusi pada peningkatan kemampuan memecahkan masalah. Meskipun demikian, kemampuan literasi matematika dan self-efficacy siswa masih relatif rendah, terutama dalam menyelesaikan soal-soal geometri. Hal ini disebabkan oleh kurangnya latihan siswa dalam menyelesaikan masalah di luar kebiasaan belajar konvensional serta kurangnya pengembangan keterampilan literasi matematika dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan literasi matematika dan self-efficacy siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning, PBL) dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain kelompok kontrol tidak setara di kelas VII satu SMP negeri di Serang, Banten. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan literasi matematika dan kuesioner self-efficacy. Analisis data menggunakan uji t dua sampel independen. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen (PBL) memiliki kemampuan literasi matematika dan self-efficacy yang lebih baik dibandingkan siswa di kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Dengan demikian, model PBL terbukti lebih efektif dalam meningkatkan literasi matematika dan self-efficacy siswa.

Model pembelajaran berbasis masalah (PBL) lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika dan self-efficacy siswa.PBL memungkinkan siswa menyelesaikan masalah matematika melalui proses kolaboratif dan reflektif, yang memperkuat pemahaman konsep dan kepercayaan diri.Implementasi PBL dapat menjadi strategi pengajaran yang efektif untuk memperbaiki hasil belajar matematika di tingkat SMP.

Sesuai temuan penelitian ini, sebaiknya dilakukan studi lanjutan yang mengkaji seberapa besar pengaruh variasi aktivitas kolaboratif dalam model PBL terhadap peningkatan self-efficacy siswa, misalnya dengan membandingkan kelompok yang melakukan diskusi daring dengan yang menggunakan diskusi tatap muka. Penelitian selanjutnya juga dapat meneliti dampak integrasi teknologi digital (misalnya platform pembelajaran berbasis game) dalam kegiatan PBL terhadap kualitas pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa. Terakhir, disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor kontekstual seperti peran guru dan struktur kurikulum dalam memfasilitasi penerapan PBL secara berkelanjutan di sekolah, guna mengetahui keterbatasan dan potensi pengembangan program yang lebih holistik.

  1. PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN... doi.org/10.24127/ajpm.v11i3.5117PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SELF EFFICACY SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN doi 10 24127 ajpm v11i3 5117
  2. ANALISIS KESALAHAN PADA PROSES MATEMATISASI HORIZONTAL DAN VERTIKAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR... phi.unbari.ac.id/index.php/phi/article/view/191ANALISIS KESALAHAN PADA PROSES MATEMATISASI HORIZONTAL DAN VERTIKAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR phi unbari ac index php phi article view 191
Read online
File size274.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test