UNIRAYAUNIRAYA
Jurnal Panah HukumJurnal Panah HukumAsuransi berfungsi sebagai mekanisme perlindungan terhadap aset yang dimiliki, dimana Tertanggung membayar sejumlah tertentu kepada Penanggung untuk mendapatkan ganti rugi atas potensi risiko di masa depan. Berdasarkan putusan Majelis Hakim, penulis berpendapat bahwa putusan hakim mengenai pertanggungjawaban pidana korporasi sebagaimana tertuang dalam putusan, mungkin tidak sepenuhnya tepat. Penulis berpendapat bahwa PT. Asuransi Multi Artha Guna harus mempertanggungjawabkan pelanggarannya dengan pidana denda, sebagaimana dituangkan dalam Pasal 82 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, yang mengatur bahwa Ancaman pidana bagi korporasi paling banyak adalah denda sebesar Rp600.000.000.000,00 (enam ratus miliar rupiah)..
Putusan Pengadilan Negeri Sleman dalam perkara ini dianggap tidak tepat karena tidak mengenakan pertanggungjawaban pidana kepada korporasi.Hakim seharusnya tidak menjatuhkan hukuman pidana kepada pengelola, karena pengelola hanya sekadar menjalankan kebijakan perusahaan.Korporasi itu sendiri harus bertanggung jawab, dan hakim harus mengambil keputusan berdasarkan hukum.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas hukum Indonesia dalam menegakkan pertanggungjawaban korporasi asuransi, khususnya dalam kasus pencairan klaim. Selain itu, penting untuk meneliti perbandingan kerangka hukum antara Indonesia dan negara lain dalam menangani tindak pidana korporasi di sektor asuransi. Penelitian juga dapat fokus pada dampak kebijakan perusahaan terhadap proses pencairan asuransi, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pengelola dalam menolak klaim.
| File size | 382.46 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIRAYAUNIRAYA Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder, yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukumPengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder, yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum
UNIRAYAUNIRAYA Jap) adalah tidak dibenarkan secara hukum karena tidak memberikan rasa keadilan kepada terdakwa sehingga melanggar prinsip-prinsip negara hukum. (1) HendaknyaJap) adalah tidak dibenarkan secara hukum karena tidak memberikan rasa keadilan kepada terdakwa sehingga melanggar prinsip-prinsip negara hukum. (1) Hendaknya
UNIRAYAUNIRAYA Penelitian hukum sosiologis atau empiris adalah jenis yang digunakan; ia melihat ketentuan‑ketentuan hukum yang relevan berdasarkan kejadian‑kejadianPenelitian hukum sosiologis atau empiris adalah jenis yang digunakan; ia melihat ketentuan‑ketentuan hukum yang relevan berdasarkan kejadian‑kejadian
UNIRAYAUNIRAYA (studi putusan nomor 219/Pid. B/2018/PN Bgl). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan,(studi putusan nomor 219/Pid. B/2018/PN Bgl). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan,
UNIRAYAUNIRAYA Tinjauan Materi tentang Penerapan Hukuman Mati Bagi Pelaku Pembunuhan Berencana (Studi Putusan Nomor 36/Pid. Snt) menjadi judul kajian penelitian ini.Tinjauan Materi tentang Penerapan Hukuman Mati Bagi Pelaku Pembunuhan Berencana (Studi Putusan Nomor 36/Pid. Snt) menjadi judul kajian penelitian ini.
UNIRAYAUNIRAYA Jnp. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan, pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatanJnp. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan, pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan
UNIRAYAUNIRAYA Tujuannya adalah untuk menjaga kemandirian, integritas, dan kredibilitas penyelenggara pemilu yang mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, ketertibanTujuannya adalah untuk menjaga kemandirian, integritas, dan kredibilitas penyelenggara pemilu yang mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, ketertiban
UNIRAYAUNIRAYA Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan perbandingan,Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan perbandingan,
Useful /
UNISMUHUNISMUH Analisis kuantitatif lebih lanjut mengonfirmasi hubungan yang signifikan antara persepsi penerapan sanksi yang konsisten oleh dosen dan pemimpin universitasAnalisis kuantitatif lebih lanjut mengonfirmasi hubungan yang signifikan antara persepsi penerapan sanksi yang konsisten oleh dosen dan pemimpin universitas
ISI DPSISI DPS Penelitian ini bertujuan untuk memahami aspek keunikan atau daya tarik visual dari karakter The Chipmunks; Alvin, Simon, dan Theodore sebagai entitas kolektifPenelitian ini bertujuan untuk memahami aspek keunikan atau daya tarik visual dari karakter The Chipmunks; Alvin, Simon, dan Theodore sebagai entitas kolektif
UNIRAYAUNIRAYA Berdasarkan temuan pemeriksaan dan pembahasan, maka dapat diasumsikan bahwa pertimbangan pejabat yang ditunjuk dalam mengecam keputusan melebihi ancamanBerdasarkan temuan pemeriksaan dan pembahasan, maka dapat diasumsikan bahwa pertimbangan pejabat yang ditunjuk dalam mengecam keputusan melebihi ancaman
UNIRAYAUNIRAYA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam pemidanaan tindak pidana trafficking. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam pemidanaan tindak pidana trafficking. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian