UNIVSMUNIVSM
Jurnal Ilmu Pendidikan DasarJurnal Ilmu Pendidikan DasarEra globalisasi menciptakan tantangan kompleks dalam pelestarian nilai-nilai kebangsaan, di mana Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berperan strategis sebagai wahana penguatan pendidikan nilai. Kajian ini menganalisis strategi pengembangan pendidikan nilai berbasis PKn melalui pendekatan studi literatur kualitatif. Hasil penelitian mengungkap tiga strategi utama: Pendekatan pembelajaran inovatif seperti Project-Based Learning (PjBL) dan Value Clarification Technique (VCT) yang efektif dalam menginternalisasi nilai demokrasi, toleransi, dan disiplin; Integrasi teknologi digital melalui media sosial dan simulasi daring untuk pembelajaran interaktif; serta Revitalisasi peran PKn dengan menekankan internalisasi nilai Pancasila secara kontekstual. Tantangan utama meliputi degradasi nilai akibat globalisasi, pendekatan pembelajaran yang masih kognitif, serta kurangnya sinergi antara sekolah dan masyarakat. Kajian ini merekomendasikan model pembelajaran partisipatif berbasis nilai, penguatan literasi digital, dan kolaborasi multipihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan nilai yang berkelanjutan.
Penelitian ini mengkaji strategi pengembangan pendidikan nilai berbasis Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di era globalisasi melalui pendekatan studi literatur kualitatif.Hasil analisis menunjukkan bahwa globalisasi telah menciptakan tantangan kompleks dalam pelestarian nilai-nilai kebangsaan, termasuk degradasi nilai, individualisme, dan disrupsi budaya.PKn memainkan peran strategis sebagai wahana penguatan pendidikan nilai dengan menginternalisasikan nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan disiplin melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif, integrasi teknologi digital, dan revitalisasi peran PKn secara kontekstual.Temuan penelitian mengungkap bahwa pendekatan seperti Project-Based Learning (PjBL) dan Value Clarification Technique (VCT) efektif dalam membangun kesadaran nilai, sementara pemanfaatan media sosial dan simulasi daring memperluas jangkauan pembelajaran nilai secara interaktif.Namun, tantangan utama seperti pendekatan pembelajaran yang masih kognitif, kurangnya sinergi antara sekolah dan masyarakat, serta dampak negatif globalisasi tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi.Kajian ini juga menyoroti pentingnya model pembelajaran partisipatif berbasis nilai, penguatan literasi digital, dan kolaborasi multipihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan nilai yang berkelanjutan.Pendidikan nilai tidak hanya berfokus pada transmisi pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan sosial yang relevan dengan tantangan global.PKn harus beradaptasi dengan dinamika zaman dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan nasional seperti Pancasila ke dalam konteks global, sehingga peserta didik dapat menjadi warga negara yang tangguh, kritis, dan berkarakter.
Untuk meningkatkan efektivitas pendidikan nilai melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di era globalisasi, diperlukan pengembangan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual. Model pembelajaran ini harus dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan nasional, seperti Pancasila, ke dalam konteks global. Selain itu, penting untuk meningkatkan literasi digital peserta didik agar mereka dapat memanfaatkan teknologi digital secara kritis dan bertanggung jawab dalam pembelajaran nilai. Kolaborasi multipihak antara sekolah, masyarakat, dan pemangku kebijakan juga sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan nilai yang berkelanjutan. Dengan demikian, PKn dapat menjadi wahana yang efektif dalam membentuk warga negara yang tangguh, kritis, dan berkarakter di tengah dinamika global.
