AFEKSIAFEKSI

Kognisi: Jurnal Ilmu KeguruanKognisi: Jurnal Ilmu Keguruan

Teknik evaluasi ABCD discrepancy digunakan dalam penelitian ini untuk menilai efektivitas instruksi Computational Thinking (CT) Unplugged pada tingkat sekolah. Penelitian ini menyelidiki empat komponen model: pelaksana program dan implementasinya, program dan pelaksanaannya, tujuan, dan dampaknya. Wawancara mendalam dilakukan dengan guru peserta pelatihan untuk mengetahui lebih lanjut tentang proses, masalah, dan tantangan yang dihadapi saat menerapkan CT. Sampling purposive digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi efek pribadi dan hasil pelatihan CT pada guru peserta pelatihan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun CT dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengajaran, kinerjanya di kelas dapat ditingkatkan oleh sikap dan komitmen guru terhadap pelatihan, serta dukungan teknis dan pemantauan program yang disengaja oleh penyelenggara. Berdasarkan kesimpulan ini, saran diberikan untuk meningkatkan penggunaan CT di sekolah. Penelitian ini membantu memahami peluang dan tantangan dalam mengintegrasikan CT di kelas.

Evaluasi model ABCD menunjukkan bahwa pelatihan Computational Thinking (CT) tingkat sekolah berhasil.Empat komponen yang dinilai, yaitu Biro Bebras UIN Salatiga, pelatihan CT, efektivitas, dan dampaknya, selaras dengan hasil yang sebenarnya.Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi sebelum, selama, dan setelah implementasi pelatihan CT di komunitas guru.Guru melaporkan kesulitan dalam mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran non-tepat, dan pelatihan tidak menyediakan dukungan teknis kepada guru mengenai implementasi CT di setiap mata pelajaran.Selain itu, meskipun sebagian besar peserta telah menyelesaikan pelatihan CT, beberapa peserta masih membutuhkan bantuan lebih lanjut mengenai implementasi teknis di setiap mata pelajaran, terutama mata pelajaran non-tepat.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan penggunaan pelatihan berpikir komputasi (CT) di kelas dengan memperpanjang durasi pelatihan menjadi dua hari, di mana hari pertama adalah pelatihan konsep CT dalam pembelajaran, dan hari kedua adalah penyiapan rencana teknis untuk menerapkan CT di setiap mata pelajaran yang diajarkan oleh peserta pelatihan. Selain itu, perlu disusun timeline yang lebih detail untuk kegiatan pasca-pelatihan CT dengan target yang jelas. Program bimbingan lanjutan juga diperlukan untuk guru yang belum berhasil menerapkan CT dalam pembelajaran. Kehadiran ahli di bidang eksak dan non-eksak dalam setiap implementasi pelatihan juga sangat penting. Terakhir, evaluasi pelatihan harus dilakukan untuk mengidentifikasi praktik menjanjikan atau masalah mendesak yang terkait dengan implementasi pelatihan CT.

  1. A Systematic Review of Computational Thinking Approach for Programming Education in Higher Education... doi.org/10.1145/3364510.3364521A Systematic Review of Computational Thinking Approach for Programming Education in Higher Education doi 10 1145 3364510 3364521
  2. PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI UJI KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK) ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK | Jurnal... journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/view/2127PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI UJI KOMPETENSI KEAHLIAN UKK ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK Jurnal journal uny ac index php jpep article view 2127
  3. Reliability and validity of adapted cross-cultural counselling inventory-revised on the sample of undergraduate... doi.org/10.11591/ijere.v11i4.22510Reliability and validity of adapted cross cultural counselling inventory revised on the sample of undergraduate doi 10 11591 ijere v11i4 22510
Read online
File size274.99 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test