- Pentingnya pembinaan karakter siswa melalui peran guru dan kegiatan siswa di sekolah pada era globalisasi... doi.org/10.21831/agora.v12i1.20132Pentingnya pembinaan karakter siswa melalui peran guru dan kegiatan siswa di sekolah pada era globalisasi doi 10 21831 agora v12i1 20132
- Pendidikan Pancasila bagi Penguatan Kebangsaan terhadap Dampak Globalisasi | Asas Wa Tandhim: Jurnal... jurnal.ucy.ac.id/index.php/awtjhpsa/article/view/1757Pendidikan Pancasila bagi Penguatan Kebangsaan terhadap Dampak Globalisasi Asas Wa Tandhim Jurnal jurnal ucy ac index php awtjhpsa article view 1757
- DAMPAK ISU GLOBAL TERHADAP JATI DIRI BANGSA DAN KARAKTER KE INDONESIAAN MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN... doi.org/10.21154/asanka.v4i1.5576DAMPAK ISU GLOBAL TERHADAP JATI DIRI BANGSA DAN KARAKTER KE INDONESIAAN MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN doi 10 21154 asanka v4i1 5576
| File size | 588.92 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
SAINTISPUBSAINTISPUB The results showed that gamification elements, such as points, challenges, and leaderboards, significantly increased student motivation and engagementThe results showed that gamification elements, such as points, challenges, and leaderboards, significantly increased student motivation and engagement
UNIVSMUNIVSM Oleh karena itu, pendidikan literasi perlu diintegrasikan secara menyeluruh antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat guna melahirkan generasiOleh karena itu, pendidikan literasi perlu diintegrasikan secara menyeluruh antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat guna melahirkan generasi
UNISMUHUNISMUH Dengan menggunakan desain riset dan pengembangan yang terstruktur melalui model ADDIE, studi ini melibatkan siswa sekolah menengah sebagai subjek sertaDengan menggunakan desain riset dan pengembangan yang terstruktur melalui model ADDIE, studi ini melibatkan siswa sekolah menengah sebagai subjek serta
UNISMUHUNISMUH Penelitian ini menanggapi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterlibatan siswa serta hasil belajar dalam pendidikan kewarganegaraan melalui strategiPenelitian ini menanggapi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterlibatan siswa serta hasil belajar dalam pendidikan kewarganegaraan melalui strategi
UNRAMUNRAM Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif dengan penekanan pada penelitian kepustakaan. Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaranPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif dengan penekanan pada penelitian kepustakaan. Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran
IPTSIPTS Dengan penerapan model snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa terbukti dengan diperolehnya pada setiap siklusnya. Peningkatan hasil belajarDengan penerapan model snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa terbukti dengan diperolehnya pada setiap siklusnya. Peningkatan hasil belajar
IPTSIPTS Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan sebesar 62%. Artinya siswaDari hasil penelitian ini diketahui bahwa kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal kelipatan dan faktor bilangan sebesar 62%. Artinya siswa
IPTSIPTS Pelaksanaan pembelajaran IPS materi kondisi geografis Indonesia di Kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Lawas Utara dengan menggunakan metodePelaksanaan pembelajaran IPS materi kondisi geografis Indonesia di Kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Lawas Utara dengan menggunakan metode
Useful /
UNIVSMUNIVSM Ketiga, faktor pendukung meliputi kebiasaan membaca dan dukungan lingkungan keluarga. Keempat, faktor penghambat terdiri dari aspek internal (minat, aktivitas,Ketiga, faktor pendukung meliputi kebiasaan membaca dan dukungan lingkungan keluarga. Keempat, faktor penghambat terdiri dari aspek internal (minat, aktivitas,
UNIVSMUNIVSM Kesimpulan penggunaan media gambar mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar pada siswa, menarik perhatian siswa, dan membuat siswa aktif di kelas.Kesimpulan penggunaan media gambar mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar pada siswa, menarik perhatian siswa, dan membuat siswa aktif di kelas.
UNIRAYAUNIRAYA Sus/2017/PN. Slw. Pelaku dinyatakan bersalah melanggar Pasal 88 dan Pasal 76 I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang NomorSus/2017/PN. Slw. Pelaku dinyatakan bersalah melanggar Pasal 88 dan Pasal 76 I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor
UNIRAYAUNIRAYA Asuransi berfungsi sebagai mekanisme perlindungan terhadap aset yang dimiliki, dimana Tertanggung membayar sejumlah tertentu kepada Penanggung untuk mendapatkanAsuransi berfungsi sebagai mekanisme perlindungan terhadap aset yang dimiliki, dimana Tertanggung membayar sejumlah tertentu kepada Penanggung untuk mendapatkan